PURWAKARTA. 13 November 2025. Gelaran Mimbar Saresehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025 resmi ditutup dengan semarak dan penuh makna di Kabupaten Purwakarta. Dalam ajang yang mengusung tema “Teknologi Pertanian Berkelanjutan Berbasis Spesifik Lokalita untuk Jawa Barat Istimewa” ini, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampil menonjol dengan menyabet empat kategori penghargaan, termasuk Juara Pertama untuk Kategori Pameran Promosi Pertanian.

Bandung Barat Raih Empat Penghargaan
Empat penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti nyata komitmen daerah ini terhadap pengembangan pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Rinciannya adalah:
- Kategori Pameran Promosi Pertanian – Juara Pertama, Kabupaten Bandung Barat.
- Kategori Gita Nusantara – Juara Pertama, Kabupaten Bandung Barat.
- Gapoktan Berprestasi – Juara Harapan, Kelompok Mekar Tani, Kabupaten Bandung Barat.
- Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi – Juara Harapan, KEP Silaturahmi Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Empat prestasi tersebut menjadikan Bandung Barat sebagai salah satu daerah dengan capaian yang baik di Jawa Barat. Keberhasilan ini menegaskan kemampuan petani dan kelembagaan di wilayah tersebut dalam mengembangkan sektor pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga kreatif dalam promosi dan kolaborasi antar-stakeholder.
Pencapaian membanggakan ini tidak lepas dari kolaborasi antara Ketua KTNA Kabupaten Bandung Barat, Kang Dedi Hernawan, bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat serta para petani dan nelayan yang konsisten memperjuangkan sektor pangan daerah. Sinergi yang terjalin antara pemerintah dan pelaku lapangan inilah yang menjadi kunci keberhasilan Bandung Barat dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Kerja sama yang kuat antara petani, pemerintah, dan KTNA menjadi energi utama bagi kemajuan sektor pertanian di Bandung Barat. Ini adalah hasil gotong royong semua pihak yang peduli terhadap kesejahteraan petani,” ujar salah satu peserta KTNA asal Batujajar yang turut hadir dalam acara tersebut.


Momentum dan Harapan Besar bagi Petani Bandung Barat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Dr. HM Lukmanul Hakim, M.Si, menilai capaian ini sebagai momentum penting bagi daerahnya. Dalam wawancara usai acara, beliau menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan untuk menjawab visi nasional di bidang ketahanan pangan.
“Ini momentum yang sangat baik, terutama ketika Presiden Prabowo menetapkan salah satu astacita dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui berbagai kebijakan baru pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) yang akan mulai berjalan pada tahun 2026, kebutuhan akan bahan pangan segar dari daerah seperti Bandung Barat akan meningkat signifikan.
“Dengan kebijakan makan bergizi gratis, akan terjadi peningkatan jumlah penerima manfaat dan juga peningkatan kebutuhan bahan pangan segar. Kami di Bandung Barat harus siap memenuhi kebutuhan dapur-dapur SPPG yang akan menunjang kegiatan MBG ini,” tambahnya.
Menurutnya, langkah ini menjadi peluang emas bagi para petani di Bandung Barat untuk memperluas produksi dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Bandung Barat Amanah Agro Expo 2025
Dalam waktu dekat ini Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan agenda besar bertajuk Bandung Barat Amanah Agro Expo 2025, yang akan digelar pada Desember 2025 di Lapang IKEA Kota Baru Parahyangan.
“Kami tidak menunggu menjadi tuan rumah KTNA berikutnya. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar Bandung Barat Amanah Agro Expo. Ini bagian dari upaya kami untuk menampilkan potensi pertanian Bandung Barat yang sangat besar dan beragam,” ungkap Lukmanul Hakim.

Event ini akan menampilkan berbagai inovasi pertanian, teknologi tepat guna, serta produk unggulan petani lokal. Selain memperkuat jejaring antar-pelaku usaha tani, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mempertemukan petani dengan pelaku industri dan pembeli potensial agar rantai pasok pertanian di KBB semakin efisien dan berkelanjutan.
“Kami ingin pertanian Bandung Barat semakin modern, tetapi tetap berpijak pada kearifan lokal. Harapannya, petani menjadi lebih sejahtera dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tutupnya optimistis.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Strategis
Kesuksesan Bandung Barat dalam ajang Mimbar Saresehan KTNA tidak terlepas dari peran aktif Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KBB yang terus mendorong program pertanian berkelanjutan melalui dukungan teknologi dan penguatan kelembagaan. Dukungan ini mencakup pembinaan kelompok tani, peningkatan kualitas hasil panen, serta promosi produk pertanian unggulan.
Selain itu, Bandung Barat juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, dunia usaha, serta lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pertanian. Tujuannya adalah mewujudkan rantai pasok yang lebih kuat dan menciptakan sistem pangan yang tangguh, sesuai dengan arah pembangunan pertanian berkelanjutan Jawa Barat.

Acara Penutupan: Penuh Warna dan Harapan
Rangkaian acara Mimbar Saresehan KTNA Jawa Barat 2025 ditutup dengan khidmat oleh Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lusi Lesminingwati, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan kesejahteraan petani melalui indikator Nilai Tukar Petani (NTP).
“Nilai tukar petani di Jawa Barat berada di angka 116, di bawah rata-rata nasional yang mencapai 124. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.
Lusi menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya mendorong hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan untuk mengatasi kendala modal yang dihadapi petani.

“Nilai kultural petani harus dihargai, tidak hanya dari sisi ekonomi. Hilirisasi harus menjadi langkah konkret agar produk pertanian kita punya daya saing,” tambahnya.
Selain sesi penghargaan, kegiatan ini juga diwarnai berbagai lomba, pameran inovasi pertanian digital, dan demonstrasi panen pedet yang digelar oleh Dinas Peternakan Jawa Barat. Malam sebelumnya, para peserta disuguhi pesta air mancur di Taman Sri Baduga, Purwakarta, serta menerima cenderamata dari Bupati Purwakarta yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Hj. Nina Herlina.
“Kehadiran peserta di home stay wilayah Purwakarta menjadi ajang silaturahmi yang bermakna. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah menyiapkan acara ini dengan baik,” ujar Hj. Nina Herlina.

Catatan Akhir: Bandung Barat dalam Jalur Pertanian Modern
Keberhasilan Kabupaten Bandung Barat dalam Mimbar Saresehan KTNA 2025 bukan sekadar deretan penghargaan, tetapi juga cerminan dari kerja nyata dan arah pembangunan pertanian yang visioner. Melalui pendekatan berkelanjutan dan dukungan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, Bandung Barat berpotensi menjadi salah satu lumbung pangan modern di Jawa Barat.
Capaian ini juga menjadi pembuktian bahwa kolaborasi antara KTNA Kabupaten Bandung Barat di bawah kepemimpinan Kang Dedi Hernawan, pemerintah daerah, dan petani serta nelayan lokal dapat menghasilkan terobosan nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat “Petani Maju, Mandiri, dan Sejahtera”, Bandung Barat kini berdiri sebagai contoh nyata daerah yang mampu menggabungkan inovasi teknologi, kearifan lokal, dan solidaritas sosial dalam satu langkah besar menuju Bandung Barat Amanah dan Jawa Barat Istimewa. (aq-nk)