Bandung Barat, 21 November 2025. Transformasi digital bukan lagi menjadi wacana futuristik, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus dimulai dari unit pemerintahan terkecil: desa. Dalam upaya monumental untuk mempercepat terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara menyeluruh pada tahun 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara proaktif menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Literasi Digital yang berfokus pada implementasi Website Desa SIDEA-NG (Sistem Informasi Desa dan Kawasan, New Generation).
Bertempat di Villa Pasundan, acara ini menjadi titik tolak penting bagi 49 desa di KBB, termasuk wilayah dengan akses geografis yang menantang seperti Cipongkor dan Sindangkerta, untuk memahami dan menguasai pilar digitalisasi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

I. Dari Literasi Menuju Transformasi: Menguatkan Kapasitas Aparatur Desa, Kepala Bidang Aptika Diskominfotik KBB, Timmy Sampurna Irawan dalam wawancaranya menekankan bahwa kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) ini adalah investasi krusial dalam memperkuat kapasitas aparatur desa. Era pencatatan manual telah berakhir; saatnya informasi publik dan administrasi desa beranjak ke ranah digital.
“Website desa ini digunakan untuk mengelola dan menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, seperti kegiatan desa, potensi desa, hingga transparansi anggaran. Jadi ke depan, informasi tidak lagi hanya dicatat manual, tetapi dipublikasikan secara digital melalui website desa,” ujar perwakilan Diskominfo KBB.
Sosialisasi ini merupakan langkah awal yang terstruktur. Mengingat KBB memiliki 165 desa dengan wilayah yang luas, Diskominfo berkomitmen untuk melakukan proses ini secara bertahap, dengan target ambisius: seluruh 165 desa akan menerima sosialisasi dan bimbingan teknis pada tahun mendatang, termasuk desa-desa di wilayah selatan seperti Rongga dan sekitarnya. Rencana jangka panjang ini juga mencakup transisi metode pelatihan menuju Hybrid Training (kombinasi tatap muka dan daring menggunakan Zoom Meeting), memanfaatkan fasilitas jaringan internet yang telah difasilitasi di setiap kantor desa.

II. SIDEKA-NG: Jantung Digitalisasi Desa dan Keterpaduan Data
Program Website Desa yang diperkenalkan Diskominfo KBB adalah fasilitas resmi dan GRATIS dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dikenal sebagai SIDEKA-NG (Sistem Informasi Desa dan Kawasan – New Generation).
SIDEKA-NG adalah sebuah aplikasi layanan digital yang secara fundamental bertujuan untuk membantu pemerintah desa dalam meningkatkan:
Efisiensi dan Keterpaduan tata kelola pemerintahan.
Transparansi dan Akuntabilitas anggaran serta kegiatan.
Kualitas Pelayanan Publik kepada masyarakat.

Aplikasi ini dibagi menjadi dua komponen utama yang saling mendukung: Website Desa dan Layanan Desa.
A. Website Desa: Etalase Transparansi dan Promosi Potensi
Website Desa berfungsi sebagai media informasi publik utama desa. Peran edukatif Website Desa sangat vital:
Transparansi Anggaran dan Kegiatan: Menyajikan berita kegiatan serta berbagai pengumuman penting, sekaligus menjadi wujud nyata keterbukaan informasi.
Promosi Potensi Ekonomi: Website menjadi etalase digital untuk profil desa dan potensi lokal, mendukung visi Jawa Barat “Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Skill Mendunia”—memanfaatkan pemasaran digital untuk potensi desa.
Aksesibilitas dan SEO: Dalam panduan pengguna dijelaskan pentingnya pengaturan Meta Title dan Meta Description pada website. Hal ini bukan sekadar teknis, melainkan langkah strategis (SEO) agar website desa mudah ditemukan oleh mesin pencari global (seperti Google). Desa kini memiliki suara digital yang dapat dijangkau investor, wisatawan, atau masyarakat lain yang mencari informasi.

B. Layanan Desa: Administrasi Cepat, Tepat, dan Akuntabel
Layanan Desa adalah platform digital yang mentransformasi administrasi manual menjadi elektronik, contohnya dalam pembuatan surat keterangan, pindah domisili, dan layanan kependudukan lainnya.
Fitur-fitur yang diuraikan dalam Manual Pengguna menjamin akuntabilitas SPBE:
Tracking Number (Nomor Pelacakan): Setiap permohonan yang diajukan masyarakat akan memiliki nomor pelacakan unik. Ini memastikan masyarakat dapat memonitor status permohonan mereka, mencerminkan pendekatan citizen-centric (berpusat pada warga) yang responsif.
System Logs dan Rekaman Aktivitas: Sistem mencatat secara detail setiap aktivitas, mulai dari User Login, Buat Permohonan, hingga Proses Permohonan. Fitur ini adalah pilar audit dan akuntabilitas dalam SPBE, memastikan setiap tindakan aparatur terekam dan transparan.

III. Interoperabilitas: Menghapus Duplikasi Data
Salah satu keunggulan terbesar SIDEKA-NG adalah kemampuannya untuk interoperabilitas (keterpaduan sistem) dengan aplikasi nasional lainnya, yaitu SISKEUDES (Sistem Keuangan Desa) dan PRODESKEL (Profil Desa dan Kelurahan) dari Kemendagri, serta SID (Sistem Informasi Desa) dari Kemendes PDTT.
Implikasi Edukatif Keterpaduan Data:
Efisiensi Input: Operator desa tidak perlu lagi menginput data yang sama berulang kali di sistem berbeda. Data yang dimasukkan melalui SISKEUDES (keuangan) dan PRODESKEL (profil) akan otomatis terpadu dan disajikan di Website Desa SIDEKA-NG.
Konsistensi Data: Keterpaduan ini memastikan bahwa data yang digunakan untuk pengambilan keputusan di tingkat desa konsisten dengan data yang dilaporkan ke Kementerian pusat, menjamin akuntabilitas data desa digital.

IV. Visi Jawa Barat: Konteks Transformasi yang Lebih Luas
Sosialisasi di KBB merupakan bagian integral dari peta jalan Transformasi Digital Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Diskominfo Jawa Barat.
Transformasi ini didukung oleh:
Regulasi SPBE: Rancangan Peraturan Gubernur tentang Transformasi Digital (implementasi 2025) yang mencakup 36 layanan terintegrasi, didukung oleh Platform Ekosistem Data Jawa Barat (EDJ). Tujuan akhirnya adalah layanan publik yang cepat, akurat, dan andal.
Pengembangan SDM (JIDA): Upaya Diskominfo KBB dalam melakukan Bimtek literasi digital sejalan dengan program Jabar Istimewa Digital Academy (JIDA). Program ini bertujuan meningkatkan Literasi Digital (Digital Skills, Culture, Ethics, Safety) dan Kompetensi Digital (Digital Competency—seperti UI/UX design dan digital marketing) di kalangan aparatur dan masyarakat.
Capaian SPBE: Peningkatan Indeks SPBE di Jawa Barat menunjukkan keseriusan provinsi ini. Digitalisasi desa melalui SIDEKA-NG adalah langkah taktis untuk terus mendorong kenaikan skor, khususnya di domain layanan publik dan tata kelola.

V. Komitmen dan Dukungan Teknis Lanjutan
Diskominfo KBB menegaskan bahwa program Website Desa (SIDEKA-NG) ini sepenuhnya GRATIS dan didukung oleh fasilitas jaringan internet. Hal ini menghapus hambatan finansial dan infrastruktur bagi desa.
Selain itu, keberhasilan implementasi disokong oleh:
Dokumen Manual Pengguna: Dokumen ini berfungsi sebagai panduan operasional wajib bagi Admin dan Operator Desa, mencakup detail teknis seperti pengaturan Meta pada Website Desa hingga manajemen System Logs pada Layanan Desa.
Dukungan Helpdesk: Kominfo menyediakan layanan Helpdesk resmi melalui https://servicedesk.layanan.go.id/ dengan kontak layanan bantuan, memastikan setiap kendala teknis dapat diatasi dengan cepat.

Harapan utama dari Diskominfo KBB adalah agar website desa benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Dengan informasi yang lebih terbuka dan mudah diakses, masyarakat dapat mengurus layanan dengan lebih cepat, serta desa dapat mengembangkan potensi ekonomi daerahnya.
Sosialisasi Literasi Digital ini adalah langkah berani yang membawa Kabupaten Bandung Barat selangkah lebih dekat menuju pemerintahan digital yang efektif, efisien, dan menjadi model percontohan bagi digitalisasi tata kelola pemerintahan di tingkat desa. (ad-nk)