Bandung, 23 November 2025. Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Al-Jabbar Bandung kembali menorehkan sejarah melalui Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II yang digelar pada 22 November 2025. Dengan mengusung tema “Sinergi Inovasi Digital dan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Indonesia Emas 2045”, agenda ini tidak sekadar menjadi penanda kelulusan, tetapi juga refleksi perjalanan akademik yang sarat nilai-nilai spiritual, teknologi, dan harapan masa depan.
Upacara dibuka dengan khidmat melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul tarian penyambutan oleh Tim Lengser Wisna yang menambah suasana penuh penghormatan dan kearifan budaya lokal.
Makna Sidang Senat dalam Perjalanan Akademik
Ketua Sidang, Lili Sakuro, M.Pd., M.M., membuka jalannya prosesi dengan menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta wisuda yang telah menempuh perjalanan pendidikan panjang dan penuh tantangan.
“Sidang merupakan simbol dari perjalanan panjang pendidikan para wisudawan dan wisudawati. Semoga prosesi hari ini berjalan khidmat dan lancar. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Setelah itu, lagu mars STEBI Al-Jabbar dikumandangkan oleh kelompok paduan suara kampus, menegaskan identitas institusi yang terus berkembang.
Momentum Penting Bagi Para Wisudawan/i
Ketua Pelaksana Wisuda, Sofi Abdul Rozzaq, S. Pd. M. Ag sebagai ketua pelaksana menegaskan bahwa wisuda merupakan tonggak penting bagi para lulusan.
“Momentum ini adalah bukti keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi. Semoga ilmu yang diperoleh dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tuturnya penuh apresiasi.
Kebahagiaan, Ilmu, dan Teknologi: Pesan Ketua Yayasan
Ketua Yayasan STEBI Al-Jabbar Bandung, Muhammad Zaka Timur, M.H.M.M., menegaskan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak hanya ditentukan oleh profesi atau status sosial, tetapi berakar pada ketenangan batin dan kedekatan spiritual.
“Faktor kesuksesan setelah lulus bukan hanya soal menjadi ASN atau bekerja di perusahaan swasta, tetapi kebahagiaan yang Allah berikan. Kebahagiaan sejati adalah kedekatan dengan Tuhan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Sekitar 300 Sarjana dari Al-Jabbar diharapkan nanti sudah memanfaatkan AI untuk memudahkan pekerjaan. Teknologi bisa bermanfaat atau berbahaya, maka pergunakanlah dengan bijaksana,” tambahnya.
Menguatkan Nilai Etika dalam Kemajuan Teknologi
Dalam sambutannya sebagai Ketua Sekolah Tinggi, Lili Sakuro, M.Pd., M.M. kembali menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai moral dan etika.
“Sehebat apa pun teknologi yang kita kendalikan, bila tidak dibarengi etika akan merusak tatanan kehidupan. Keahlian tanpa dilandasi nilai luhur tidak akan membawa kebahagiaan hakiki,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas doa, kesabaran, dan pengorbanan yang tercurah selama proses studi para lulusan.
“Teruslah belajar sepanjang hayat. Jangan merasa puas. Akan ada jenjang berikutnya. Semoga kalian sukses dan diberkahi dunia serta akhirat,” tutupnya.
Prosesi Yudisium dan Janji Alumni
Acara berlanjut dengan pembacaan Eska Yudisium dan pengucapan Janji Alumni sebagai simbol komitmen lulusan untuk menjaga integritas, kompetensi, serta tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Wawancara Eksklusif: Optimisme STEBI Al-Jabbar Menghadapi Masa Depan
Dalam wawancara terpisah, dosen sekaligus ketua penyelenggara Sofi Abdul Rozzaq, S. Pd. M. Ag memberikan penjelasan terkait perkembangan STEBI Al-Jabbar sebagai perguruan tinggi swasta berbasis keagamaan.
“Alhamdulillah, wisuda kedua ini diikuti 127 peserta. Itu menjadi bukti bahwa STEBI Al-Jabbar semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Menghadapi tantangan ke depan, pihak kampus terus meningkatkan kualitas internal dan menjalin kolaborasi eksternal.
“Kami memiliki media internal untuk publikasi, namun tetap membutuhkan kerja sama dengan berbagai media dan lembaga lain agar STEBI Al-Jabbar semakin dikenal,” jelasnya.
Sofi juga menuturkan bahwa kualitas lulusan tahun ini berada di atas rata-rata, termasuk hadirnya beberapa mahasiswa berpredikat cumlaude. Hal ini menjadi dasar keyakinan bahwa STEBI Al-Jabbar siap bersaing secara sehat di dunia pendidikan tinggi.
“Kami saat ini memiliki dua program studi yang telah mengantongi izin, yaitu Ekonomi dan Perbankan. Ke depan akan ada penambahan prodi baru. Visi kami adalah meningkatkan status STEBI Al-Jabbar hingga menjadi institut,” ungkapnya optimis.
Menutup wawancara, Sofi menegaskan perjalanan STEBI Al-Jabbar yang masih muda namun penuh potensi.
“Kampus ini berdiri sejak 2017, dan hingga kini telah meluluskan dua angkatan. Kami terus berupaya melakukan pembenahan dari sisi suprastruktur hingga infrastruktur.”
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Tema wisuda tahun ini selaras dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pentingnya inovasi digital serta penerapan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah. Di tengah transformasi global yang sangat cepat, STEBI Al-Jabbar mengambil peran strategis untuk mengintegrasikan teknologi modern dengan prinsip moralitas dan etika Islam.
Dengan semakin berkembangnya teknologi seperti kecerdasan buatan, Big Data, dan sistem keuangan digital, lembaga pendidikan tinggi dituntut menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing tanpa kehilangan karakter spiritual dan nilai-nilai luhur.
Wisuda STEBI Al-Jabbar Periode II ini menunjukkan komitmen kampus untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas, beretika, dan siap membangun negeri dalam kerangka syariah dan teknologi. (ad-nk)