Youth Leadership Summit 2025: Ruang Tumbuh Pemuda Bandung untuk Belajar, Berkembang, dan Terhubung

Kota Bandung Nasional Pendidikan

Bandung. 29 November 2025. Kota Bandung kembali menjadi pusat energi anak muda melalui penyelenggaraan Youth Leadership Summit 2025: Learn, Grow, and Connect, sebuah forum pengembangan kapasitas pemuda yang digelar bekerja sama dengan Ideal Indonesia dan menghadirkan peserta dari Kota Bandung dan Kota Cimahi. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini yang berlangsung di Gedung GGM Kota Bandung.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah tokoh strategis, mulai dari unsur pemerintah, legislatif, hingga dunia usaha. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, H. Hendy Maulana Yusuf, S.T., M.A.P.; Pengawas Sekolah Ahli Madya, Dede Saepudin, M.Pd., M.Si.; Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, S.H.; serta Ketua HIPMI Kota Bandung.

Kehadiran para tokoh ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap kiprah pemuda sebagai subjek utama pembangunan daerah pada era penuh perubahan hari ini.

1. Pemuda sebagai Kekuatan Kota Bandung

Dalam pemaparannya, Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendy Maulana Yusuf, menegaskan bahwa jumlah komunitas pemuda di Kota Bandung saat ini sangat besar dan memiliki potensi luar biasa. Berdasarkan data statistik yang ia paparkan, terdapat lebih dari 1.000 komunitas yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari budaya, keluarga, hingga minat khusus.

“Jumlah yang besar ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan para pemuda dapat diberdayakan,” ujarnya. Hendy menekankan bahwa pemberdayaan pemuda bukan hanya wacana, melainkan telah diimplementasikan melalui kebijakan dan infrastruktur yang nyata.

Salah satunya adalah pembangunan 30 Youth Centre yang telah diserahkan kepada kecamatan selama lima tahun terakhir. Youth Centre menjadi ruang kolaboratif bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas, berkonsultasi, dan membangun jejaring.

Namun demikian, tantangan terbesarnya kini bukan lagi pembangunan fisik, melainkan bagaimana membuat Youth Centre benar-benar aktif. “Dispora pada tahun 2026 telah menyiapkan anggaran khusus untuk mengaktifkan dan menjembatani kegiatan pemuda di wilayah,” katanya.

Hendy juga menyoroti keberhasilan sejumlah program, salah satunya Camp Entrepreneur Dispora, yang mendapat apresiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Program tersebut secara rutin melibatkan pemuda dalam pelatihan kewirausahaan, seperti pelatihan digital, barista, dan pengembangan produk.

Meski begitu, keterbatasan anggaran membuat satu gelombang pelatihan hanya dapat menampung 50 peserta. “Padahal pendaftaran bisa mencapai lebih dari 1.000 pemuda,” jelasnya.

Baginya, Kota Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, layanan, hingga industri pariwisata yang berkembang pesat. “Bandung bukan hanya destinasi wisata. Ia kaya relasi, kreativitas, dan peluang usaha,” tuturnya.

2. Pendidikan sebagai Pondasi Kepemimpinan Muda

Pemikiran mengenai pentingnya pembangunan karakter juga dipertegas oleh Dede Saepudin, M.Pd., M.Si, Pengawas Sekolah Ahli Madya. Ia menekankan bahwa perkembangan pemuda harus selaras dengan pembangunan pendidikan.

Dede menggarisbawahi tiga pesan utama sesuai tema acara, yakni Live With, Grow, dan Connect.

Pertama, Live With: pemuda perlu menjadi agen perubahan. “Pemimpin itu harus memiliki moralitas, keteladanan, dan semangat pengabdian. Intensitas dan konsistensi adalah dasar kepemimpinan yang indah,” ungkapnya.

Kedua, Grow: pemuda harus gigih memperjuangkan ide hingga menjadi kenyataan. Dede menekankan pentingnya semangat belajar, tumbuh, dan berinspirasi demi kepentingan masyarakat luas.

Ketiga, Connect: era teknologi menuntut pemimpin untuk mampu berkolaborasi dan membangun hubungan sosial. “Pemimpin masa depan adalah mereka yang kreatif, visioner, dan mampu menjaga koneksi serta kolaborasi,” jelasnya.

Ia berharap forum ini memberikan manfaat besar dan menjadi bagian dari perjalanan karier kepemimpinan para peserta.

3. DPRD Kota Bandung Tekankan Pentingnya Proses dan Relasi

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyebut acara ini sebagai langkah penting dalam membentuk kepemimpinan masa depan yang tidak instan.

“Kita tidak ingin pemuda hanya terkenal sesaat karena viral. Yang kita bangun adalah jiwa kepemimpinan yang tumbuh melalui proses panjang,” ujarnya.

Ketua DPRD juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyiapkan acara dengan serius, termasuk menyediakan ruang yang representatif bagi peserta. Ia menekankan bahwa setiap upaya mulai dari hadir, belajar, hingga berjejaring yang merupakan investasi penting bagi kesuksesan pemuda.

Ia bahkan menyoroti pengorbanan peserta yang rela menyisihkan biaya transportasi dan waktu keluarganya demi menghadiri forum ini. “Itu adalah ciri orang-orang sukses,” katanya.

Dalam pandangannya, terdapat beberapa pesan penting yang harus dipegang pemuda:

a. Membangun komunitas bukan untuk kepopuleran, tetapi untuk saling menguatkan.
b. Membangun koneksi bukan semata untuk naik kelas, tetapi untuk memajukan lingkungan bersama.
c. Relasi harus keluar dari zona nyaman untuk ke luar sekolah, kota, bahkan lintas bidang.
d. Perbanyak diskusi untuk melahirkan gagasan besar.

Ia menegaskan bahwa pemuda yang konsisten belajar, berjejaring, dan memberi manfaat bagi orang lain adalah mereka yang akan menjadi pemimpin 5–10 tahun ke depan.

4. Kiprah Komunitas dan HIPMI Kota Bandung

Kehadiran Ketua HIPMI Kota Bandung, Kang Ibang, juga memberi warna dalam kegiatan ini. Sosoknya dinilai sebagai representasi pemuda yang sukses dalam dunia usaha sekaligus aktif dalam organisasi.

Ketua DPRD menekankan bahwa figur seperti Kang Ibang patut menjadi contoh bagi generasi muda. “Rekan-rekan bisa belajar dari beliau bagaimana pemuda mendapat dukungan pemerintahan dan bagaimana tahapan yang harus dilalui untuk berkarya hingga ke level nasional,” ujarnya.

Forum ini juga diakui sebagai bentuk kolaborasi kuat antara pemerintah, legislatif, dan komunitas untuk menghadirkan ekosistem pengembangan pemuda yang lebih kokoh.

5. Meneguhkan Masa Depan Pemuda Bandung

Youth Leadership Summit 2025 bukan hanya ruang pertemuan, tetapi arena pembelajaran dan refleksi bagi pemuda tentang jati diri, kepemimpinan, dan masa depan yang harus mereka bangun.

Dengan hadirnya unsur pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha, kegiatan ini memperlihatkan bahwa masa depan Kota Bandung berada di tangan pemuda-pemudi yang mau belajar, mau berkembang, dan mau terhubung.

Sebagaimana ditutup oleh Ketua DPRD Kota Bandung, “Semoga acara ini menjadi langkah awal bagi perjalanan panjang kalian menuju kesuksesan.”

Acara berakhir dengan harapan besar: bahwa dari forum ini lahir pemimpin muda yang siap membawa perubahan, memajukan komunitas, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (ad-nk)

1 thought on “Youth Leadership Summit 2025: Ruang Tumbuh Pemuda Bandung untuk Belajar, Berkembang, dan Terhubung

  1. Saya sangat terinspirasi oleh acara ini! Sebagai pemuda, merasa terhubung dan mendapatkan pelajaran berharga sangat penting. By the way, berbicara tentang mendukung perkembangan pemuda, platform seperti Suplery sangat membantu dalam mengelola inventaris dan mendapatkan produk profesional dengan pengiriman gratis, lho!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *