Desa Cibodas. 2 Desember 2025. Pemerintah Desa Cibodas terus melakukan langkah-langkah strategis dalam memperkuat layanan kepada masyarakat, mulai dari penyaluran bantuan pangan hingga perbaikan infrastruktur desa. Hal itu disampaikan Kepala Desa Cibodas, Didin Sukaya, dalam sebuah wawancara yang digelar di tengah proses distribusi bantuan sosial kepada warga.
Sejak kemarin, Pemerintah Desa Cibodas melanjutkan pendistribusian bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Tahun ini terdapat 1.279 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar. Menurut Kades Didin, puncak pembagian dilakukan sehari sebelumnya, sementara hari ini difokuskan untuk sekitar 200 warga yang belum sempat hadir.
“Mayoritas warga kami adalah petani. Mereka biasanya ke kebun dulu baru bisa mengambil bantuan. Karena itu kami tunggu sampai jam 4 sore,” jelas Didin.
Setiap penerima manfaat memperoleh paket berupa 20 kilogram beras (dua karung @10 kg) dan 4 liter minyak goreng dalam dua kemasan. Paket ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Pemutakhiran Data dan Tantangan Kecemburuan Sosial
Meski data penerima bantuan telah diperbaharui melalui program Regsosek oleh Badan Pusat Statistik (BPS), persoalan akurasi masih ditemukan. Beberapa warga yang secara ekonomi sudah mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan karena sistem pemutakhiran yang bersifat bertahap.
“Kadang-kadang masih ada data yang tidak sesuai. Ada warga yang sebenarnya mampu tetapi masih muncul dalam daftar. Warga mengira kami yang menentukan, padahal kami hanya menyalurkan berdasarkan data dari BPS,” ungkap Didin.
Jumlah penerima bantuan di Desa Cibodas sebelumnya mencapai sekitar 1.600 orang, namun kini tersisa sekitar 1.300-an. Artinya terdapat pengurangan sekitar 300 penerima, yang menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Didin, menurunnya jumlah penerima manfaat justru menjadi indikator keberhasilan pembangunan desa.
“Keberhasilan desa bukan dilihat dari banyaknya warga yang menerima bantuan, tetapi dari berkurangnya jumlah itu setiap tahun. Itu tandanya ekonomi masyarakat meningkat,” tegasnya.

Pemberdayaan Pertanian sebagai Kekuatan Utama
Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Desa Cibodas tetap berfokus pada pemberdayaan sektor pertanian. Hampir seluruh warga memiliki aktivitas produktif, mulai dari petani, buruh tani, peternak hingga buruh ternak.
“Di Cibodas hampir tidak ada warga yang benar-benar menganggur. Walaupun masih banyak buruh harian lepas, tetapi semuanya tetap bekerja,” ujar Didin.
Sebagai salah satu sentra pemasok sayuran terbesar di Jawa Barat, Cibodas memiliki ketergantungan tinggi pada akses transportasi dan jalan yang memadai. Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak.

Pembangunan Jalan dan Kebutuhan Penerangan
Pada tahun 2025, Desa Cibodas telah membangun jalan sepanjang 282 meter dari total panjang yang dibutuhkan sekitar 1,5 kilometer. Artinya masih terdapat lebih dari 1 kilometer jalan yang belum tersentuh perbaikan.
“Jalan itu modal utama petani. Kami memohon kepada Pak Bupati dan Pak Gubernur agar peningkatan jalan bisa diprioritaskan,” kata Didin.
Selain akses jalan, penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi kebutuhan penting. Beberapa titik di Desa Cibodas masih gelap sehingga berisiko bagi keselamatan warga.
Desa Cibodas sebelumnya telah menerima sekitar 90 unit meteran listrik gratis melalui program Jabar Caang. Namun untuk PJU, desa masih membutuhkan tambahan 40 hingga 50 titik agar penerangan merata.

Dampak Kebijakan Koperasi Merah Putih terhadap Pembangunan
Dalam wawancara, Didin juga menyoroti perubahan alokasi anggaran desa akibat kebijakan Koperasi Merah Putih, di mana sekitar 40% Dana Desa dialokasikan untuk program tersebut. Tahun lalu Desa Cibodas menerima Rp1,1 miliar, namun dengan skema baru, anggaran yang tersisa untuk pembangunan fisik diperkirakan hanya sekitar Rp300 juta.
Dana terbatas ini akan diprioritaskan untuk program pemberdayaan seperti PKK, posyandu, kader stunting, dan kegiatan sosial lainnya.
“Mereka bekerja secara sosial, jadi perlu dukungan operasional. Kami tetap harus menjalankan RPJMD desa meski ada kebijakan baru yang harus kami sesuaikan,” jelasnya.

Harapan untuk Masa Depan
Mengakhiri wawancara, Didin berharap pembangunan di Desa Cibodas dapat berjalan seimbang, antara pemenuhan kebutuhan dasar warga dan penguatan sektor ekonomi.
“Semoga kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan pembangunan bisa berjalan sesuai harapan,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Artikel ini disusun berdasarkan wawancara langsung serta merujuk pada data standar penyaluran bantuan pangan pemerintah daerah dan provinsi sebagai bahan verifikasi. (red-nk)