Bandung Barat. 4 Desember 2025. Pemerintah Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, secara resmi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui Musyawarah Pembentukan Destana yang digelar di Aula Desa Lembang, Kegiatan tersebut menandai langkah penting desa dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana yang kerap mengancam wilayah dataran tinggi tersebut.
Acara dihadiri oleh Kepala Desa Lembang Dikdik Sadikin, Pendamping Desa Hana Kusumaningtias, Ketua BPD Desa Lembang, Ketua MUI Desa Lembang, serta 60 peserta calon relawan Destana. Musyawarah diawali dengan pengesahan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Desa, Taufik, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan dan pelantikan struktur Destana oleh Kepala Desa.
“Mulai hari ini Bapak/Ibu secara sah menjadi bagian dari struktur organisasi masyarakat Desa Lembang, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana,” ujar Kepala Desa Lembang, Dikdik Sadikin, dalam sambutannya.

Penguatan Kelembagaan Berbasis Komunitas
Dalam keterangannya, Dikdik menjelaskan bahwa pembentukan Destana merupakan amanat peraturan perundang-undangan, termasuk Peraturan BNPB Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pembentukan Desa Tangguh Bencana. Menurutnya, upaya ini bukan hal baru karena sebelumnya telah ada kelompok-kelompok komunitas pengurangan risiko bencana di Lembang. Namun melalui Destana, semua kelembagaan kini disatukan dalam struktur resmi yang lebih sistematis.
“Penanggulangan bencana adalah amanah besar yang harus kita kerjakan bersama. Desa Lembang memiliki potensi ancaman yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan utama,” tegas Dikdik.
Ia menambahkan bahwa Destana akan dimasukkan ke dalam program Masyarakat Lembang Aman (MLA), sebuah gerakan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh.

Landasan Pembentukan DESTA dan Tantangan Kebencanaan di Lembang
Pendamping Desa Kecamatan Lembang, Hana Kusumaningtias, turut memberikan pemaparan mengenai urgensi pembentukan Kelompok Kerja Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTA). Ia menjelaskan bahwa keputusan pembentukan DESTA dituangkan dalam Keputusan Kepala Desa Nomor 400.9.10.1/KEP.100.KESRA/XII/2025.
Lembang termasuk wilayah rawan bencana, terutama longsor, angin kencang, dan banjir bandang. Berdasarkan data BPBD, kawasan Bandung Utara adalah salah satu titik rawan pergerakan tanah, sehingga penguatan kapasitas masyarakat menjadi investasi penting bagi keselamatan warga.
“Tujuan utama DESTA adalah memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pemulihan,” jelas Hana.

Struktur Organisasi DESTA: Tiga Pilar Kesiapsiagaan
DESTA Lembang dibangun dengan struktur komando yang jelas. Kepala Desa bertindak sebagai Pelindung, sementara Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi Pembina. Operasional harian dipimpin oleh Ketua M. Sutrisno yang didampingi Sekretaris Windi Budiarti serta Pokja Relawan Rati Pramesdi.
Struktur ini mengacu pada siklus manajemen bencana dan dibagi ke dalam tiga bidang utama:
- Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Dipimpin Asep Sudarajat. Fokus pada edukasi, pelatihan, dan sistem peringatan dini.
Klaster meliputi:
- Penyuluhan
- Pelatihan dan Simulasi
- Peringatan Dini
- Bidang Kedaruratan dan Logistik
Dipimpin Muharam, menjadi inti respons cepat saat bencana terjadi.
Klaster meliputi:
- Asesmen cepat
- Pertolongan dan evakuasi
- Bantuan/logistik
- Posko siaga bencana

- Bidang Pemulihan
Dipimpin Ajeng Dedi. Fokus pada pemulihan pasca-bencana.
Klaster meliputi:
- Dapur umum
- Pelayanan medis
- Pengungsian
- Komunikasi dan Media Center
- Pertukangan
Dengan masa tugas tiga tahun, para relawan ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.

Peran Strategis dan Kontribusi DESTA bagi Masyarakat
DESTA Lembang selanjutnya akan menyusun dokumen analisis risiko, rencana kontingensi, serta memobilisasi sumber daya lokal. Mereka juga akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk memastikan proses mitigasi dan respons berjalan sesuai standar.
Upaya penguatan kapasitas ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong setiap desa mandiri dalam penanggulangan bencana. Kemandirian dianggap penting mengingat respons BPBD memiliki keterbatasan jarak dan waktu.

Pandangan BPBD: Relawan sebagai Garda Terdepan
Dalam sesi wawancara, Dedi Supriadi dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat menjelaskan bahwa pembentukan Destana merupakan program prioritas pemerintah daerah.
“Target kita adalah seluruh 165 desa di Kabupaten Bandung Barat memiliki Destana. Karena tanpa dukungan kepala desa, Destana tidak mungkin terbentuk,” tegasnya.
Ia mengatakan setiap desa minimal memiliki dua master fasilitator yang telah mengikuti pelatihan kebencanaan. Master inilah yang nantinya melatih warga lainnya sehingga kapasitas desa terus meningkat.

Lebih jauh, Dedi menegaskan bahwa relawan Destana tidak memerlukan syarat khusus selain minat dan panggilan hati.
“Relawan itu tidak ada upahnya. Yang terpenting adalah totalitas tanpa batas. Karena urusan kebencanaan memang tidak ‘seksi’, tidak semua orang mau terlibat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas seperti TAGANA, PMI, PKK, karang taruna, dan tokoh agama.
“Dalam kebencanaan, jangan menonjolkan satu komunitas saja. Semua harus bekerja bersama, karena bencana adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Menuju Desa Lembang yang Lebih Siaga dan Mandiri
Pembentukan Destana menjadi tonggak penting bagi Desa Lembang—sebuah wilayah yang secara geografis dan topografis memiliki tingkat kerentanan tinggi. Dengan adanya struktur kelembagaan yang kuat, partisipasi masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah, Lembang selangkah lebih maju menuju desa yang tangguh secara kelembagaan, sosial, dan teknis dalam menghadapi bencana.

Kepala Desa Lembang, Dikdik Sadikin, menutup acara dengan harapan agar para pengurus Destana menjalankan amanah dengan penuh dedikasi.
“Semoga pengurus yang baru dilantik dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Lembang, menjaga keselamatan, dan memperkuat ketangguhan desa kita tercinta,” tutupnya. (red-nk)