Milangkala ke-41 Desa Sukajaya Hari Kedua: Semangat Sauyunan Warga Menggema di Tengah Hujan hingga Puncak Wayang Golek

165 Desa KBB Bandung Barat

Sukajaya. 20 Desember 2025. Perayaan Milangkala ke-41 Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kedua pada Sabtu, 20 Desember 2025. Mengusung tema besar “Rempug Dukung Sauyunan Ngawangun Desa Nyunda Nyantri Pikeun Ngawangun Jati Diri”, rangkaian kegiatan hari kedua menjadi penegas kuatnya semangat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya dan jati diri Sunda yang religius.

Berbeda dengan hari pertama yang sarat nuansa keagamaan dan sosial, agenda hari kedua lebih banyak diisi kegiatan kebersamaan, olahraga, hiburan rakyat, serta pelestarian seni budaya. Sejak pagi hari, ratusan warga Desa Sukajaya tumpah ruah mengikuti gerak jalan santai yang mengambil rute mengelilingi wilayah desa. Meski hujan sempat turun di tengah kegiatan, antusiasme warga tidak surut. Dengan penuh semangat, peserta tetap melanjutkan kegiatan hingga garis akhir.

Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, bersama jajaran pemerintah desa, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua TP PKK Desa Sukajaya Mia Sutejawati, S.Pd., keluarga besar Haji Jajang Nina Rose Florist, serta unsur masyarakat lainnya. Kebersamaan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan warga.

Usai gerak jalan, kegiatan dilanjutkan dengan senam massal di halaman Kantor Desa Sukajaya. Senam dipandu oleh instruktur Bu Tarno, dengan iringan musik yang membangkitkan semangat. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta senam mencapai sekitar 600 orang, didominasi ibu-ibu, namun juga diikuti kalangan bapak-bapak dan remaja. “Walaupun hujan sempat turun saat gerak jalan, semangat warga luar biasa. Ini bukti bahwa rasa memiliki terhadap desa sangat kuat,” ujar Asep Jembar di sela kegiatan.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran hiburan musik elektone yang dipimpin Kang Efi bersama GSW Musik. Alunan musik mengiringi keceriaan peserta yang tetap bertahan hingga acara pembagian doorprize, salah satu agenda yang paling ditunggu warga. Panitia menyediakan sekitar 600 kupon doorprize yang dibagikan secara gratis, tanpa pungutan biaya apa pun.

“Kupon doorprize tidak dijual, semuanya gratis. Ini murni bentuk apresiasi panitia dan donatur kepada warga,” tegas Asep Jembar. Hadiah yang disediakan pun cukup beragam, mulai dari peralatan rumah tangga hingga hadiah utama berupa mesin cuci dan televisi. Dukungan sponsorship juga datang dari Perusahaan Mebel Anugerah Jaya, yang turut menyumbangkan hadiah utama sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan desa.

Dalam wawancara pada hari kedua Milangkala, Asep Jembar menjelaskan bahwa rangkaian acara hari ini memang dirancang lebih santai dan menghibur. “Kalau hari kemarin hampir seluruh kegiatan bernuansa keagamaan dan sosial, hari ini kami fokus pada kebersamaan dan hiburan, terutama untuk ibu-ibu,” ujarnya. Meski demikian, nilai kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi ruh utama kegiatan.

Selain jajaran pemerintah desa, tamu undangan dari unsur Forkopimcam Lembang juga mulai berdatangan. Salah satunya adalah Danramil Lembang, Kapten Iyet Saryana, yang hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Milangkala ke-41 Desa Sukajaya. Dalam pernyataannya, Kapten Iyet menyebut bahwa tidak semua desa mampu melaksanakan Milangkala secara mandiri dengan dukungan penuh masyarakat.

“Melaksanakan Milangkala Desa itu tidak mudah. Dibutuhkan kekompakan dan dukungan masyarakat. Dari yang saya lihat di Desa Sukajaya, euforia dan rasa syukur masyarakat sangat terasa,” ujar Kapten Iyet. Ia menilai, kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wujud nyata rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap pembangunan desa.

Kapten Iyet juga menyoroti kegiatan sosial yang telah dilaksanakan pada hari pertama, seperti khitanan massal bagi 14 anak Desa Sukajaya, santunan anak yatim piatu, serta kegiatan sosial lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk kehadiran negara di tingkat desa. “Ini bukti bahwa pemerintah desa benar-benar hadir untuk masyarakatnya,” katanya.

Puncak perayaan Milangkala ke-41 Desa Sukajaya dijadwalkan berlangsung pada malam hari dengan pagelaran Wayang Golek. Kesenian tradisional Sunda ini akan dibawakan oleh dalang ternama Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra. Pagelaran wayang golek tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana pelestarian budaya Sunda yang sarat nilai filosofi, moral, dan pendidikan.

“Wayang golek adalah ciri khas budaya Sunda. Dengan menghadirkannya dalam Milangkala Desa, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga menjaga dan melestarikan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Kapten Iyet. Ia menambahkan, kegiatan budaya seperti ini memiliki dampak ekonomi, karena turut menggerakkan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Secara keseluruhan, rangkaian Milangkala ke-41 Desa Sukajaya mencerminkan kuatnya semangat rempug dan sauyunan antara masyarakat dan pemerintah desa. Asep Jembar berharap, momentum ini dapat terus memupuk kebersamaan dan kemandirian desa. “Sesuai tema, kami ingin masyarakat, pemerintah desa, dan seluruh lembaga semakin kompak, rukun, dan bersatu. Gotong royong harus terus hidup,” tegasnya.

Ia juga menekankan makna “Nyunda Nyantri Ngawangun Jati Diri” sebagai landasan pembangunan Desa Sukajaya ke depan. Nyunda berarti menjaga budaya Sunda, sementara nyantri bermakna memperkuat nilai-nilai keagamaan. “Inilah jati diri kita, masyarakat Sunda yang religius dan berbudaya,” pungkasnya.

Dengan antusiasme warga yang tinggi, dukungan donatur, serta sinergi lintas sektor, Milangkala ke-41 Desa Sukajaya tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi dan penguatan arah pembangunan desa menuju masa depan yang lebih mandiri, berkarakter, dan berdaya saing. (red-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *