Milangkala ke-155 Desa Ciwaruga: Merawat Sejarah, Menguatkan Budaya

165 Desa KBB Bandung Barat

Ciwaruga. 25 Desember 2025. Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menandai perjalanan sejarah panjangnya melalui peringatan Milangkala ke-155 yang digelar khidmat dan meriah di Lapangan Aryanti Ciwaruga, Kamis, 25 Desember 2025. Mengusung tema “Maju, Sejahtera, dan Berbudaya”, peringatan ini menjadi refleksi kolektif atas sejarah, sekaligus peneguhan arah pembangunan desa ke depan.

Rangkaian kegiatan Milangkala Desa Ciwaruga ke-155 diisi dengan Tabligh Akbar, pagelaran seni budaya Sunda, serta puncak acara berupa Wayang Golek Giri Harja 3 Putra. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, pelaku UKM, serta para tamu undangan.

Kepala Desa Ciwaruga, Dadang Carmana, S.IP., M.MP., hadir langsung bersama jajaran pemerintah desa. Turut mendampingi, Ketua TP-PKK Desa Ciwaruga Sri Estina Rahayu, A.Md., serta penceramah Tabligh Akbar, Ustadz Totoh Naufal Istikhori, yang akrab dikenal sebagai Ustadz Boboko, pengasuh Pondok Pesantren Dakwah Darul Purqon Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Ciwaruga Dadang Carmana menegaskan bahwa Milangkala bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat identitas desa serta mempererat ikatan sosial masyarakat. “Tema Maju, Sejahtera, dan Berbudaya menjadi ruh bagi seluruh program yang kami jalankan, baik pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, maupun pembinaan sosial dan budaya,” ujarnya.

Dadang menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh tercerabut dari akar budaya. Oleh karena itu, pelestarian seni dan budaya Sunda menjadi salah satu prioritas. Dalam Milangkala tahun ini, berbagai kesenian lokal ditampilkan, mulai dari reog, cianjuran, calung, hingga pencak silat. “Ciwaruga sejak dulu dikenal memiliki banyak tokoh seni dan budaya. Ini adalah kekayaan yang harus terus dirawat agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” katanya.

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan bahwa Milangkala Desa Ciwaruga juga menjadi ruang penghormatan terhadap sejarah dan para pendahulu. Ia mengingatkan bahwa Desa Ciwaruga pertama kali dipimpin oleh Kepala Desa bernama Singapraja pada tahun 1870. Hingga kini, telah tercatat sepuluh kepala desa yang memimpin, dengan dirinya sebagai kepala desa ke-10. “Kami mendoakan para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya yang telah berjasa, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Sejak awal kepemimpinannya, Dadang menjadikan peringatan Milangkala sebagai program prioritas desa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hajat bersama seluruh warga Ciwaruga dan menjadi sarana silaturahmi lintas generasi. Pemerintah desa pun secara rutin mengundang unsur pemerintah daerah, mulai dari bupati, organisasi perangkat daerah terkait, camat, hingga para kepala desa di wilayah sekitar.
Selain aspek budaya dan spiritual, Milangkala Desa Ciwaruga ke-155 juga memberi ruang besar bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 18 stan UKM perwakilan RW Desa Ciwaruga turut ambil bagian, ditambah lebih dari seratus pedagang umum dan pedagang keliling yang meramaikan pagelaran Wayang Golek.

Ketua Seksi UKM, Junaedi, mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku usaha sangat tinggi. “Momentum Milangkala ini kami jadikan sebagai ajang branding bahwa Desa Ciwaruga memiliki UKM yang aktif dan produktif. Respons masyarakat luar biasa, bahkan masih banyak yang ingin bergabung, namun keterbatasan lahan membuat kami sementara hanya bisa menampung 18 stan,” ujarnya.

Junaedi menambahkan, pedagang yang terlibat tidak hanya berasal dari Ciwaruga, tetapi juga dari desa sekitar seperti Sariwangi, Ciwugur, dan Bejar Kalong. “Kemungkinan besok jumlah pedagang bisa mencapai sekitar 80 orang. Ini menunjukkan bahwa kegiatan desa juga berdampak langsung pada pergerakan ekonomi lokal,” katanya.

Dukungan terhadap kegiatan Milangkala datang dari berbagai pihak, termasuk sponsor seperti Telkomsel, U Rise, dan Rami Sound Live. Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim yang bersumber dari donatur dan masyarakat yang menyisihkan sebagian rezekinya.

Keterlibatan seniman lokal, seperti Reog Borohol Ciwaruga yang dipimpin Hobir, semakin menguatkan semangat kebersamaan dalam peringatan Milangkala ini. Hingga akhir rangkaian acara, pemerintah desa berharap seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Milangkala ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga semangat persatuan, lestarikan budaya, dan terus bergerak menuju Desa Ciwaruga yang maju, sejahtera, dan berbudaya,” pungkas Dadang Carmana. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *