Santunan Anak Yatim Warnai Milangkala ke-43 Desa Karyawangi, Nina Rosse Florist Tegaskan Komitmen Sosial Berkelanjutan

Bandung Barat Profil

Bandung Barat. 27 Desember 2025. Milangkala ke-43 Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi panggung nyata kepedulian sosial melalui santunan kepada ratusan anak yatim dan kaum duafa. Perhatian publik pada peringatan hari jadi desa tahun ini tertuju pada kontribusi Nina Rosse Florist, yang secara konsisten menyalurkan bantuan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan hari kedua Milangkala, sebanyak 302 anak yatim dan orang tua menerima santunan yang bersumber dari kepedulian Hajah Nina dan Haji Jajang, pemilik Nina Rosse Florist. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di hadapan masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintahan desa.

Hajah Nina menyampaikan bahwa santunan anak yatim merupakan komitmen yang terus dijaga dan ditingkatkan dari tahun ke tahun. Ia menegaskan bahwa berbagi bukan semata kegiatan seremonial, melainkan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab sosial.

“Alhamdulillah, jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 302 orang, terdiri dari anak yatim dan para orang tua. Setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Mudah-mudahan ke depan kami bisa berbagi lebih luas lagi,” ujar Hajah Nina.

Menurutnya, kegiatan sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan usaha yang dijalankannya. Selain santunan anak yatim, Nina Rosse Florist juga rutin membantu kegiatan sosial di lingkungan sekitar serta memperhatikan kesejahteraan karyawan.

“Karyawan tetap menjadi prioritas utama. Setiap bulan kami berusaha berbagi, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun dukungan sosial lainnya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Haji Jajang menuturkan bahwa membantu anak yatim merupakan kewajiban moral yang harus dijalankan selama masih diberi kelapangan rezeki.

“Anak yatim memang harus kita bantu. Kalau ada rezeki, walaupun sedikit, harus bisa berbagi. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus meningkat dan memotivasi yang lain,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Nina Rosse Florist telah menjalankan sejumlah program sosial di desa lain, dan ke depan diharapkan cakupan bantuan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah.

Santunan tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Milangkala ke-43 Desa Karyawangi, yang tahun ini mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Selain penyaluran bantuan, kegiatan juga diisi dengan jalan santai bersama warga, pengundian doorprize, serta Tabligh Akbar.
Kepala Desa Karyawangi, Dadang Sudayat mengapresiasi peran para donatur, khususnya Nina Rosse Florist, yang dinilainya telah memberikan teladan dalam membangun solidaritas sosial di tingkat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Santunan kepada anak yatim ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha dapat memberikan manfaat nyata,” ujarnya, untuk itu Desa Karyawangi memberi Piagam Penghargaan atas kepedulian Nina Rose Florist atas keperduliannya.

Puncak acara diisi dengan Tabligh Akbar bersama Ustadz Nana Gerhana, yang mengajak masyarakat untuk menjaga nilai kejujuran, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari amanat perjuangan bangsa.

Dalam tausiahnya, Ustadz Nana menekankan bahwa kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan para pahlawan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Selain Nina Rosse Florist, kegiatan Milangkala juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor lainnya, seperti Telkomsel by.U, Chocodrink, Mie Sedaap, Putra Sauyunan, serta Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti. Dukungan tersebut turut menyukseskan jalannya acara yang dihadiri ribuan warga.

Milangkala ke-43 Desa Karyawangi tidak hanya menjadi perayaan usia desa, tetapi juga ruang refleksi tentang pentingnya kepedulian sosial dan kolaborasi. Kontribusi Nina Rosse Florist melalui santunan ratusan anak yatim menjadi pengingat bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan berawal dari empati, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama. (kk-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *