Progres Koperasi Desa Merah Putih Situwangi Capai 90 Persen, TNI Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Perdesaan

Bandung Barat KDMP Bandung Barat

Situwangi, Bandung Barat. 13 Januari 2026. Komando Distrik Militer (Kodim) 0609/Cimahi menggelar video conference (vicon) bersama Wakil Panglima TNI dan Wakil Direktur Utama PT Agriinas dalam rangka evaluasi pembangunan Kantor Deklarasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Situwangi, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan yang berlangsung di Kantor KDMP, Kampung Baru, Desa Situwangi ini menjadi bagian dari pemantauan rutin terhadap percepatan pembangunan koperasi yang diproyeksikan sebagai sokoguru perekonomian desa.

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 0609/Cimahi Letkol Inf Ratno, S.H., M.I.P., Komandan Rayon Militer (Danramil) 0901/Cililin Kapten Inf Arif Fahrudin beserta jajaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa), perwakilan Kecamatan Cihampelas, Kusnandar, serta Kepala Desa Situwangi Uus Abdurrahman bersama perangkat desa.

Dalam keterangannya, Letkol Inf Ratno menyampaikan bahwa Desa Situwangi dipilih sebagai lokasi evaluasi karena progres pembangunan Kantor KDMP dinilai paling tinggi dibandingkan desa lain di wilayah teritorialnya. “Saat ini progresnya kurang lebih sudah mencapai 90 persen. Mungkin dalam waktu satu minggu ke depan, koperasi atau KDMP ini sudah dapat berdiri,” ujar Ratno dalam sesi wawancara usai vicon.

Menurut Ratno, evaluasi pembangunan Kantor Deklarasi KDMP dilaksanakan secara rutin setiap pekan, tepatnya setiap hari Selasa, dan dipantau langsung oleh Wakil Panglima TNI. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi di tingkat desa.

Ia menambahkan, capaian Situwangi diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain agar lebih cepat menyelesaikan pembangunan serupa. “Adanya target pada 31 Januari nanti yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden menjadi motivasi tersendiri,” kata Ratno.

Terkait desa yang masih menghadapi kendala, Ratno menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan ketersediaan lahan yang berbeda. “Ada desa yang memiliki lahan, tetapi lokasinya tidak strategis atau tidak sesuai dengan ukuran dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, kami memprioritaskan lahan-lahan yang memang sesuai dengan ketentuan,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa wacana tahap kedua pembangunan masih menunggu arahan kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

Faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan. Namun, Ratno menegaskan bahwa pihaknya bersama kontraktor dan konsultan berupaya mengatur waktu kerja agar tetap produktif. “Ketika hujan turun dan pembangunan fisik tidak bisa dilakukan, maka kegiatan lain seperti pekerjaan pabrikasi atau pekerjaan pendukung tetap dilaksanakan. Dengan begitu, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia,” tuturnya.

Persoalan akses jalan menuju lokasi KDMP turut menjadi perhatian. Ratno berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui perbaikan infrastruktur. “Akses jalan merupakan ranah pemerintah daerah. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, KDMP atau koperasi ini akan semakin hidup karena semakin mudah dijangkau,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Situwangi Uus Abdurrahman menyambut baik pendampingan dari Kodim 0609/Cimahi. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih di desanya termasuk yang tercepat penyelesaiannya. “Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 90 persen. Mudah-mudahan ini membawa hikmah dan manfaat, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Situwangi,” ujarnya.

Uus menjelaskan, meski lokasi koperasi berada di kawasan perbukitan, pemerintah desa berkomitmen untuk membuka akses jalan tembus sepanjang kurang lebih 300 meter dari RW 04. “Insya Allah pada tahun 2026, bagaimanapun caranya, yang penting ada jalan tembus. Saya fokus pada akses jalan karena koperasi ini nantinya harus dikunjungi oleh banyak masyarakat,” katanya.

Selain sebagai pusat aktivitas ekonomi, kawasan sekitar KDMP juga direncanakan dikembangkan menjadi ruang publik dengan fasilitas penunjang seperti gazebo dan sentra kuliner. Letaknya yang berada di perbatasan Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, dan Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, dinilai memiliki potensi strategis sebagai simpul pergerakan ekonomi antardaerah.

Dalam konteks nasional, penguatan koperasi desa sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai pilar pembangunan. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa koperasi yang dikelola secara profesional dan berbasis potensi lokal mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas lapangan kerja di perdesaan.

Ratno menegaskan bahwa peran TNI dalam program ini bersifat pendampingan pembangunan fisik dan penguatan semangat kebersamaan. “Koperasi ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat desa. Kami dari TNI diberi tugas untuk membangun, namun selanjutnya bagaimana koperasi ini dihidupkan adalah peran desa itu sendiri,” ujarnya.

Ia berharap Koperasi Desa Merah Putih Situwangi kelak benar-benar menjadi sokoguru perekonomian lokal. Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dukungan lintas sektor, koperasi ini diharapkan tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi warga sekitar. (ad-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *