Dari Kecamatan Tetangga, Solidaritas Mengalir: Aksi Camat Lembang dan warga Lembang untuk Pasirlangu

Bandung Barat Nasional

Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 25 Januari 2026. Solidaritas lintas wilayah ditunjukkan dimana Pemerintah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dalam merespons bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Camat Lembang Bambang Eko turun langsung ke lokasi bencana, mengoordinasikan bantuan tahap pertama dari warga Lembang sebagai wujud kepedulian terhadap wilayah tetangga terdekat yang sedang tertimpa musibah.

Bambang Eko menyampaikan bahwa Kecamatan Lembang dan Kecamatan Cisarua memiliki kedekatan geografis dan sosial. Jarak antara Kantor Kecamatan Lembang dan Kantor Kecamatan Cisarua hanya sekitar 9,4 kilometer, kedua Kecamatan dan sama di area Bandung Utara, sehingga musibah yang terjadi di Pasirlangu dirasakan pula oleh warga Lembang. Atas dasar itu, ia bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati, segera menggerakkan koordinasi donasi dari masyarakat Lembang.

“Alhamdulillah, kami dari Kecamatan Lembang bersama TP-PKK mengoordinasikan bantuan atau donasi tahap pertama dari warga Lembang untuk saudara-saudara kami yang terdampak longsor di Kecamatan Cisarua,” ujar Bambang Eko saat berada di lokasi bencana.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bambang Eko turun langsung ke lapangan dengan pengawalan masyarakat Cilumber yang peduli, di antaranya H. Eutik, pak Arif, kang Rendi, serta putra H. Eutik yang dikenal dengan sapaan Kang Dokter Haji Muda. Kehadiran unsur masyarakat ini memperkuat pesan bahwa bantuan bukan hanya gerakan pemerintah, melainkan gotong royong warga lintas desa dan kecamatan.

Bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai unsur, termasuk dari Camat Lembang secara pribadi, lembaga Rumah Quran Lembang (RQL), serta donasi masyarakat. Dari hasil penggalangan tahap pertama, terkumpul dana sebesar Rp5.400.000. Seluruh dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan bantuan yang disesuaikan dengan kondisi darurat di lokasi bencana.

“Prinsip kami grecep, bergerak secepatnya. Berapa pun bantuan dari warga, yang penting segera sampai ke lokasi dan bisa dimanfaatkan,” kata Bambang Eko. Menurut dia, kecepatan distribusi menjadi kunci dalam situasi darurat, terutama saat korban masih membutuhkan logistik dasar dan dukungan moril.

Selain penyaluran bantuan, keterlibatan warga Kecamatan Lembang juga tampak dalam proses evakuasi korban. Sejumlah relawan yang terjun langsung ke lokasi longsor di Pasirlangu berasal dari 16 desa se-Kecamatan Lembang. Para relawan tersebut memilih menginap di tenda-tenda relawan demi mempercepat proses kemanusiaan di lapangan. Pemerintah Kecamatan Lembang memastikan bahwa dalam waktu dekat, rombongan relawan dan bantuan tahap kedua akan kembali diberangkatkan ke Kecamatan Cisarua untuk melanjutkan dukungan bagi warga terdampak bencana.

Di tengah upaya membantu wilayah tetangga, Kecamatan Lembang juga menghadapi musibah serupa. Pada 24 Januari 2026 sekitar dini hari, satu rumah di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, ambruk akibat longsor lokal. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Bambang Eko mengatakan pihak kecamatan langsung melakukan mitigasi dan menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.

“Kejadian di Desa Sukajaya waktunya hampir bersamaan dengan musibah di Pasirlangu. Kami segera menindaklanjuti dengan mitigasi dan bantuan,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mendoakan, baik bagi korban di Cisarua maupun di Lembang.

Selain bantuan tahap pertama, Pemerintah Kecamatan Lembang membuka peluang donasi lanjutan. Bambang Eko mengimbau masyarakat Lembang untuk kembali berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tahap kedua. Ia menegaskan bahwa kepedulian kolektif sangat dibutuhkan mengingat dampak longsor yang luas dan proses pemulihan yang tidak singkat.

Tak lupa, Bambang Eko dan jajaran TP-PKK Kecamatan Lembang menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta masyarakat dijauhkan dari bencana serupa di masa mendatang.

Sebelumnya, lokasi bencana longsor Pasirlangu telah dikunjungi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Wakil Presiden meninjau langsung titik longsor dan pengungsian warga. Pemerintah pusat dan daerah memastikan alat berat sudah dapat dioperasikan untuk evakuasi dan pembersihan material. Tim SAR gabungan juga terus melakukan pencarian korban dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam peninjauannya menyoroti alih fungsi lahan di kawasan kaki Gunung Burangrang yang dinilai memperparah risiko longsor. Data BPBD Jawa Barat mencatat sedikitnya 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak, dengan puluhan rumah dan lahan pertanian rusak. Pemprov Jawa Barat berkomitmen melakukan penataan ulang kawasan rawan bencana dan relokasi warga.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah pencarian dan penyelamatan korban, serta penyediaan posko dan logistik bagi pengungsi dan relawan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, seiring potensi hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari.

Di tengah perhatian pemerintah pusat dan daerah, gerak cepat Camat Lembang Bambang Eko bersama warga menjadi contoh nyata solidaritas akar rumput. Dari kecamatan tetangga, bantuan dan empati mengalir, menegaskan bahwa di tengah bencana, gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Bandung Barat. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *