Great Teacher KBB Jadi Panggung Literasi Emas, Yogi Subagja Ajak Guru Bangun Aset Jangka Panjang

Bandung Barat

Bandung Barat, 29 Januari 2026. Di tengah dinamika ekonomi global yang kian fluktuatif, kesadaran akan perlindungan aset masa depan menjadi krusial bagi tenaga pendidik. Menyadari hal tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir memberikan literasi keuangan yang menyentuh sisi humanis dan kemapanan finansial dalam acara “Great Teacher” yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat. Bertempat di Gedung HBS, ratusan guru dari jenjang MI hingga MTs mengikuti pemaparan mendalam mengenai pentingnya emas sebagai instrumen penyelamat di masa krisis.

​Branch Manager BSI Dago, Yogi Subagja, mengapresiasi antusiasme tinggi para pengajar yang hadir. Menurutnya, momentum ini sangat relevan mengingat harga emas dunia saat ini tengah melonjak tajam hingga menyentuh angka USD 5.550 per troy ounce. Di pasar domestik, harga emas Antam bahkan telah mencapai Rp3.165.000 per gram setelah mengalami kenaikan harian sebesar Rp165.000. Kondisi ini dipicu oleh ketidakstabilan geopolitik global dan kebijakan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat yang berdampak pada anjloknya indeks saham global hingga 8 persen dalam sehari.

​”Jika hujan adalah krisis, maka payungnya adalah emas,” ujar Yogi Subagja saat memberikan paparan di hadapan para audiens. Ia menekankan bahwa emas bukan sekadar komoditas, melainkan aset yang telah teruji nilainya selama ribuan tahun. Yogi membagikan pengalaman pribadi yang menyentuh terkait likuiditas emas dibandingkan aset tetap seperti tanah. Saat keluarganya membutuhkan dana cepat untuk biaya pengobatan di luar negeri, emas terbukti menjadi solusi instan karena kemudahannya untuk dicairkan kapan saja.

​Sejak diresmikan oleh Presiden Haji Prabowo Subianto sebagai bullion bank pertama di Indonesia pada 24 Februari lalu, BSI berkomitmen penuh mendukung program hilirisasi emas nasional. Fokus utama lembaga ini adalah memastikan emas yang dihasilkan di tanah air dapat diserap dan dimiliki oleh masyarakat sendiri, bukan sekadar diekspor dalam bentuk mentah. Saat ini, BSI menawarkan solusi kepemilikan emas yang inklusif, di mana masyarakat dapat mulai berinvestasi hanya dengan nominal Rp50.000 melalui tabungan emas.

​Selain itu, BSI menyediakan fasilitas cicilan emas dengan uang muka yang sangat ringan, yakni 5 persen. Khusus untuk para pendidik di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung Barat, tersedia program kerja sama berupa cicilan emas tanpa uang muka (0%) dan bebas biaya administrasi. Keunggulan sistem syariah ini memastikan angsuran tetap konsisten sesuai akad awal, sehingga nasabah tetap terlindungi meskipun harga emas melonjak di masa depan.

​”Harapan ke depan, masyarakat Kabupaten Bandung Barat dapat mulai memiliki simpanan emas jangka panjang. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa satu dinar setara dengan satu ekor kambing, dan hingga kini nilai tersebut tetap terjaga. Ini adalah bukti bahwa emas adalah aset yang selalu dicari dalam kondisi apa pun,” tambah Yogi. Selain fokus pada emas, BSI yang baru saja meraih penghargaan sebagai The Best Global Islamic Bank No. 1 in the World juga menawarkan produk unggulan lain seperti tabungan haji dan umrah untuk membantu masyarakat menyempurnakan rukun Islam kelima melalui perencanaan keuangan yang terarah.

​Cetak Guru Inspiratif dan Berjiwa Entrepreneur
​Kegiatan “Great Teacher” yang diinisiasi oleh Kemenag KBB ini merupakan rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti. Mengusung tema “Momen Perubahan Bersama – Teacherpreneur Nusantara”, acara ini bertujuan untuk melahirkan guru yang tidak hanya kompeten di dalam kelas, tetapi juga adaptif terhadap peluang ekonomi dan inovasi zaman.
​Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bersama Wakil Bupati Asep Ismail, turut hadir memberikan dukungan moril kepada para guru. Kepala Kantor Kemenag KBB, H. Mukti Hartono, beserta Kasubag Pendidikan Madrasah, H. Deden Syarif Hidayatullah, menekankan bahwa peningkatan profesionalisme guru harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan dan kemandirian mental.

​Kehadiran motivator Syafii Efendi, yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia BRICS Youth Forum, semakin membakar semangat para peserta. Melalui sesi motivasi, para guru didorong untuk mengubah pola pikir dari sekadar pengajar menjadi penggerak perubahan (agent of change) yang kreatif. Kolaborasi antara literasi finansial dari BSI dan motivasi kewirausahaan dari Kemenag KBB ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat, di mana para guru memiliki ketahanan finansial yang kokoh guna menunjang pengabdian mereka bagi masa depan bangsa. (rai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *