Turun Sejak Awal Bencana, Maya Ekawati Dampingi Penanganan Longsor Desa Sukajaya

Bandung Barat

Lembang, Bandung Barat, 3 Februari 2026. Penanganan pasca longsor Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tidak hanya berfokus pada aspek tanggap darurat, tetapi juga pada pemulihan sosial, perlindungan keluarga, dan penguatan ketahanan masyarakat. Dalam proses ini, Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati, tampil aktif sejak hari pertama kejadian dengan pendekatan yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama kerja sosial.

Sejak awal bencana, Maya Ekawati terlibat langsung dalam pemantauan kondisi warga, koordinasi dapur umum, pendampingan keluarga pengungsi, serta penguatan perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan balita. Kehadirannya di lapangan tidak hanya dalam kapasitas struktural, tetapi sebagai bagian dari kerja sosial yang berbasis empati dan kedekatan dengan masyarakat.

“Dalam situasi bencana, yang paling rentan harus menjadi prioritas. Anak-anak, ibu, lansia, dan keluarga pengungsi membutuhkan perlindungan yang utuh, bukan hanya logistik, tetapi juga rasa aman,” ujar Maya Ekawati di lokasi pengungsian.

Bersama para kader TP-PKK Kecamatan Lembang, Maya mengoordinasikan pendirian dapur umum, distribusi bantuan pangan, air bersih, kebutuhan sandang, serta pendampingan psikososial ringan bagi keluarga terdampak. Pendekatan yang dilakukan berbasis kebutuhan riil warga, dengan memastikan distribusi bantuan berjalan adil, terukur, dan tepat sasaran.

Kepemimpinan Lapangan yang Bersinergi
Dalam seluruh rangkaian penanganan bencana, Maya Ekawati selalu didampingi Camat Lembang, Bambang Eko, yang sejak hari pertama berada di garis depan memimpin evakuasi, membuka jalur koordinasi lintas sektor, serta mengonsolidasikan unsur pemerintahan, relawan, dan masyarakat.

Camat Bambang Eko menjadi figur kunci dalam menggerakkan kerja struktural pemerintahan, sementara TP-PKK memperkuat dimensi sosial dan kemanusiaan. Sinergi ini membentuk pola penanganan bencana yang tidak hanya administratif, tetapi juga berorientasi pada perlindungan manusia dan keluarga.

Dukungan Pemerintah Kabupaten dan Negara
Dukungan pemerintah daerah ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang turun langsung ke lokasi bencana beberapa hari pascakejadian. Ia meninjau kondisi wilayah terdampak sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga sebagai bentuk kehadiran negara di tengah krisis.

Dari tingkat pusat, Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan tenda pengungsian, yang menjadi fasilitas utama bagi warga yang rumahnya berada di zona rawan longsor.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, H. Idad Sa’adudin, turut mengoordinasikan distribusi bantuan sosial bersama Dinas Sosial, serta bersinergi dengan BNPB dan BPBD dalam penguatan sistem tanggap darurat dan perlindungan warga.

Perspektif Desa dan Perlindungan Jiwa
Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, menegaskan bahwa pengungsian dilakukan sebagai langkah perlindungan jiwa. Pemerintah desa terus melakukan pendataan warga terdampak, pemetaan risiko, serta koordinasi lintas sektor dalam upaya pemulihan dan mitigasi bencana jangka panjang.

Layanan Kesehatan dan Perlindungan Lingkungan
Dari sektor kesehatan, Kepala Puskesmas Jayagiri, Siswanto, bersama tim medis aktif memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada pengungsi, termasuk ibu hamil, balita, dan lansia, serta melakukan pemantauan sanitasi lingkungan pengungsian guna mencegah penyakit pascabencana.

Solidaritas Sosial: Gotong Royong Tanpa Sekat
Penanganan pasca longsor Desa Sukajaya juga ditopang oleh solidaritas sosial lintas wilayah dan komunitas, yang hadir secara nyata dan berkelanjutan, antara lain:

Bantuan dari BAZNAS
Bantuan dari TP-PKK Kecamatan Lembang
Bantuan dari Pemerintahan Kecamatan Lembang
Bantuan dari Pemerintahan Desa Sukajaya
Bantuan dari Pemerintahan Desa Pagerwangi beserta warganya
Bantuan dari Pemerintahan Desa Ciwaruga beserta warganya
Bantuan dari warga Desa Sukajaya yang berada dalam satu wilayah terdampak
Bantuan dari warga Desa Lembang
Bantuan dari warga Kampung Cilumber yang dikoordinir oleh Haji Eutik dan istri
Bantuan dari warga Desa Cikole yang dikoordinir Ketua RW 10, Bapa Apud Juna
Bantuan dari IGTKI-PGRI Cabang Lembang
Bantuan dari Dinas Sosial
Bantuan dari BNPB

Seluruh elemen tersebut membentuk jaringan solidaritas yang bekerja tanpa sekat struktural, menghadirkan gotong royong sebagai kekuatan sosial utama dalam menghadapi bencana.

Pemulihan Berbasis Kemanusiaan
Bagi Maya Ekawati, pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Yang perlu dipulihkan bukan hanya rumah, tetapi rasa aman, martabat, dan ketahanan keluarga,” ujarnya.

Pendekatan TP-PKK Kecamatan Lembang diarahkan pada penguatan keluarga, perlindungan sosial, serta pemulihan psikososial masyarakat terdampak, sebagai fondasi jangka panjang bagi ketahanan komunitas.

Pasca longsor Desa Sukajaya, kerja bersama ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal kebijakan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan keberpihakan pada manusia. Di tengah keterbatasan, kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, komunitas, dan warga menjadi wajah nyata solidaritas yang hidup di tengah masyarakat Lembang dan Bandung Barat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *