Bandung Barat, 20 Februari 2026. Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, menilai kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang digelar di Aula Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk penanganan dampak bencana longsor.
Dalam wawancara usai kegiatan, Asep menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pelaksanaan pengawasan oleh DPRD Kabupaten Bandung Barat yang dinilai memberikan ruang evaluasi sekaligus bimbingan bagi pemerintah desa.

“Ini kewajiban DPRD mengadakan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah dan kami juga punya kewajiban untuk diawasi. Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bimbingan terkait langkah-langkah yang harus diperbaiki dan dijalani ke depan,” ujarnya.
Menurut Asep, program pengawasan memberi manfaat nyata karena membuka kesempatan bagi pemerintah desa untuk memperbaiki pelayanan serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi Sukajaya dan kebutuhan warganya.

Selain aspek tata kelola, Asep menyoroti persoalan bencana longsor yang masih menjadi perhatian utama di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa dua titik terdampak memerlukan penanganan serius berdasarkan kajian teknis yang merekomendasikan relokasi demi keamanan warga.
“Kalau menurut kajian geologi, untuk aman seharusnya relokasi. Kendalanya, kami belum memiliki ketersediaan lahan desa untuk relokasi,” katanya.
Asep mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk mencari solusi. Upaya tersebut termasuk pembahasan bersama dinas terkait dan pendampingan kepada keluarga terdampak.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah memberikan respons positif dengan kesiapan membantu pembangunan rumah bagi warga terdampak, namun persoalan lahan masih menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan bersama.
“Kami sudah sampai ke pemerintah provinsi untuk pembahasan relokasi. Responsnya baik, ada kesiapan membantu pembangunan rumah, tetapi lahan masih harus dicari,” jelasnya.
Asep berharap dukungan lintas pemerintah dapat terus mengalir, termasuk kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat apabila diperlukan. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar proses relokasi dapat segera terealisasi dan memberikan kepastian bagi warga.

“Harapannya banyak pihak bisa mendorong dan membantu, terutama terkait ketersediaan lahan. Mudah-mudahan jika kabupaten atau provinsi memiliki keterbatasan, bisa berlanjut ke pemerintah pusat untuk penanganan relokasi,” katanya.
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, pemerintah desa juga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan desa yang dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Forum yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi secara langsung. Sejumlah isu mengemuka, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, hingga dukungan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat, Pither Tjuandys, dalam arahannya menegaskan bahwa pengawasan bertujuan memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan penggunaan anggaran dilakukan secara akuntabel.
Ia juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait dalam menyusun usulan program pembangunan serta melaporkan berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dengan partisipasi aktif warga yang menyampaikan masukan terkait layanan publik dan bantuan sosial. Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut dalam perencanaan program daerah.
Bagi Pemerintah Desa Sukajaya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga kesempatan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Asep menegaskan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi desa.
“Program seperti ini sangat bermanfaat bagi pemerintah desa Sukajaya untuk memperbaiki langkah ke depan,” tuturnya.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan berbagai persoalan, termasuk penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur, dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Sukajaya. (aq-nk)