Lembang, 27 Maret 2026. Pascamasa libur Lebaran, tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendorong Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum sektor B menggelar aksi bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Jalan Kolonel Masturi (Alam Sejuk) hingga aliran Sungai Imah Seniman, Desa Cikahuripan, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah setempat.

Aksi diawali dengan apel kesiapan yang digelar di depan Villa Lagenta pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Komandan Satgas Citarum Harum sektor B, Kolonel Infanteri Yanto, dan dihadiri Camat Lembang Bambang Eko, Kapolsek Lembang AKP Dana Suhendi, Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati, serta perwakilan UPT Kebersihan, Puskesmas Jayagiri, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.

Puluhan prajurit TNI bersama perangkat kecamatan, kader PKK, tenaga kesehatan, dan warga sekitar turun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah yang tersebar di sepanjang jalan dan aliran sungai. Mereka membawa berbagai perlengkapan kebersihan seperti sapu, sekop, serta kantong sampah (trash bag) untuk menampung limbah yang terkumpul. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan truk untuk dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Kolonel Infanteri Yanto menjelaskan, peningkatan volume sampah setelah masa libur panjang menjadi perhatian serius, terutama di kawasan Lembang yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Aktivitas wisatawan yang tinggi kerap meninggalkan jejak berupa sampah di ruang publik.
“Setelah Lebaran dan hari libur selama beberapa hari tidak lepas dari sampah, apalagi Lembang sebagai daerah wisata sehingga banyak wisatawan yang meninggalkan sampah di jalanan,” ujar Yanto.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Menurut dia, sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan dampak serius, termasuk potensi banjir yang merugikan masyarakat.
“Dari sekian sampah yang dibuang dan menumpuk menjadi besar akan mengakibatkan banjir dan menyengsarakan kita bersama,” katanya.
Yanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat.
“Lingkungan bukan warisan, tetapi titipan untuk anak cucu kita,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati, menyampaikan apresiasi atas partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Alhamdulillah kita hari ini kerja bakti di lokasi Citarum Harum, membersihkan dari seputar Lagenta sampai bawah. Mudah-mudahan aksi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan,” ujar Maya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurut dia, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
“Jangan lagi membuang sampah sembarangan karena akan membahayakan lingkungan. Pesan saya, jagalah kebersihan dan buang sampah pada tempatnya,” kata dia.

Kegiatan ini turut melibatkan Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto, jajaran perangkat desa, kepala dusun, ketua RW dan RT, serta kelompok Destana (Desa Tangguh Bencana) setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Secara umum, kondisi pascalibur panjang memang sering diikuti dengan peningkatan volume sampah, terutama di kawasan wisata. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah seperti Lembang yang memiliki intensitas kunjungan wisatawan cukup tinggi.

Upaya pembersihan yang dilakukan Satgas Citarum Harum bersama masyarakat diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek dalam mengurangi sampah, tetapi juga mendorong kesadaran jangka panjang. Edukasi dan keteladanan di lapangan dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun budaya bersih di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayah Lembang. Kebersihan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa mendatang. (nk)