Cimahi 28 Desember 2025. Banjir kembali melanda wilayah Kota Cimahi. Pada Minggu, 28 Desember 2025, genangan air dengan debit cukup besar merendam sejumlah titik di Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah. Peristiwa ini dipicu oleh meluapnya aliran Sungai Cihaur dan Sungai Cisangkan yang membawa air dalam volume tinggi dari wilayah hulu, sementara kapasitas saluran air di wilayah hilir dinilai tidak lagi memadai.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Hj. Ike Hikmawati, S.S., M.Pd., menyoroti serius kejadian tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang dirasakan langsung oleh warga, khususnya di wilayah Cimahi bagian barat yang terdampak cukup parah. Menurutnya, persoalan banjir bukan semata akibat curah hujan tinggi, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi infrastruktur pengendali banjir yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
“Aliran Sungai Cihaur dan Sungai Cisangkan hari ini membawa debit air sangat besar dari wilayah atas atau hulu, sementara daya tampung saluran di wilayah bawah tidak memadai. Kondisi ini menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan,” ujar Ike Hikmawati, merujuk pada laporan lapangan yang diterimanya.
Dalam kejadian tersebut, dilaporkan tanggul di perbatasan antara Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Setiamanah mengalami jebol. Selain itu, tanggul sementara di RT 04 RW 19 Kelurahan Padasuka juga bobol, sehingga air meluap ke permukiman warga. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, banjir menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kerugian material.
Sebagai langkah tindak lanjut, DPRD Kota Cimahi bersama Pemerintah Kota Cimahi telah menyusun rencana penanganan jangka menengah dan panjang. Perbaikan tanggul di perbatasan Padasuka–Setiamanah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2026. Selain itu, pembangunan tanggul permanen di RT 04 RW 19 Kelurahan Padasuka juga masuk dalam daftar prioritas tahun yang sama, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Untuk penanganan sementara, tim di lapangan melakukan pengerukan sedimen sungai guna memperlancar aliran air. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat agar genangan dapat segera surut dan risiko banjir susulan dapat diminimalkan.
Hj. Ike Hikmawati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir. “Terima kasih kepada BPBD, KSB, Lurah Padasuka, FPRB, Relawan Cimahi, Pramuka Kota Cimahi, serta para relawan lainnya yang telah bahu-membahu hingga malam hari, sekitar pukul 21.30 WIB. Semoga mendapat pahala dan balasan terbaik dari Allah Swt,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Ike mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus peduli terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan sungai dan saluran air. Ia berharap Pemerintah Kota Cimahi dapat menghadirkan solusi nyata, terencana, dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi. “Bersama kita jaga lingkungan, seraya memohon perlindungan dan kekuatan. Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh,” demikian akhir dari doa yang disampaikan Ike. (nk)