BUMDES Suka Maju Batulayang Kembangkan 700 Ayam Petelur, Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Bandung Barat Bumdes KBB

Cililin, 12 Februari 2026. BUMDES Suka Maju Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan tahun anggaran 2025. Program ini didanai dari alokasi 20 persen Dana Desa yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal.

Usaha peternakan tersebut berlokasi di Kampung Lewinutug, RW 3, RT 3. Hingga saat ini, terdapat 700 ekor ayam petelur yang dikelola oleh dua orang tenaga kerja. Kegiatan operasional dimulai sejak Juli 2025 melalui pembangunan dan rehabilitasi kandang, sementara bibit ayam mulai masuk pada 12 Agustus 2025.

Ketua BUMDES Suka Maju, Agus Somantri, menjelaskan bahwa produksi telur baru berjalan efektif sejak Desember 2025. “Untuk sekarang, melaksanakan kegiatan ketahanan pangan ayam petelur. Produksi baru sekitar dua bulan,” ujarnya.

Menurut Agus, dari 700 ekor ayam, tingkat produksi telah mencapai sekitar 80 persen. Setiap hari, peternakan tersebut menghasilkan kurang lebih 30 kilogram telur. Hasil produksi itu dipasarkan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Batulayang.

“Kami melaksanakan penjualan di wilayah sendiri, khususnya masyarakat sekitar Desa Batulayang,” kata Agus.
Selain memenuhi pasar lokal, BUMDES Suka Maju juga telah menjalin kerja sama pasokan dengan salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Budiharja. Kebutuhan MBG mencapai sekitar tiga kuintal telur per minggu. Namun, Agus mengakui kapasitas produksi saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Kalau MBG memang sekitar tiga kuintal per minggu. Cuma belum bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh BUMDES karena masih terbatas hasil produksi telurnya,” ucapnya.
Secara umum, pengembangan usaha ayam petelur dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa. Ketahanan pangan menjadi isu strategis, terutama menjelang bulan Ramadan ketika permintaan bahan pokok, termasuk telur, cenderung meningkat.

Saat ini, harga jual telur dari BUMDES Suka Maju berada di kisaran Rp27.000 per kilogram. Harga tersebut disesuaikan dengan dinamika pasar. “Kita mengikuti harga pasar. Yang jelas tetap menyesuaikan kondisi agar tetap terjangkau,” ujar Agus.

Di sisi operasional, kebutuhan pakan mencapai sekitar 70 kilogram per hari. Yopi Sopian, pengelola sekaligus bagian penjualan, menyebut pakan dibeli secara mandiri tanpa kendala distribusi. “Alhamdulillah lancar, tidak ada kendala untuk pakan,” katanya.

Dari sisi kesehatan ternak, BUMDES bekerja sama dengan PT Medion untuk vaksinasi dan pemberian vitamin. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap tiga minggu. Hingga kini, angka kematian ayam tercatat 10 ekor, sebagian besar akibat faktor teknis seperti terjepit atau gangguan kesehatan ringan.

Kegiatan operasional berlangsung setiap hari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dua pekerja bertugas memberi pakan, membersihkan kandang, serta mengelola distribusi hasil produksi. Bagi Yopi, pekerjaan ini memberi dampak langsung bagi penghidupannya. “Kita kan kerja, dampaknya dapat gaji. Lumayan,” ujarnya singkat.

Selain telur, limbah kotoran ayam juga memiliki potensi ekonomi. Saat ini, kotoran dijual secara terbatas kepada warga yang membutuhkan untuk pupuk pertanian. Biaya yang dikenakan sebatas pengganti karung dan pengemasan, sekitar Rp3.000 per karung.

Agus menyebut ada rencana pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik bernilai tambah. “Sebetulnya sudah ada yang masuk mau mengolah. Cuma realisasinya memang masih ada kendala,” katanya.

Dari sisi lingkungan, pengelola memastikan kebersihan kandang dijaga secara rutin melalui penyemprotan dan pengelolaan limbah. Hingga kini, tidak ada keluhan warga sekitar terkait bau atau dampak lingkungan lainnya.

Ke depan, BUMDES Suka Maju membuka peluang pengembangan kapasitas produksi, termasuk kemungkinan integrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) apabila telah terbentuk di wilayah tersebut. Skema yang direncanakan, produk BUMDES akan dipasarkan melalui koperasi agar distribusi lebih luas dan terstruktur.

Harapannya, penguatan usaha ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sirkulasi ekonomi lokal. Dengan produksi yang terus ditingkatkan dan tata kelola yang dijaga, peternakan ayam petelur di Batulayang menjadi salah satu contoh upaya desa membangun kemandirian pangan dari tingkat paling dasar. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *