Di tengah hingar-bingar Bandung International Food & Horeca Expo 2026, UMKM binaan Dispora ini tegaskan komitmennya terhadap kualitas, ekspor, dan keberlanjutan usaha.
Bandung, 11 Februari 2026. Bandung International Food & Horeca Expo (BIFHEX) 2026 yang berlangsung di Sudirman Grand Ballroom sejak Selasa (10/2/2026) menjadi magnet bagi para pegiat industri makanan dan minuman, tak terkecuali pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Salah satu peserta yang mencuri perhatian di ajang pameran berskala internasional ini adalah Kalapa Indung, UMKM kuliner khas Sunda yang telah membuktikan diri bahwa produk tradisional mampu bersaing hingga ke pasar Australia dan Qatar.
Di tengah hiruk-pikuk lebih dari 200 exhibitor yang memadati arena pameran, stan Kalapa Indung tampil sederhana namun sarat makna. Aroma gurih serundeng kelapa dan wangi khas bawang goreng menyambut setiap pengunjung yang melintas. Bagi Regi, co-founder Kalapa Indung, kehadiran di BIFHEX 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial. Ini adalah ajang pembuktian bahwa UMKM binaan bisa naik kelas.

Produk Tradisional, Pasar Modern
Berbincang dengan tim redaksi di sela kesibukannya melayani pengunjung, Regi menceritakan perjalanan Kalapa Indung yang tak pernah lepas dari akar tradisi Sunda. Berdiri sejak beberapa tahun silam, usaha yang berlokasi di Jl. Batununggal Indah II No. 48 ini mengandalkan tiga produk andalan: salai pisang tanpa gula tambahan, bawang goreng renyah, dan serundeng kelapa dengan rempah pilihan.
Kontak: Jl. Batununggal Indah II No.48, Bandung | +62 822-1636-6744
Namun, yang membuat Kalapa Indung berbeda adalah keberaniannya menembus pasar ekspor. “Produk kami sudah masuk ke Australia dan Qatar. Salai pisang dan serundeng jadi primadona di sana,” ungkap Regi. Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar menjual, tapi juga mengedukasi pasar global tentang cita rasa Nusantara.
Menariknya, Kalapa Indung juga membina produk UMKM lain seperti keripik pare dan sumpia. Ini menunjukkan ekosistem kolaboratif yang mereka bangun—sejalan dengan semangat BIFHEX 2026 yang mendorong sinergi antarpelaku usaha.

BIFHEX: Lebih dari Sekadar Pameran
Bagi Kalapa Indung, BIFHEX 2026 bukan ajang pertama. Namun, kesan tahun ini berbeda. “Antusiasme luar biasa, bukan hanya dari pengunjung, tapi juga panitia. Kami diapresiasi dan produk kami dinilai langsung oleh chef profesional. Ini kesempatan langka untuk mendapatkan umpan balik secara langsung,” ujar Regi.
Ia menekankan, pameran seperti BIFHEX bukan hanya etalase produk, melainkan ruang uji kualitas. Ketika seorang chef hotel berbintang mencicipi serundeng dan memberikan masukan, itu adalah pengalaman yang tak ternilai. Menurut laporan Kementerian Perindustrian RI 2025, sektor makanan dan minuman menyumbang lebih dari 36% terhadap PDB industri nonmigas, dan partisipasi UMKM di pameran internasional terbukti meningkatkan daya saing produk hingga 40% dalam kurun waktu dua tahun pasca-pameran.

Strategi Harga Stabil dan Keterlibatan dalam Program Pemerintah
Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah fluktuasi harga bahan baku. Namun Kalapa Indung punya jurus jitu. “Kami menghitung HPP dengan estimasi harga tertinggi, bukan harga rata-rata. Jadi ketika harga naik, kami tidak perlu panik menaikkan harga jual,” jelas Regi. Strategi ini memungkinkan harga produk tetap stabil dan terjangkau, sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
Tak hanya itu, Kalapa Indung juga telah berkontribusi dalam program strategis nasional. Sejak 2025, mereka menjadi salah satu penyuplai serundeng kelapa untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cibiru. Ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam program berskala besar.

Tantangan Digitalisasi dan Harapan Regulasi
Meski telah melanglang buana ke pasar internasional, Regi tak menampik adanya pekerjaan rumah. “Digital marketing masih jadi tantangan. SDM kami perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di ranah online,” akunya. Di era di mana algoritma menentukan visibilitas produk, kehadiran digital menjadi keniscayaan.
Kontak: Jl. Batununggal Indah II No.48, Bandung | +62 822-1636-6744
Ia juga menyoroti perubahan regulasi yang kerap kali membebani pelaku usaha. “Kami harap pemerintah bisa menyederhanakan aturan, tidak usah terlalu sering berubah. Yang penting pro-UMKM dan mudah diimplementasikan,” tegasnya.
Harapan di Tengah Geliat Pameran
BIFHEX 2026 masih akan berlangsung hingga 13 Februari mendatang. Namun bagi Kalapa Indung, kehadiran di sini adalah langkah kecil menuju lompatan besar. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal tidak kalah dengan produk impor. Kami ingin Bandung dikenal bukan hanya sebagai kota wisata, tapi juga kota penghasil kuliner berkualitas ekspor,” pungkas Regi.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi rasa, dan keberanian merambah pasar global, Kalapa Indung menjadi representasi nyata bahwa UMKM Indonesia bukan sekadar penjaga tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi masa depan.
Di sudut lain arena pameran, pengunjung masih berdatangan. Beberapa di antarata tampak serius mencatat kontak pemasok. Ekosistem kuliner Bandung tengah bergerak, dan Kalapa Indung ada di barisan terdepan.

Fakta Singkat Kalapa Indung:
· Produk unggulan: Serundeng kelapa, bawang goreng, salai pisang
· Jangkauan pasar: Seluruh Indonesia, ekspor ke Australia dan Qatar
· Legalitas: NIB, PIRT, sertifikasi halal dan keamanan pangan
· Partisipasi program pemerintah: Pemasok serundeng untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) Cibiru
Kontak: Jl. Batununggal Indah II No.48, Bandung | +62 822-1636-6744
Reporter (nk) Sumber: Wawancara eksklusif dan rilis resmi BIFHEX 2026