Bandung Barat, 4 Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Cipeundeuy, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Besar Cipeundeuy serta Pondok Pesantren Sabiilunnaja Annaja Boarding School itu mengusung tema “Meneguhkan Nilai Amanah dalam Iman, Ibadah, dan Pelayanan untuk Bandung Barat yang Agamis dan Harmonis.”
Safari Ramadhan ini menjadi titik kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Pasir Langu, Kecamatan Cisarua. Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, kegiatan juga diisi penyaluran bantuan sosial serta layanan publik keliling.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, hadir bersama Wakil Bupati Asep Ismail, Sekretaris Daerah, anggota DPRD Daerah Pemilihan 2, jajaran kepala dinas, serta para kepala desa se-Kecamatan Cipeundeuy. Turut hadir perwakilan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, BPJS Kesehatan, Bank BJB, dan Bank Syariah Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Bank BJB menyerahkan 30 paket sembako yang secara simbolis diserahkan oleh bupati. BAZNAS Kabupaten Bandung Barat menyalurkan 150 paket bantuan bagi anak yatim piatu dan warga kurang mampu di Kecamatan Cipeundeuy, Cipatat, dan Cikalong Wetan. Bantuan sosial juga datang dari Bank Syariah Indonesia.

Pemerintah daerah turut memberikan bantuan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Besar Cipeundeuy sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pemeliharaan sarana ibadah.
Selain bantuan sosial, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik dalam satu lokasi. Di antaranya gerai mobil pelayanan keliling administrasi kependudukan, gerai ATM mobile Bank BJB, layanan jemput pajak dari Badan Pendapatan Daerah, serta pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Sabiilunnaja Annaja Boarding School, KH Agus Yudi Mubarak, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bupati, wakil bupati, dan sekda atas pelaksanaan Safari Ramadhan ini. Semoga segala ikhtiar diberi keberkahan,” ujarnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat doa dan kebersamaan. “Saat ini kita akan bersama-sama melaksanakan tarawih dengan tamu dari pemerintah daerah. Doa-doa kita semoga dikabulkan oleh Allah SWT. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan,” katanya.
Tausyiah Ramadhan disampaikan oleh seorang ustaz setempat yang mengingatkan keutamaan bulan suci. Ia mengutip pesan bahwa seandainya umat mengetahui besarnya manfaat Ramadhan, maka mereka tidak akan ingin berpisah darinya.

“Di bulan Ramadhan setiap amal dilipatgandakan hingga 700 kali. Pintu surga dibuka, doa-doa diijabah, dan dosa-dosa diampuni. Perbanyak istighfar di bulan ini,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Menurutnya, silaturahmi menjadi salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan, memperpanjang umur dalam makna kemanfaatan, serta melapangkan rezeki.

Bupati Jeje Ritchie Ismail dalam sambutannya menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemerintah daerah bisa hadir di sini. Ini adalah titik kedua Safari Ramadhan setelah yang pertama di Pasir Langu, Cisarua. Ada pelayanan publik dan ada pasar murah yang diadakan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Ia mengaku merasa dekat dengan masyarakat Cipeundeuy. “Saya sangat bahagia bisa hadir, seperti hadir di keluarga saya sendiri di Cipeundeuy,” ujarnya.
Jeje menambahkan bahwa perjalanan kepemimpinannya baru berjalan sekitar satu tahun dan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan lancar. “Insya Allah dengan berkolaborasi semuanya akan berjalan baik. Semoga kita dipertemukan kembali di Ramadhan berikutnya,” katanya.

Kegiatan Safari Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya dan tarawih berjamaah antara pemerintah daerah dan warga.
Secara keseluruhan, Safari Ramadhan 1447 H di Cipeundeuy memperlihatkan pendekatan pelayanan yang memadukan nilai spiritual dan layanan administratif. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan kemudahan akses layanan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial melalui bantuan kepada kelompok rentan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan sektor perbankan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penguat ibadah di bulan suci, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat Bandung Barat yang agamis dan harmonis. (aq-nk)