Terdiam di tengah kota, Alun-Alun Cimahi, yang semestinya menjadi ruang bermain, bercengkerama, dan menghirup udara segar, kini kembali memprihatinkan. Sampah berserakan, mengotori Alun-alun yang merupakan hadiah yang dulu diberikan dengan penuh harap untuk kemaslahatan warganya.
Melihat kondisi ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Ike Hikmawati, S.S., M.Pd., dengan suara sedikt lirih namun penuh keyakinan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memulihkan dan memelihara kebersihan bukan hanya di alun-alun, tetapi hingga ke seluruh pelosok kota.
“Kita semua pasti senang dengan lingkungan yang bersih dan sehat. Kebersihan adalah dua pertiga dari kesehatan,” ujar Ike, mengutip sebuah hikmah yang dalam. Pernyataannya ini bukan sekadar retorika, tetapi sebuah seruan untuk menyadari bahwa kesehatan komunitas dimulai dari lingkungan yang terjaga.
Ike menekankan bahwa isu kebersihan ini adalah persoalan kolektif. “Lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. Pesan ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri. Partisipasi aktif dari setiap warga, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga terlibat dalam gerakan bersih-bersih, adalah kunci utama. Dalam pandangannya, nilai kebersihan juga memiliki dimensi spiritual yang luhur, “Kebersihan adalah bagian dari Keimanan,” tambahnya, menegaskan bahwa merawat lingkungan adalah juga bentuk ibadah dan rasa syukur.
Lebih dari sekadar persoalan estetika atau kesehatan, Ike menggambarkan bahwa sebuah lingkungan yang bersih akan “menghadirkan keamanan, kenyamanan, dan kedamaian untuk kita semua”. Alun-alun yang bersih akan kembali menjadi magnet kebahagiaan, tempat anak-anak berlari dengan aman, remaja berkreasi, dan keluarga menghabiskan waktu berkualitas.
Di akhir seruannya, Ike tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Terima kasih DPKP, DLH, juga seluruh warga yang telah berpartisipasi hadirkan lingkungan BERSIH & SEHAT di Kota Cimahi,” ungkapnya. Apresiasi ini merupakan pengakuan bahwa langkah kecil yang sudah dilakukan selama ini sangat berarti dan perlu dilipatgandakan. (aq-nk)