Jalan Desa Kembali Terbentang: Pengaspalan Kampung Pamecelan Sukajaya Dorong Akses Aman dan Harapan Ekonomi Warga

165 Desa KBB Bandung Barat

Lembang. 23 Desember 2025. Pengaspalan jalan desa di Kampung Pamecelan, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, resmi memasuki hari terakhir pengerjaan. Proyek infrastruktur dasar yang telah lama dinantikan warga ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah desa dalam meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi lokal.

Pelaksana Proyek Pengaspalan Desa Sukajaya, Indra Lesmana, menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan dilakukan sepanjang 170 meter dengan lebar 3 meter. “Panjang jalan yang kami kerjakan sekitar 170 meter, dengan lebar 3 meter,” ujar Indra saat ditemui di lokasi proyek. Proses pengerjaan berlangsung selama enam hari kerja dan dimulai sejak Kamis lalu, dengan melibatkan sekitar 10 orang pekerja.

Menurut Indra, secara teknis tidak terdapat kendala berarti selama pelaksanaan. Faktor cuaca menjadi satu-satunya tantangan yang sempat dihadapi, namun tidak sampai menghambat pekerjaan secara signifikan. “Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti, hanya faktor cuaca saja. Dari kondisi jalannya sendiri juga aman,” katanya.

Proyek pengaspalan ini didanai melalui skema Dana Bagi Hasil Pajak Daerah (BHPD) Tahun Anggaran 2025. Indra menambahkan, setelah pengerjaan di Kampung Pamecelan rampung, tim pelaksana akan melanjutkan pekerjaan pengaspalan ke wilayah Kampung Barunagri, yang masih berada di Desa Sukajaya, meski di lokasi berbeda. “Setelah ini lanjut ke Barunagari. Masih Desa Sukajaya, hanya berbeda lokasi, dan pelaksananya masih saya sendiri,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran proyek. Indra mengapresiasi keterlibatan warga yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membantu menyediakan makanan dan fasilitas pendukung bagi para pekerja. “Alhamdulillah masyarakat sangat responsif dan antusias. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan ini,” ujarnya. Ia pun berpesan agar jalan yang telah diperbaiki dijaga bersama, khususnya pada bagian pinggiran, demi menjaga keawetan jalan dalam jangka panjang.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat. Ia menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pengaspalan jalan yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Perbaikan jalan desa di Jalan Sukamaju RT 02 sampai RT 04 RW 06 Kampung Pamecelan, Alhamdulillah dapat terealisasi dan dilaksanakan,” ujar Asep.

Berdasarkan papan proyek, kegiatan pengaspalan manual jalan desa Kampung Pamecelan RT 02 RW 06 ini menelan anggaran sebesar Rp116.626.500. Dana tersebut bersumber dari BHPD Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana kegiatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sukajaya Tahun 2025. Asep menegaskan bahwa proyek ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas jalan yang aman dan nyaman bagi warga.

“Jalan ini bukan hanya dilalui warga RW 06, tetapi juga menjadi jalur sentral bagi warga RW 14, RW 08, RW 07, dan RW 12. Dengan diperbaikinya jalan ini, manfaatnya dirasakan lebih luas,” jelas Asep. Ia menambahkan, kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat.

Terkait keberlanjutan program, Asep mengungkapkan bahwa pengaspalan selanjutnya direncanakan di Kampung Barunagri RT 02 RW 11. Namun, panjang jalan yang dapat dikerjakan saat ini baru sekitar 136 meter. “Masih ada sekitar 70 meter jalan yang rusak dan belum teraspal,” ungkapnya.

Keterbatasan tersebut, menurut Asep, disebabkan belum cairnya Dana Desa tahap II non-IRMA. Desa Sukajaya termasuk salah satu dari 10 desa di Kecamatan Lembang dan 33 desa di Kabupaten Bandung Barat yang belum menerima pencairan dana tersebut. “Dana Desa tahap II non-IRMA sekitar Rp376 juta hingga saat ini belum cair, sehingga pembangunan jalan di RW 11 menjadi tertunda,” katanya.

Meski demikian, pemerintah desa berupaya mencari solusi dengan memanfaatkan dana dari BHPD, meski belum sepenuhnya mencukupi. Asep berharap adanya percepatan pencairan Dana Desa agar pembangunan dapat berjalan optimal. “Kami tetap berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya, menjunjung keterbukaan, dan melaksanakan kegiatan sesuai aturan,” tegasnya

Sebagai penutup, Asep mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi merawat jalan yang telah diperbaiki, khususnya melalui gotong royong pembareman bahu jalan. Upaya ini dinilai penting untuk menahan lapisan aspal, mencegah kerusakan akibat air, serta menjaga kualitas jalan agar tetap aman dan awet digunakan. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat, infrastruktur desa diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (red-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *