Padalarang. 29 Desember 2025. Pengaspalan jalan di wilayah Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kembali memberikan angin segar bagi masyarakat. Perbaikan jalan yang dilakukan di Kampung Kepuh, tepatnya di RW 10, RW 21, dan RW 26, menjadi jawaban atas keluhan warga terkait kondisi jalan berlubang yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepala Dusun 5 Desa Padalarang, Jefri Sevianto, menjelaskan bahwa pekerjaan pengaspalan tersebut dilakukan pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 127 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan sekitar 3 sentimeter. Ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalur penghubung penting antara Desa Padalarang dan Desa Jayamakmur, sehingga memiliki peran strategis bagi mobilitas warga dan roda perekonomian lokal.

“Pengaspalan ini berada di wilayah Kampung Kepuh, meliputi RW 10, RW 21, dan RW 26. Panjang pengerjaan sekitar 127 meter, dengan lebar 4 meter dan ketebalan 3 sentimeter,” ujar Jefri saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut difokuskan pada penanganan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah, khususnya lubang-lubang besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Material yang digunakan merupakan sisa dari pengerjaan pengaspalan sebelumnya, yang kemudian dimanfaatkan kembali secara optimal

“Betul, ini hanya untuk bagian yang bolong-bolong saja. Material yang digunakan merupakan sisa pengerjaan sebelumnya, sesuai kebijakan Kepala Desa Padalarang, agar sisa material tidak terbuang dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Menurut Jefri, masyarakat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena jalan tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik. Warga berterima kasih karena sebelumnya kondisi jalan rusak dengan lubang besar, sekarang sudah halus dan licin. Ini tentu berdampak positif pada perekonomian dan kenyamanan warga,” tuturnya.

Secara umum, perbaikan infrastruktur jalan desa sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat. Jalan yang layak tidak hanya menunjang kelancaran transportasi, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, sebagaimana diamanatkan dalam pembangunan desa berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Jefri menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat agar turut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. “Pesannya, semoga kita semua bisa saling menjaga lingkungan, tidak merusak fasilitas yang sudah diperbaiki, dan bersama-sama merawat jalan ini,” katanya.
Dengan rampungnya pengaspalan tersebut, masyarakat Desa Padalarang berharap perhatian terhadap infrastruktur desa dapat terus berlanjut, sehingga akses antarwilayah semakin baik dan kesejahteraan warga dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan. (nk)