Lembang, 18 Maret 2026. Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyalurkan insentif kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa. Penyaluran tersebut dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan diberikan kepada 18 personel Linmas yang selama ini bertugas di wilayah desa.
Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, menjelaskan bahwa insentif yang disalurkan merupakan alokasi untuk bulan Februari dengan nilai sebesar Rp195.000 per orang. Penyaluran dilakukan lebih awal agar dapat dimanfaatkan oleh para anggota Linmas menjelang hari raya.
“Insentif ini untuk bulan Februari, satu bulan saja. Daripada ditunda-tunda, kami salurkan sekarang karena dalam waktu dekat akan memasuki Hari Raya Idul Fitri,” ujar Asep Jembar Rahmat dalam arahannya kepada para anggota Linmas.

Menurut Asep, keberadaan Linmas memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa. Para personel Linmas selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengamanan lingkungan, membantu kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung pelaksanaan agenda desa.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Linmas yang telah menjalankan tugas pengabdian tersebut dengan penuh tanggung jawab. Asep menilai keberadaan Linmas yang aktif di lingkungan masyarakat turut menciptakan rasa aman bagi warga.

“Saya berterima kasih kepada semua personel Linmas atas pengabdian membantu keamanan wilayah masing-masing. Terima kasih juga karena bersedia piket menjaga wilayah,” katanya.
Selain menyampaikan apresiasi, Asep juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta agar pengaturan jadwal piket dan laporan kehadiran dapat dilakukan lebih tertib ke depan.
Menurut dia, kehadiran anggota Linmas yang terlihat di lingkungan masyarakat dapat memberikan rasa aman bagi warga. Oleh karena itu, patroli dan pemantauan wilayah diharapkan terus dilakukan secara konsisten.
“Mohon ke depan untuk masalah informasi jadwal piket lebih tertib lagi, terutama laporan kehadiran. Berkelilinglah menjaga wilayah agar warga melihat keberadaan kita sebagai Linmas sehingga masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Asep juga menekankan bahwa anggota Linmas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Karena itu, keterlibatan mereka dalam kegiatan gotong royong, termasuk kerja bakti di lingkungan desa, diharapkan tetap menjadi prioritas.
Menurut dia, semangat kebersamaan menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat desa. Nilai tersebut tercermin dalam prinsip “runtut raut sauyunan”, yang berarti bekerja bersama secara gotong royong demi kepentingan bersama.
“Runtut raut sauyunan adalah gotong royong yang harus dijunjung tinggi agar kita kompak dan bisa bekerja sama. Kebersamaan itulah yang menjadi kebanggaan kita,” kata Asep.

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan pesan spiritual yang berkaitan dengan suasana bulan Ramadhan. Ia berharap momentum Ramadhan menjadi waktu bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat hubungan sosial.
“Semoga di bulan Ramadhan ini kita semua mendapatkan keberkahan, rezeki yang lancar, dan kesehatan. Semoga juga kita diampuni dari segala dosa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Permohonan maaf tersebut disampaikan mewakili dirinya pribadi maupun seluruh perangkat desa.

“Saya secara pribadi dan atas nama seluruh perangkat desa memohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih banyak kekurangan,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa pembangunan Desa Sukajaya diarahkan pada visi “Sukajaya Ramah”, yang merupakan singkatan dari religius, aman, maju, amanah, dan hasanah. Visi tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan wilayah dan nilai-nilai keagamaan.
Menurut dia, kemajuan desa perlu tetap berpijak pada nilai moral dan spiritual sebagai landasan perilaku masyarakat. Penguatan nilai agama dinilai menjadi benteng penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Memajukan wilayah desa harus tetap sejalan dengan peraturan agama. Yang utama adalah memperkuat agama sebagai benteng perilaku seseorang,” ujarnya.

Di sisi lain, Asep juga menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tidak memperkenankan pemberian ataupun penerimaan tunjangan hari raya (THR) di lingkungan tertentu. Oleh karena itu, ia meminta para anggota Linmas untuk memahami kondisi tersebut.
“Sejak adanya aturan dari pemerintah provinsi, tidak diperbolehkan menerima maupun memberikan THR. Karena itu kami mohon pengertiannya,” kata Asep.
Dengan adanya penyaluran insentif tersebut, pemerintah desa berharap para anggota Linmas dapat terus menjalankan tugasnya secara optimal. Keamanan dan ketertiban lingkungan dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi terciptanya kehidupan masyarakat desa yang aman, rukun, dan produktif. (aq-nk)