Lebih dari Sekadar Listrik: PLN UP3 Cimahi Sambangi Cililin dengan Edukasi dan Santunan untuk 100 Anak Yatim”

165 Desa KBB Bandung Barat

Cililin, Kabupaten Bandung Barat. 12 Desember 2025. Bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN), tugasnya tidak lagi berhenti pada menyediakan energi dan menagih rekening. Komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik (corporate social governance) mendorong PLN untuk turun langsung ke masyarakat, terlebih di daerah yang memerlukan perhatian khusus. Bukti nyata terlihat di Aula Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (12/12/2025) lalu, di mana sosialisasi keselamatan listrik berpadu dengan sentuhan humanis berupa santunan untuk 100 anak yatim piatu.

Acara yang digelar oleh Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cililin di bawah naungan Unit Induk Distribusi (UP3) Cimahi ini dihadiri oleh segenap jajaran desa, Babinkamtibmas, personel PLN, serta Srikandi PLN Cimahi. Namun, sorotan utama tertuju pada seratus penerima manfaat dari Desa Karang Tanjung dan Desa Cililin yang dengan khidmat menerima bantuan sembako.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Tanjung, Rismawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Pada kesempatan ini pihak PLN, khususnya UP3 Cimahi, WLPC, dan lainnya, dalam kegiatan sosialisasi turut melaksanakan program PLN Peduli dengan memberikan bantuan sosial kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa,” ujarnya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka serta terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Manajer UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian integral dari identitas PLN modern. “Karena saat ini PLN bukan semata-mata perusahaan penyedia listrik saja, tetapi juga perusahaan yang harus menjaga corporate social governance-nya. Jadi dengan perusahaan iya, dengan pemerintah iya, dengan sosial juga iya,” jelas Aryta, menirukan pernyataannya dalam wawancara.

Ia menekankan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat, terutama di daerah seperti Cililin, adalah sebuah keniscayaan. “Kegiatan ini memang rutin dilakukan bahkan setiap ada event atau ketika kami melihat ada situasi atau isu yang perlu kehadiran PLN, kami datang,” tegasnya. Cililin, dengan topografinya yang rawan bencana seperti banjir dan longsor, menjadi salah satu fokus perhatian PLN.

Antusiasme dan emosi tinggi menyelimuti ruangan saat penyerahan santunan. Aryta sendiri mengaku tidak kuasa menahan haru. “Saya sampai menangis tadi karena saya tidak menyangka bahwa anak-anak yang dibawa ke sini rata-rata adalah anak yatim, piatu, atau yatim piatu. Saya datang awalnya hanya untuk kegiatan sosialisasi edukasi, ternyata sekaligus memberikan santunan. Masya Allah mudah-mudahan tepat sasaran, ya,” tuturnya dengan suara bergetar. Pengakuan jujur ini menunjukkan sisi humanis di balik seragam korporasi.

Di luar moment sosial tersebut, acara inti tetaplah edukasi. Dimas Tri Wahyu Wardhana, Team Leader K3 ULP Cililin, bertindak sebagai pemateri dalam Sosialisasi Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan. Materi yang disampaikan bersifat praktis, mengenalkan peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik, mulai dari televisi, kompor induksi, kendaraan listrik, hingga ponsel, serta mengedukasi tentang bahaya dan cara pencegahannya.

Tak kalah penting, masyarakat dikenalkan dengan beragam wajah petugas PLN yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai ‘orang PLN’. Presentasi tersebut merinci peran dari Pegawai PLN, Tim Pos Komunikasi Gangguan dan Informasi (Tim Pokgi), Biller atau Juru Tagih, Petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), Pelayanan Teknik, Petugas Sambung, hingga Petugas Pelayanan Titik Transaksi. Pemahaman ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi dan pelayanan antara pelanggan dan PLN.

Dalam kesempatan yang sama, Aryta juga menyoroti program strategis pemerintah daerah, Jabar Caang. “PLN diminta untuk memastikan seluruh pelanggan maupun calon pelanggan bisa mendapatkan penyalaan listrik pada akhir tahun ini. Semua dukungan kami kerahkan agar semuanya dapat teraliri listrik, termasuk wilayah Cililin,” paparnya. Untuk wilayah UP3 Cimahi saja, targetnya adalah menyambungkan listrik untuk 7.992 kepala keluarga melalui program tersebut. Ini merupakan upaya konkret mengejar elektrifikasi 100% dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan aparat keamanan setempat dalam acara ini menjadi contoh sinergi yang positif. Kehadiran Babinkamtibmas menambah rasa aman dan menunjukkan dukungan aparatur negara terhadap program-program PLN yang berpihak pada masyarakat.

Acara yang mengusung tagline “Jumat Berkah” ini pada akhirnya meninggalkan kesan mendalam. Ia tidak hanya sekadar memindahkan pengetahuan teknis dari narasumber ke audiens, tetapi juga mentransfer energi kepedulian dari institusi BUMN kepada warga yang membutuhkan. Seperti disimpulkan oleh Aryta Wulandari, “Ini bukan yang pertama, dan insya Allah PLN juga tidak akan berhenti sampai di sini.”

Dengan pendekatan yang menyeluruh seperti edukasi, sosial, dan dukungan program pemerintah maka PLN UP3 Cimahi menunjukkan transformasinya: dari penyedia listrik menjadi mitra masyarakat yang hadir memberikan pencerahan, sekaligus kehangatan, di daerah yang sering kali gelap gulita diterpa musibah. Langkah kecil di Cililin ini adalah sebentuk cahaya lain, yang mungkin tak terukur oleh kWh meter, tetapi jelas terasa di hati seratus anak yatim dan masyarakat yang menyaksikannya. (red-nk)

Berikut iini rangkuman presentasi edukasi yang telah disusun kembali oleh redaksi, selamat membaca

Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan dari PLN UP3 Cimahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *