Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat. 23 November 2025. Di tengah kemajuan zaman yang semakin digital dan cepat, muncul tantangan baru yang tak hanya soal teknologi, tapi juga kualitas hidup. Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), anggota DPRD dari Fraksi PKS, Ir. JAJANG SUKMAHARI, S.Pt., M.A., menegaskan bahwa gerakan kesehatan masyarakat, yakni GERMAS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, adalah salah satu kunci untuk menjaga produktivitas bangsa ke depan. Acara tersebut dihadiri juga oleh dua tokoh PKS yaitu Dr. Hj. NETTY PRASETIYANI, M.Si Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jawa Barat VIII dan Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. serta para kader PKS.
Program ini sangat baik karena mengedukasi masyarakat bagaimana cara hidup sehat. Tantangan kita ke depan terkait produktivitas bangsa, dan masalah kesehatan dapat menghambat pergerakan dan produktivitas masyarakat,” ujar Jajang.
GERMAS sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memasyarakatkan budaya hidup sehat dan mengubah perilaku yang kurang sehat. Program ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan sejak Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 resmi menjadi arahan nasional.

Gerakan yang Lebih dari Sekadar Senam
Menurut Jajang, kegiatan yang dihadirkan di Cihampelas bukan hanya sekadar senam atau pengecekan kesehatan. Lebih dari itu, pihaknya mengundang simpul-simpul masyarakat seperti kader posyandu, tokoh masyarakat dan penggerak pemuda agar “efek domino” penyebaran pola hidup sehat dapat berdampak luas.
Mengundang perwakilan komuniti akan menjadi corong kita sehingga efek domino ini akan signifikan untuk menyebarluaskan gaya hidup sehat dan positif di masyarakat,” jelasnya.
Peran komunitas lokal seperti ini penting. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat di tingkat akar rumput memperkuat implementasi GERMAS, bukan hanya dari atas ke bawah, tetapi dari masyarakat ke masyarakat.

Tantangan Anak Muda di Era Digital
Salah satu sorotan penting dalam wawancara adalah bagaimana generasi muda menghadapi dua sisi: akses teknologi yang cepat, namun tantangan kesehatan yang nyata seperti kurang tidur, kurang aktivitas fisik dan ketergantungan gadget.
Jajang menekankan bahwa pendekatan tatap muka masih penting, namun medium digital tidak bisa diabaikan:
Anak muda adalah generasi digital, jadi substansinya sama, hanya medianya berbeda. Selain tatap muka, pendekatan digital juga harus diperkuat,” katanya.
Hal ini sejalan dengan fakta bahwa GERMAS mencakup langkah-langkah mudah dan praktis: aktivitas fisik rutin, konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan berkala, kebersihan lingkungan dan penggunaan jamban sehat.
Dengan begitu, kampanye hidup sehat tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, tetapi juga generasi muda yang sering kali luput dari perhatian karena fokus pada gadget, permainan, dan gaya hidup modern.

Konektivitas antara Kesehatan dan Produktivitas
Jajang mengaitkan langsung antara aspek kesehatan dengan produktivitas ekonomi dan sosial. Ia menggarisbawahi bahwa ketika masyarakat sehat, fisik, mental, dan sosial maka mereka memiliki kapasitas untuk berkontribusi lebih banyak dalam pembangunan.
Harapan kami, program ini benar-benar memberikan manfaat. Kami mohon masyarakat membantu menyebarluaskan informasi ini kepada tetangga, saudara, dan lingkungan masing-masing. Jangan sampai usia produktif, tetapi aktivitas tidak produktif,” tuturnya.
Secara makro, ini juga sejalan dengan tujuan GERMAS: menurunkan beban penyakit tidak menular (PTM), menekan biaya pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan produktivitas penduduk Indonesia.

Dari Cihampelas ke Seluruh KBB: Harapan dan Langkah Nyata
Acara di GOR Surya Arena itu menjadi momentum penting bagi masyarakat Cihampelas dan sekitarnya. Dengan melibatkan pemuda, kader posyandu dan tokoh masyarakat, program ini memiliki potensi untuk tumbuh menjadi gerakan massal yang menyentuh hingga akar lingkungan.
Namun, agar lebih berdampak, beberapa langkah perlu diperkuat:
Penyebaran materi edukasi yang mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk generasi muda yang “melek” gadget.
Kolaborasi antara DPRD/Kabupaten, Dinas Kesehatan, organisasi pemuda dan komunitas lokal guna menciptakan program lanjutan setelah kegiatan resmi berakhir.
Monitoring dan evaluasi: melihat berapa banyak masyarakat yang mulai rutin melakukan aktivitas fisik, makan buah sayur, dan cek kesehatan berkala. Hal ini penting untuk melihat sejauh mana kampanye berhasil dalam konteks lokal.
Penutup
Dalam era di mana tantangan kesehatan terus bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular, dari fisik ke mental—gerakan seperti GERMAS menjadi sangat relevan. Apa yang disampaikan oleh Ir. Jajang Sukmahari di Cihampelas bukan sekadar retorika, tetapi sebuah panggilan aksi kepada semua lapisan masyarakat: individu, keluarga, komunitas.
Dengan semangat kolaborasi, edukasi yang tepat, dan penguatan medium digital untuk generasi muda, kampanye hidup sehat bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bila berhasil, bukan hanya kesehatan yang meningkat, tapi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bandung Barat pun akan ikut terangkat. Sebagai warga Cihampelas dan sekitarnya, momen ini bisa menjadi titik awal perubahan — dari “ikut acara” menjadi “hidup sehat sebagai gaya hidup”. (ad-nk)