Milangkala ke-43 Desa Karyawangi Jadi Momentum Kebersamaan, Ustadz Nana Gerhana Ajak Warga Rawat Sejarah dan Keadilan Sosial

165 Desa KBB Bandung Barat

Karyawangi. 27 Desember 2025. Peringatan Milangkala ke-43 Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari kedua pelaksanaannya berlangsung semarak dan sarat makna. Kehadiran penceramah nasional, Ustadz Nana (Nanang) Gerhana, menjadi magnet utama yang menggerakkan antusiasme ribuan warga dalam rangkaian kegiatan religius, sosial, dan kebudayaan yang digelar secara gotong royong.

Sejak pagi hari, warga Desa Karyawangi dari berbagai kalangan memadati lokasi acara. Kegiatan diawali dengan jalan santai bersama, yang diikuti masyarakat lintas usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Nuansa kebersamaan terasa kuat, mencerminkan semangat persatuan yang selama ini menjadi identitas Desa Karyawangi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karyawangi, Dadang Sudayat, S.E., M.IP., N.LP, beserta jajaran pemerintah desa, Ketua TP PKK Desa Karyawangi, Ate Maemunah, Camat Parongpong, Herman Permadi, dan Ketua TP PKK Kecamatan Parongpong, Hj. Windi Iliani, S.Sos. Turut hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi PKS, Hely Narni, Kapolsek Cisarua KBB, Kompol Yogaswara, S.I.P., M.H., Haji Jajang beserta keluarga besarnya, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh agama, sesepuh desa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Karyawangi, serta para tamu undangan lainnya.

Momentum Milangkala ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak swasta dan pelaku usaha lokal. Sejumlah sponsor turut berpartisipasi, di antaranya Telkomsel melalui produk by.U, Chocodrink, Mie Sedaap, Putra Sauyunan, Nina Rosse Florist, Penjaga Nusantara, Liwet Asep Stroberi, Forward, serta Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti.

Selain jalan santai, panitia juga menggelar pengundian doorprize yang disponsori oleh Telkomsel by.U Kampung Telkomsel. Suasana semakin meriah ketika puluhan hadiah dibagikan kepada peserta, disambut sorak dan tawa warga.

Namun, esensi utama Milangkala Desa Karyawangi tidak berhenti pada hiburan semata. Nilai kepedulian sosial menjadi ruh dari peringatan ini, ditandai dengan penyaluran santunan dari donatur Nina Rosse Florist kepada 302 anak yatim dan kaum duafa. Santunan tersebut menjadi simbol empati dan tanggung jawab sosial bersama, sekaligus pengingat bahwa pembangunan desa harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelompok rentan.

Kepala Desa Karyawangi, Dadang Sudayat, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dan kebersamaan warga. Menurutnya, Milangkala ke-43 menjadi bukti bahwa Desa Karyawangi memiliki modal sosial yang kuat.
“Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Dengan kehadiran Ustadz Nana Gerhana, berbagai pagelaran seni, serta kegiatan olahraga dan sosial, seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan meriah,” ujar Dadang.

Ia berharap peringatan Milangkala tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan kreativitas baru bagi masyarakat.
“Harapan saya, Desa Karyawangi dapat terus mengembangkan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Puncak kegiatan diisi dengan Tabligh Akbar bersama Ustadz Nana Gerhana, yang menyampaikan tausiah bernuansa sejarah, kebangsaan, dan keadilan sosial. Dalam ceramahnya, Ustadz Nana mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jati diri bangsa serta meneladani nilai perjuangan para pahlawan.

“Indonesia ini bukan bangsa kecil. Kita pernah dijajah Portugis, Inggris, Prancis, Belanda, dan Jepang. Semua itu karena bangsa lain ingin menguasai kekayaan alam negeri yang subur dan makmur ini,” tuturnya di hadapan jamaah.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan darah dan air mata para pahlawan harus dijaga melalui sikap jujur, adil, dan peduli terhadap sesama.

“Hari ini kita tidak lagi berperang dengan senjata, tetapi berjuang dengan kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial. Jangan sampai bantuan sosial salah sasaran. Yang benar-benar miskin harus dibantu,” tegasnya.

Ustadz Nana juga mengingatkan pentingnya mewariskan sejarah perjuangan kepada generasi muda, agar semangat cinta tanah air tidak luntur oleh zaman.

Di sela acara, perwakilan Telkomsel Cabang Bandung, Yasin, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia atas kesempatan berkolaborasi dalam Milangkala Desa Karyawangi. Ini merupakan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan Telkomsel dan by.U, sekaligus menikmati kualitas jaringan yang terus ditingkatkan, khususnya di wilayah Parongpong dan sekitarnya.
Sementara itu, salah satu donatur utama, Hajah Nina dari Nina Rosse Florist, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berbagi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, jumlah penerima santunan tahun ini sebanyak 302 orang, terdiri dari anak yatim dan orang tua. Setiap tahun jumlahnya terus bertambah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini menjadi pengingat bahwa rezeki yang dimiliki memiliki hak orang lain di dalamnya. Hal senada disampaikan Haji Jajang, yang berharap kegiatan santunan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak desa.
“Anak yatim memang harus kita bantu. Kalau ada rezeki, walaupun sedikit, harus bisa berbagi. Mudah-mudahan yang lain juga ikut termotivasi,” ujarnya.

Milangkala ke-43 Desa Karyawangi bukan sekadar perayaan usia, melainkan refleksi perjalanan desa dalam merawat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan spiritualitas. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, tokoh agama, dan pihak swasta, Desa Karyawangi menunjukkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan berakar dari solidaritas dan rasa memiliki bersama.

Peringatan ini diharapkan menjadi energi positif untuk menapaki tahun-tahun berikutnya, menjadikan Desa Karyawangi semakin maju, religius, dan berkeadilan sosial. (kk-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *