Lembang. 19 Desember 2025. Milangkala ke-41 Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang digelar pada Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025, menjadi momentum penting bagi masyarakat desa untuk meneguhkan kembali nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Dengan mengusung tema “Rempug Dukung Sauyunan Ngawangun Desa Nyunda Nyantri Pikeun Ngawangun Jati Diri”, peringatan hari jadi desa tahun ini terasa lebih bermakna, tidak hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi solidaritas warga dan para donatur.

Salah satu sosok yang mendapat perhatian besar dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Hj. Nina, Owner Nina Florist Bandung, yang selama ini dikenal sebagai donatur tetap berbagai kegiatan sosial di Desa Sukajaya. Melalui perusahaannya yang bergerak di bidang bunga mawar potong, Hj. Nina kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendukung penuh kegiatan santunan anak yatim piatu dan khitanan massal dalam rangka Milangkala Desa Sukajaya ke-41.

Dalam wawancara, Hj. Nina mengapresiasi pelaksanaan Milangkala tahun ini yang dinilainya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Hari ini benar-benar suatu prestasi. Ada peningkatan yang terasa dibandingkan tahun kemarin. Semoga Desa Sukajaya semakin sukses, program-programnya makin maju, dan ke depan Milangkala ini bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebagai donatur tetap, Hj. Nina menegaskan bahwa keterlibatannya bukan semata bentuk dukungan finansial, melainkan wujud kepedulian dan kasih sayang kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim piatu. Pada Milangkala kali ini, Nina Florist menyalurkan santunan kepada 190 anak yatim piatu yang berasal dari 16 RW se-Desa Sukajaya, serta mendukung pelaksanaan khitanan massal bagi 14 anak

“Harapan kami, program santunan ini ke depan bisa lebih luas, lebih banyak penerima manfaatnya. Sedikit rezeki yang kami miliki semoga bermanfaat dan menjadi keberkahan. Mudah-mudahan anak-anak yang menerima santunan kelak menjadi anak-anak yang saleh, penerus Desa Sukajaya,” tutur Hj. Nina dengan nada penuh harap.

Di sisi lain, kiprah Nina Florist juga mencerminkan kekuatan ekonomi lokal berbasis keluarga dan pertanian mandiri. Hj. Nina menjelaskan bahwa usaha bunga mawar potong yang dikelolanya merupakan usaha keluarga, mulai dari proses penanaman hingga pemasaran. Saat ini, Nina Florist mempekerjakan sekitar 40 karyawan, yang sebagian besar masih memiliki hubungan kekeluargaan.

“Kami berkebun sendiri, memasarkan sendiri. Untuk market, saat ini fokus ke Jakarta karena permintaan masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi,” jelasnya. Adapun lahan pertanaman mawar berada di wilayah Parongpong dan Lembang, yang memiliki kondisi geografis dataran tinggi dan suhu sejuk, sangat ideal untuk budidaya bunga mawar.

Menurut Hj. Nina, bunga mawar membutuhkan waktu sekitar lima bulan sejak ditanam hingga panen pertama. Setelah itu, panen bisa dilakukan hingga empat kali dalam sepekan dan berkelanjutan sampai empat atau lima tahun. “Kalau untuk bunga mawar, daerahnya memang harus sejuk. Kalau panas kurang cocok,” tambahnya.

Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada keluarga besar Hj. Nina yang secara konsisten mendukung kegiatan sosial desa. Ia menilai peran donatur seperti Nina Florist sangat membantu pemerintah desa dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, dukungan dari para donatur, termasuk keluarga besar Ibu Hj. Nina, sangat luar biasa. Santunan anak yatim piatu dan khitanan massal ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Asep Jembar.

Rangkaian Milangkala Desa Sukajaya ke-41 sendiri berlangsung selama dua hari dua malam, dengan berbagai kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, sosial, budaya, dan kesehatan. Kegiatan tersebut meliputi istighotsah, tabligh akbar, santunan anak yatim piatu, khitanan massal, gerak jalan santai, senam bersama, cek kesehatan gratis, pagelaran Singa Depok, angklung, hingga puncak acara berupa pagelaran wayang golek oleh Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra.

Doa bersama dipimpin oleh Ketua MUI Desa Sukajaya, H. Undang Ubaidillah, sementara tabligh akbar diisi oleh sejumlah ulama, di antaranya Muhammad Samsaul Hafidz Maulana, Lc., M.A., Ustaz Endang Syaripudin, dan Ustaz Aup Syaripudin, S.H.

Melalui Milangkala ke-41 ini, Desa Sukajaya tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan jati diri sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, budaya Sunda, dan keagamaan. Peran Nina Florist sebagai donatur tetap menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan ekonomi lokal dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial, membangun desa bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan kemanusiaan. (red-nk)