Jurnalis9.com Ngamprah. 6 Maret 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Furqon, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kamis (5/3/2026) ini, mengombinasikan nilai-nilai religiusitas dengan aksi nyata dalam pengendalian inflasi daerah.

Acara yang mengusung tema “Meneguhkan Nilai Amanah dalam Iman, Ibadah, dan Pelayanan untuk Bandung Barat” tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Sekretaris Daerah, jajaran kepala dinas, serta pimpinan perbankan dari Bank BJB dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai kolaborasi lintas sektor dalam melayani masyarakat di tengah dinamika ekonomi awal tahun.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan bahwa Safari Ramadhan ini merupakan titik ketiga yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan wujud kepedulian sosial yang nyata.
”Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah daerah mengadakan Gerai Pangan Murah, buka puasa bersama, serta menyediakan berbagai stan pelayanan masyarakat. Semoga di bulan Ramadhan ini, keberkahan dapat dirasakan oleh kita semua,” ujar Asep Ismail.

Salah satu magnet utama dalam kegiatan ini adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) “Gapura Amanah” yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog. Program ini dirancang khusus untuk menekan gejolak harga yang kerap terjadi di pasar menjelang bulan suci dan lebaran.
Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga di bawah rata-rata pasar. Beras SPHP, misalnya, dipatok seharga Rp 12.000 per kilogram, sementara daging sapi segar dijual Rp 100.000 per kilogram. Komoditas lain seperti telur ayam, minyak goreng, dan aneka bumbu dapur juga tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng sekitar 9 hingga 10 pelaku usaha, mulai dari petani, peternak, hingga penyedia olahan daging. Menurutnya, antusiasme warga Desa Cilame sangat tinggi, terbukti dengan ludesnya stok beras dan beberapa komoditas lainnya dalam waktu singkat.

”Kami berharap masyarakat tidak terlalu panik menghadapi situasi ketika gejolak pangan sangat dinamis. Pemerintah daerah melalui DKPP akan selalu hadir, terutama dalam menghadapi momen-momen besar seperti Ramadhan dan Idul Fitri,” tutur Lukmanul Hakim.
Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Safari Ramadhan kali ini juga menjadi sentra pelayanan publik terpadu. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membuka gerai layanan administrasi kependudukan, sementara Puskesmas Cimareme menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang hadir.

Aspek humanis diperkuat dengan pemberian santunan secara simbolis kepada anak yatim piatu dan penyaluran paket sembako bagi warga kurang mampu. Bantuan ini berasal dari sinergi antara Baznas Kabupaten Bandung Barat serta dukungan CSR dari Bank BJB dan BSI.

Suasana khidmat menutup rangkaian acara dengan tausyiah dari Ustaz Ayi Rohidin yang mengupas tentang nilai-nilai keluarga dalam Islam, disusul dengan doa bersama yang dipimpin oleh Yusuf Sugiana. Melalui integrasi antara ibadah, pelayanan administratif, dan penguatan ekonomi, Safari Ramadhan 2026 di Cilame ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas serta kesejahteraan sosial masyarakat Bandung Barat di tengah tantangan inflasi global. (rg-nk)