LEMBANG. 3 Desember 2025. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) se-Kecamatan Lembang menggelar Rapat Konsultasi (Rakon) Tahun 2025 di Hotel Nirwana, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dihadiri Camat Lembang Bambang Eko Setyowahjudi, Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang Maya Ekawati, serta para ketua dan pengurus TP-PKK dari seluruh desa.
Rakon ini menjadi forum evaluasi atas pelaksanaan program PKK sepanjang tahun 2025 sekaligus pemetaan strategi kerja untuk tahun 2026. Seluruh Ketua TP-PKK Desa, sekretaris, bendahara, serta Ketua Pokja 1 hingga 4 hadir untuk menyampaikan laporan dan kendala yang mereka hadapi di lapangan.
Ketua TP-PKK Kecamatan Lembang, Maya Ekawati Setyowahjudi, dalam sesi wawancara menyampaikan bahwa Rakon tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan pembenahan administrasi.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Rakon TP-PKK se-Kecamatan Lembang yang dihadiri oleh seluruh perangkat PKK desa. Kegiatan ini membahas evaluasi rapat kerja tahun 2025 sekaligus monitoring terhadap hasil kerja yang telah berjalan. Masih ada kekurangan administrasi di tingkat desa, dan itu akan menjadi acuan perbaikan untuk tahun 2026,” ujarnya.

Target 2025 Mulai Tercapai
Maya menjelaskan bahwa sebagian besar target program PKK di tahun 2025 telah menunjukkan capaian positif, terutama pada pendataan sosial, penanganan stunting, dan pelayanan calon pengantin (catin).
“Saya ini mungkin agak rewel dalam hal pendataan, bantuan sosial, stunting, catin, dan hal penting lainnya. Tapi saya bersyukur, hampir semua program kerja sudah dilaksanakan dengan baik oleh para kader dan ibu-ibu Kades. Masih ada kekurangan, tetapi itu menjadi bahan perbaikan kami ke depan,” katanya.

Harapan Kader: Penambahan Insentif
Meski secara umum program berjalan baik, Maya mengungkapkan adanya aspirasi dari para kader desa terkait insentif. Beban kerja kader dinilai semakin berat seiring bertambahnya peran PKK, tidak hanya mengurus 10 Program Pokok PKK, tetapi juga turut memastikan layanan Posyandu dan enam standar pelayanan minimal (SPM) lainnya berjalan.
“Kader sekarang harus tahu kondisi jalan rusak, mencatat rumah tidak layak huni, mendata warga yang belum memiliki jamban, hingga memantau masalah kenakalan remaja. Karena itu, mereka berharap pemerintah desa dapat mempertimbangkan penambahan insentif sebagai bentuk penghargaan,” ungkapnya.

Inovasi Kopdarsis: Cegah Pernikahan Dini dan Kenakalan Remaja
Dalam Rakon ini, TP-PKK Kecamatan Lembang juga memaparkan inovasi baru bernama KOP Darsis atau Kopi Darat Bersama Siswa, sebuah program edukasi dan komunikasi langsung dengan pelajar untuk mencegah pernikahan dini dan perilaku berisiko.
“Kita akan berkunjung ke sekolah-sekolah di Lembang untuk mendengarkan curhatan para siswa. Pelaksanaannya bekerja sama dengan UPT KB, MUI, kepala sekolah, guru BK, anak-anak Genre (Generasi Berencana), dan Tim Pendamping Keluarga,” jelas Maya.
Program Kopdarsis disebut telah berjalan dan mendapat respons positif dari kalangan pelajar.

Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
Maya menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, Genre, sekolah, UPT KB, dan lembaga keagamaan untuk mencetak generasi masa depan yang lebih berkualitas.
“Genre ini komunitas anak muda, jadi mereka lebih dekat dengan dunia remaja. Kita rangkul mereka untuk mengedukasi siswa tentang program keluarga berencana itu keren dan remaja harus punya visi masa depan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa arah kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045 menjadi dasar penguatan program keluarga di tingkat desa.

Selain itu, melalui Pokja 1, PKK Kecamatan Lembang juga mengimplementasikan program R.D. Cekas (Perlindungan Anak di Era Digital) untuk mendorong penggunaan gawai dan media sosial yang aman bagi remaja.
“Kami banyak menangani kasus pernikahan dini dan perilaku berisiko, sehingga edukasi digital ini sangat penting,” tambah Maya.

Fokus 2026: Stunting, Data Valid, dan Pemberdayaan Ekonomi
Sebagai penutup, Maya menegaskan bahwa PKK Kecamatan Lembang akan memperkuat tiga fokus utama pada tahun mendatang: pencegahan stunting, peningkatan kualitas data sosial, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Kekuatan utama PKK ada pada kader. Mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, dukungan anggaran dan insentif harus diperkuat. Inovasi pun harus terus berjalan untuk menjawab tantangan baru,” ujarnya.
Maya berharap seluruh program PKK dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lembang.
“Aamiin, semoga semua rencana dan program PKK bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (red-nk)