Lembang, 8 April 2026. Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan mengedepankan penguatan kinerja usaha, peningkatan kesejahteraan anggota, serta pembenahan kelembagaan koperasi. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan pengawas, perwakilan dinas terkait, aparat kepolisian, kepala desa, serta kelompok peternak dari berbagai wilayah di Lembang.
Sejumlah kelompok peternak yang hadir berasal dari Gunung Putri, Bukanagara, Cibedug, Barunagri, Manoko, Nyampai, hingga Pasar Kemis. Kehadiran para anggota dari berbagai wilayah tersebut mencerminkan keterlibatan aktif dalam proses evaluasi dan perencanaan koperasi.

Ketua KPSBU Lembang, Drs. Dedi Setiadi SP, dalam sambutannya menekankan bahwa kekuatan utama koperasi terletak pada loyalitas dan persatuan anggota. “Kunci utama koperasi ini tetap jaya adalah loyalitas, kesetiaan, dan persatuan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 2.056 anggota telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan kategori bukan penerima upah, dengan iuran sebesar 16ribuan per bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya perlindungan sosial bagi anggota koperasi.

Selain itu, KPSBU Lembang saat ini memiliki gerai pusat oleh-oleh yang memberi ruang bagi anggota untuk memasarkan produk olahan dan kerajinan lokal. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan anggota di luar sektor utama peternakan.
Dalam aspek kelembagaan, Dedi menjelaskan bahwa koperasi tengah melakukan pembenahan aset, khususnya tanah yang sebelumnya masih atas nama pengurus. “Saat ini sedang ada pembenahan aset tanah sehingga menjadi tanah KPSBU, bukan atas nama pengurus lagi,” katanya.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat legalitas aset koperasi, meskipun dihadapkan pada konsekuensi perubahan status kepemilikan menjadi hak guna usaha (HGU) dengan masa berlaku terbatas.
Sementara itu, dalam forum RAT juga disepakati bahwa simpanan hari raya anggota dapat diambil dua pekan sebelum hari raya, sebagai bentuk fleksibilitas pengelolaan keuangan anggota.


Dari sisi keamanan dan ketertiban, Ajun Komisaris Dana Suhenda selaku Kapolsek Lembang mengapresiasi kontribusi KPSBU dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi pencurian ternak, terutama menjelang Idul Adha.
“Kami mendukung sinergi untuk menjaga lingkungan, terutama bila ada potensi pencurian ternak. Menjelang Idul Adha biasanya terjadi peningkatan kasus,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar para peternak memperhatikan keselamatan dalam transportasi, termasuk tidak memuat pakan ternak melebihi kapasitas kendaraan serta menjaga ketertiban berlalu lintas.

Dari aspek kesehatan hewan, perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Acep Rohimat, menyampaikan bahwa program vaksinasi berjalan baik dan berdampak pada peningkatan produksi susu.
“Berkat kolaborasi bersama, program vaksinasi hewan berjalan lancar, termasuk vaksin PMK. Dari situ produksi susu semakin meningkat,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya penggunaan antibiotik yang berlebihan di kalangan peternak. Ia mendorong anggota untuk lebih sering berkonsultasi dengan dokter hewan guna menjaga kualitas produksi dan kesehatan ternak.

Dalam laporan kinerja yang disampaikan pengurus, KPSBU Lembang mencatat jumlah anggota mencapai 7.504 orang, dengan 3.500 di antaranya aktif. Struktur organisasi koperasi juga mengalami dinamika, termasuk rencana pensiunnya bendahara Toto Abidin.
Secara umum, kinerja usaha koperasi menunjukkan tren positif. Produksi susu pada tahun buku 2025 mencapai 46,8 juta liter, meningkat 8,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar produksi, yakni 96,66 persen, disalurkan ke industri pengolahan susu, sementara sisanya didistribusikan ke konsumen dan diolah secara mandiri.

Dari sisi kualitas, susu yang dihasilkan memiliki rata-rata kandungan lemak (fat) sebesar 3,50 persen, solid non-fat (SNF) 8,11 persen, serta protein 2,89 persen. Indikator ini menunjukkan konsistensi kualitas produksi anggota.
Pada sektor pakan ternak, koperasi memproduksi lebih dari 16,6 juta kilogram dengan nilai penjualan mencapai Rp67,9 miliar. Meski mengalami kenaikan dari sisi penjualan, laba kotor tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.
Adapun unit usaha waserda, pusat oleh-oleh, dan pengolahan susu mencatat penjualan sebesar Rp37,3 miliar. Meski terjadi penurunan dari target anggaran, laba kotor justru mengalami peningkatan signifikan.

Dari sisi keuangan secara konsolidasi, KPSBU Lembang mencatat total aset sebesar Rp104,1 miliar atau meningkat 5,38 persen. Pendapatan koperasi mencapai Rp495,3 miliar dengan sisa hasil usaha (SHU) sebelum pajak sebesar Rp3,25 miliar.
Dalam RAT tersebut juga dipaparkan komposisi pembagian SHU tahun buku 2025. Sebesar 45 persen dialokasikan berdasarkan penjualan susu anggota, 20 persen untuk simpanan pokok dan wajib, serta sisanya untuk cadangan, karyawan, pengurus, pengembangan wilayah, dan dana pendidikan.
Total dana yang dibagikan kepada anggota mencapai lebih dari Rp4,09 miliar, termasuk pembagian tunai sebesar Rp547.000 per anggota bagi 3.628 anggota yang berhak menerima.

Sekretaris KPSBU, Ramdan Sobahi, memaparkan program kerja ke depan yang mencakup penguatan bidang usaha dan pelayanan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan koperasi secara berkelanjutan.
Program peningkatan SDM menjadi salah satu fokus utama, baik bagi anggota maupun karyawan. Berbagai pelatihan telah dan akan terus dilakukan, mulai dari dasar-dasar perkoperasian, pelatihan peternakan, hingga digitalisasi dan pengolahan produk pangan.
KPSBU juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, lembaga internasional, dan institusi pendidikan, guna mendukung inovasi dan pengembangan usaha.

Dalam rencana strategis ke depan, koperasi akan membangun pusat cooling unit kedua di Desa Cikahuripan, mengembangkan digitalisasi bersama organisasi internasional, serta menginisiasi produksi Bio CNG dari biogas hasil limbah peternakan.
Selain itu, koperasi juga merencanakan program beasiswa bagi 200 anak anggota sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan SDM.
Di sisi lain, koperasi menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang baik dengan menerapkan sanksi tegas bagi anggota yang tidak mematuhi aturan, termasuk menjual susu ke pihak lain di luar koperasi.
KPSBU Lembang juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial, mulai dari edukasi higiene sanitasi produk hewan, pengelolaan limbah peternakan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat sekitar yang terdampak bencana.
Rapat Anggota Tahunan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta merumuskan arah kebijakan koperasi ke depan. Dengan berbagai capaian dan rencana yang telah disusun, KPSBU Lembang diharapkan mampu terus berperan sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas peternak yang berkelanjutan. (aq-nk)