PURWAKARTA, 3 Pebruari 2026. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bojong menggelar program pemeriksaan kesehatan masyarakat secara cuma-cuma yang dipusatkan di Desa Pangkalan, Purwakarta.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya jemput bola pelayanan kesehatan sekaligus menekan angka fatalitas akibat penyakit tidak menular di wilayah pedesaan. Program ini mendapatkan respons positif dari jajaran aparatur desa setempat.
Fokus pada Deteksi Dini dan Pencegahan
Pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh tim medis profesional dan dokter spesialis dari RSUD Bayu Asih ini mencakup empat poin krusial, mulai dari pemeriksaan fisik hingga skrining indikator kesehatan umum.
Kepala Desa Pangkalan, Atep Sulaeman, menyampaikan bahwa kehadiran layanan gratis ini menjadi solusi konkret bagi warga yang memiliki keterbatasan akses transportasi maupun biaya untuk datang langsung ke rumah sakit.
”Kami mengapresiasi langkah Bupati Purwakarta dan RSUD Bayu Asih. Program ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi warga kami, apalagi dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun,” ujar Atep saat ditemui di lokasi kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Puskesmas Pangkalan, dr. Mentari, turut mendampingi jalannya kegiatan untuk memastikan integrasi data pasien antara layanan RSUD dengan catatan kesehatan di tingkat desa.

Manfaat Strategis Pemeriksaan Berkala
Secara medis, pemeriksaan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting dalam manajemen kesehatan publik. Setidaknya ada lima manfaat utama yang disasar melalui program ini:
Deteksi Dini Penyakit: Mengidentifikasi kondisi kesehatan yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal, seperti hipertensi atau diabetes.
Pencegahan Primer: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai faktor risiko berdasarkan hasil pemeriksaan fisik.
Efisiensi Biaya: Membantu warga menghindari beban biaya pengobatan yang lebih besar jika penyakit baru ditangani pada stadium lanjut.
Edukasi Gaya Hidup: Meningkatkan kesadaran masyarakat desa akan pentingnya pola hidup sehat.
Rujukan Terintegrasi: Warga mendapatkan rekomendasi medis langsung untuk tindakan lanjutan jika ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan khusus.

Menjaga Keberlanjutan Program
Meskipun program ini disambut antusias, para tenaga medis tetap memberikan catatan edukasi kepada warga. Cek kesehatan gratis memiliki batasan pada jenis pemeriksaan dan fasilitas penunjang di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memanfaatkan Puskesmas sebagai garda terdepan sebelum memerlukan penanganan di RSUD.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari koordinasi seluruh Kepala Desa di Kecamatan Bojong yang turut mengarahkan warganya. Kolaborasi antara kebijakan kepala daerah melalui RSUD Bayu Asih dengan perangkat desa diharapkan mampu menciptakan masyarakat Purwakarta yang lebih tangguh secara kesehatan.
”Terima kasih Pak Bupati dan RSUD Bayu Asih atas kepeduliannya terhadap warga kami di pelosok,” tutup Atep Sulaeman. (as-ker)