Sukajaya, 17 Maret 2026. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di mushola Kantor Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/3/2026). Sebanyak 20 lansia dan dhuafa menerima santunan langsung dalam kegiatan yang digagas bersama oleh Tim Penggerak PKK Desa Sukajaya dan seorang donatur, Ibu Rasyid, sisanya 21 dikunjungi ke rumah masing-masing.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga momentum silaturahmi yang mempertemukan donatur dengan para lansia. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Desa Sukajaya, Mia Sutejawati, yang mendampingi proses penyerahan santunan berupa uang kadedeuh kepada para penerima.
Dalam sambutannya, Mia Sutejawati menyampaikan bahwa Ibu Rasyid merupakan donatur yang berdomisili di wilayah Patrol, Desa Cihideung, Kecamatan Lembang. Selama ini, yang bersangkutan juga aktif menyalurkan bantuan ke sejumlah lembaga sosial, seperti Panti Tunas Bangsa dan Yayasan Sejahtera 45.

“Ibu Rasyid ingin bertemu langsung dengan para lansia, bersilaturahmi sekaligus memberikan tanda kasih. Harapannya sederhana, hanya memohon doa agar selalu diberi kesehatan dan keberkahan,” ujar Mia.
Ia menambahkan, kegiatan santunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran donatur dari luar wilayah Sukajaya justru memperlihatkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas administratif.
Dari total 41 penerima santunan, beberapa di antaranya tercatat sebagai warga dari berbagai rukun tetangga dan rukun warga di Desa Sukajaya, seperti Juariyah (RT 03), Ceu Mamah, Ade Sukarmah, Karmi, Ma Onah, Ma Iin, Martini, Ma Uti (RW 05), Sari Ningsih, Ma Cucu, Ma Oni, dan Ma Odah. Mereka merupakan bagian dari kelompok lansia dan warga yang dinilai membutuhkan perhatian.

Dalam kesempatan wawancara, Ibu Rasyid mengungkapkan alasan personal yang mendorong dirinya aktif berbagi kepada para lansia. Ia mengaku setiap kali bertemu dengan para ibu lanjut usia, dirinya teringat kepada sosok ibunya.
“Setiap kali saya lihat ibu-ibu, saya ingat mama saya,” tuturnya dengan nada haru.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak perlu dilihat dari besar kecilnya nominal, melainkan dari keikhlasan dan niat untuk berbagi. “Jangan dilihat nominalnya, tapi yang penting keikhlasan. Semoga bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ibu Rasyid membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ia mempersilakan warga untuk menyampaikan informasi jika terdapat lansia sakit atau warga yang membutuhkan bantuan mendesak.

“Kalau ada yang sakit atau membutuhkan, tolong kabarkan ke saya. Insya Allah saya akan berusaha membantu,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana untuk mengajak rekan-rekannya turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa, sehingga jangkauan bantuan dapat semakin luas.
Sementara itu, Mia Sutejawati menilai kegiatan santunan ini memiliki dampak sosial yang penting bagi masyarakat Desa Sukajaya. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat lebih dari 100 warga yang masuk dalam kategori penerima bantuan sosial, dengan jumlah yang dinamis sesuai kondisi lapangan.
Menurutnya, ke depan kegiatan santunan bagi lansia diharapkan dapat dilakukan secara rutin, bahkan direncanakan menjadi agenda bulanan. Selain itu, pihaknya juga berencana menjangkau lansia yang tidak dapat hadir, terutama yang sedang sakit, dengan mendatangi langsung ke rumah mereka.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Bahkan kalau memungkinkan, bisa menyasar lansia yang tidak hadir dengan kunjungan langsung ke rumah,” ujar Mia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah mendukung pendataan dan pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, PKK, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran.
Di sisi lain, Mia berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi, baik dari dalam maupun luar Desa Sukajaya. Ia menilai, kepedulian sosial yang tumbuh secara kolektif akan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Mudah-mudahan semakin banyak yang terketuk hatinya untuk membantu. Tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga ke depannya,” katanya.

Kegiatan santunan ini menjadi cerminan bahwa nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga di tengah masyarakat. Di balik bantuan yang diberikan, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih layak bagi para lansia, sekaligus mempererat hubungan kemanusiaan yang melampaui sekat wilayah dan latar belakang. (nk)