Serunya Bukber Ratusan Warga Pangauban di SPPG Milik Hendrik Irawan Bersama Ivan Gunawan

Bandung Barat Kuliner Nasional

Batujajar, 14 Maret 2026. Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Balai Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Azura Berkah Rezeki, Kampung Cibodas RT 02/08, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sekitar ratusan porsi hidangan berbuka puasa secara gratis bagi anak yatim, warga sekitar, serta para tamu undangan yang hadir.

Acara ini digagas oleh Owner SPPG Pangauban, Hendrik Irawan, bersama keluarga besar Yayasan Azura Berkah Rezeki. Selain menjadi ajang silaturahmi Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi sekaligus memperkenalkan pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat.

Ratusan warga memadati area kegiatan sejak sore hari. Sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga turut hadir, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kabupaten Bandung Barat, serta unsur TNI dan Polri. Hadir pula Camat Batujajar, Kepala Desa Cangkorah dan Desa Pangauban, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kehadiran figur publik Ivan Gunawan turut menarik perhatian para tamu. Dalam kesempatan tersebut, ia hadir sebagai bintang tamu sekaligus berbagi pengalaman mengenai kegiatan sosial yang selama ini dijalankannya.

Owner SPPG Pangauban Hendrik Irawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

“Program ini sangat penting karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Saya bangga dengan program MBG yang bertujuan memberi makan anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan cerdas,” kata Hendrik.

Ia menuturkan bahwa pengalaman panjangnya di bidang katering industri menjadi bekal dalam mengelola dapur MBG. Sejak 2007, ia telah menekuni usaha katering bagi karyawan pabrik.

“Saya sudah hampir 19 tahun di industri katering pabrikan. Basic saya di makanan dan saya memang hobi memasak. Harapannya, anak-anak Indonesia bisa tumbuh besar dengan gizi yang baik,” ujar Hendrik.

Saat ini, Hendrik mengelola tujuh dapur SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah, yakni SPPG Pangauban 1 hingga 4, SPPG Ngamprah 5, SPPG Pasirhalang 6, serta SPPG Gunung Halu 7. Dari dapur tersebut, banyak sudah porsi makanan diproduksi setiap hari untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Proses produksi dilakukan sejak malam hari. “Kami mulai bekerja sekitar pukul 23.00 malam, kemudian makanan didistribusikan sekitar pukul 09.00 pagi. Menu juga kami sesuaikan dengan selera anak-anak, misalnya dimsum yang cukup disukai,” kata Hendrik.

Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, MasterChef King Abdi turut memeriahkan acara dengan sesi live cooking. Ia menyiapkan beberapa hidangan seperti oseng daging, oseng mercon, serta tumis jamur buncis yang diproduksi dalam jumlah besar, sekitar 500 hingga 700 porsi.

Para tamu juga diajak mengunjungi dapur SPPG untuk melihat secara langsung proses pengolahan makanan yang menjadi bagian dari program MBG.

Ivan Gunawan mengaku terkesan dengan pengelolaan dapur SPPG yang dinilainya rapi dan profesional. Ia mengatakan, sebelumnya hanya mengenal program tersebut melalui media sosial.

“Saya jujur baru pertama kali melihat dapur MBG secara langsung. Ternyata sangat proporsional, steril, dan tertata dengan baik. Bahkan ada ahli gizi yang terlibat,” ujar Ivan Gunawan.
Menurutnya, menyiapkan makanan untuk masyarakat dalam jumlah besar bukanlah pekerjaan mudah karena setiap orang memiliki selera yang berbeda.

“Menyiapkan makanan itu tidak mudah. Membuat orang senang dengan makanan yang kita sajikan juga tidak gampang. Tapi kalau kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, tentu harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.

Ivan juga berbagi pengalaman mengenai kegiatan sosial yang ia jalankan selama Ramadan, yakni program dapur sedekah sahur yang memproduksi ratusan porsi makanan setiap hari.

“Awalnya saya hanya menyiapkan sekitar 100 porsi, tapi setelah saya bagikan di media sosial, banyak yang ikut mendukung. Sekarang bisa mencapai sekitar 500 porsi setiap hari,” ujarnya.

Ia menilai upaya menyediakan makanan bagi masyarakat merupakan bentuk kepedulian sosial yang penting, terutama pada bulan Ramadan.

Sementara itu, Ketua SPPG Pangauban Ahmad Sopian mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi unit SPPG lainnya dalam mengelola dapur dan menghadirkan hidangan yang berkualitas.

“Kehadiran tenaga ahli seperti MasterChef King Abdi dan figur publik seperti Ivan Gunawan menunjukkan bahwa pengolahan makanan yang baik sangat menentukan kualitas hidangan yang disajikan kepada masyarakat,” kata Ahmad Sopian.

Ia menjelaskan, saat ini SPPG Pangauban telah mengaktifkan tiga dapur dengan kapasitas produksi sekitar 2.700 porsi per hari. Program tersebut sempat mengalami jeda operasional selama libur Lebaran, namun akan kembali berjalan setelah masa libur berakhir.

Menurutnya, program MBG memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan menu yang sehat dan bergizi bagi generasi muda,” ujarnya.
Selain kegiatan memasak, acara buka puasa bersama juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti permainan interaktif, penampilan musik, serta tausiah yang disampaikan oleh seorang ustaz setempat.

Dalam ceramahnya, ustaz tersebut mengingatkan empat golongan yang dirindukan Al-Qur’an, yakni orang yang rajin membaca Al-Qur’an, menjaga lisan dari perkataan buruk, memberi makan kepada orang yang lapar, serta orang-orang yang menjalankan puasa di bulan Ramadan.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat kegiatan yang digelar, yakni mempererat kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Menjelang waktu berbuka, ratusan warga berkumpul untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan, termasuk menu yang dimasak langsung oleh King Abdi. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat ketika warga, tamu undangan, serta panitia duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa.

Melalui kegiatan tersebut, SPPG Pangauban berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *