Bandung Barat, 23 Februari 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menandai satu tahun kepemimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail melalui rangkaian kegiatan silaturahmi, refleksi kinerja, serta buka puasa bersama aparatur sipil negara dan masyarakat di lingkungan Masjid Ash Shiddiq. Momentum ini menjadi ruang untuk meninjau capaian, menyampaikan apresiasi, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan publik di daerah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, yang menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kebersamaan kepemimpinan daerah. Ia menyebut seluruh perangkat daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepemimpinan bupati dan wakil bupati dalam mengemban amanah pembangunan.

“Atas nama seluruh perangkat daerah, kami mengucapkan selamat kepada bupati dan wakil bupati atas kebersamaan sampai saat ini. Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dan melaksanakan buka puasa bersama yang pertama dalam momentum ini,” ujar Ade Zakir.
Ia mengingatkan bahwa Jeje Ritchie Ismail dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, dan sejak itu berbagai program pemerintahan KBB berjalan dengan dukungan aparatur. Menurutnya, kolaborasi antara pimpinan daerah dan ASN menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pelayanan publik.

Ade Zakir juga menilai karakter kepemimpinan Jeje dan Asep memiliki kekhasan tersendiri. Ia menggambarkan kombinasi semangat generasi muda yang dibawa bupati dan pengalaman wakil bupati yang bersifat mengayomi sebagai kekuatan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Yang satu membawa semangat muda, yang satu mengayomi. Ini hal yang unik dan jarang terjadi. Mari kita dukung kepemimpinan ini untuk mewujudkan Bandung Barat yang Amanah,” katanya.

Dalam refleksi setahun, ia menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, di antaranya penanganan kejadian keracunan massal dalam program makan bergizi gratis serta peristiwa longsor di wilayah Pasirlangu. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat ditangani melalui koordinasi lintas sektor.
Ia juga memaparkan capaian di sejumlah bidang, seperti upaya menjaga layanan kesehatan agar menjangkau seluruh warga, peningkatan kualitas pendidikan melalui pembangunan ruang kelas, serta pembangunan infrastruktur jalan yang berkelanjutan. Ade Zakir turut menyampaikan permohonan maaf apabila kinerja aparatur belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada anak yatim dan warga lanjut usia oleh bupati dan wakil bupati sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Dalam sambutannya, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menilai berbagai dinamika selama setahun menjadi proses pembelajaran bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Banyak cobaan yang dapat kita atasi bersama. Harmonisasi dengan wakil bupati tetap terjaga, dan kami berharap hingga akhir masa jabatan kebersamaan ini terus terpelihara,” ujarnya.
Jeje memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif pada 2025, antara lain peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta pelaksanaan rehabilitasi infrastruktur di 17 ruas jalan. Pemerintah daerah juga merealisasikan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 176 unit, pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP, serta perbaikan fasilitas puskesmas.

Di sektor pertanian, pemerintah menyalurkan bantuan bibit ternak kepada petani dan mendukung 184 kelompok tani. Selain itu, insentif bagi guru ngaji juga diberikan sebagai bagian dari perhatian terhadap pendidikan keagamaan.
Untuk tahun 2026, Jeje menyampaikan sejumlah prioritas, seperti percepatan pembangunan jalan, penambahan unit perbaikan rumah tidak layak huni, penataan kawasan permukiman kumuh, serta peningkatan penerangan jalan umum. Ia menegaskan bahwa seluruh program diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jeje juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan masukan publik. Menurutnya, partisipasi masyarakat penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan.
Dalam suasana yang lebih santai, Jeje sempat menyampaikan bahwa dirinya mulai aktif menggunakan media sosial, mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam memanfaatkan platform digital untuk komunikasi publik. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Asep Ismail menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya memaknai bulan Ramadhan sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas ibadah. Ia mengajak seluruh hadirin menjalankan puasa dengan penuh kesungguhan serta memperbanyak amal kebajikan.
“Alhamdulillah, kami sangat terharu bisa melewati satu tahun bersama. Mari kita jalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan mempererat silaturahmi, karena belum tentu kita mendapat kesempatan yang sama di masa mendatang,” tutur Asep.

Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al Quran, memperbanyak sedekah, serta memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk meningkatkan ibadah. Dalam kesempatan itu, Asep menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan selama menjalankan tugas pemerintahan.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama di area masjid. Aparatur sipil negara, perangkat daerah, serta undangan tampak berbaur dalam suasana hangat dan sederhana.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga ruang refleksi terhadap perjalanan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pelayanan publik, menjaga harmonisasi internal, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Dengan berbagai capaian dan tantangan yang telah dilalui, kepemimpinan Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail diharapkan mampu melanjutkan program prioritas secara konsisten, sekaligus menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat “Amanah (Aganis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, Harmonis)”. (aq-nk)