Bandung, 10 Januari 2026. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kujang Pajajaran Kota Bandung menggelar sosialisasi Program Infinite Prestige Global (IPG) sebagai bagian dari agenda awal tahun untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung di Sekretariat Kujang Pajajaran Kota Bandung, Jalan Budi, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, serta dihadiri pengurus, mitra, dan perwakilan komunitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Kujang Pajajaran Kota Bandung Sari Nurlita, S.Pd., perwakilan IPG Nana, instruktur senam Anie Jack, serta sejumlah undangan dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan PT Dwi Nawasena Jaya yang bergerak di bidang jasa pengamanan, kebersihan, dan pengelolaan lingkungan. Acara juga menjadi momentum silaturahmi awal tahun sekaligus pengenalan rencana kerja organisasi sepanjang 2026.

Dalam sambutannya, Sari Nurlita menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun organisasi diwarnai dinamika yang wajar. “Dalam setiap kegiatan, kehadiran anggota tidak selalu sama. Ada yang hadir, ada pula yang berhalangan. Alhamdulillah, dukungan dari berbagai pihak terus ada, termasuk dari para ibu guru dan rekan media,” ujar Sari. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas dilakukan dengan tetap berada dalam koridor pembinaan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Sari menjelaskan, DPD Kujang Pajajaran Kota Bandung secara konsisten menjangkau wilayah kelurahan dan kecamatan melalui program pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, hingga kegiatan sosial budaya. Program berbagi seperti pembagian nasi bungkus setiap Jumat, santunan anak yatim, serta kegiatan sosial lainnya, kata dia, dilaksanakan secara rutin dan terdokumentasi secara administratif.

Terkait rencana 2026, Sari mengutip falsafah Sunda yang menjadi semangat organisasi. “Mudah-mudahan di awal tahun 2026 ini Kujang Pajajaran semakin nanjeur, semakin maju. Panjeg di nugalur, kukuh dinu jangji,” tuturnya. Ungkapan tersebut bermakna komitmen untuk konsisten dalam niat, ucapan, dan langkah. Ia menambahkan, tahun 2026 yang disebut sebagai tahun “Shio Kuda” atau “Kuda Isi” dimaknai sebagai ajakan untuk bergerak cepat dan responsif.
Fokus utama program ke depan, lanjut Sari, adalah pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ekonomi kreatif. “Kami akan bergerak ke tingkat kelurahan dan kecamatan dalam rangka pelatihan menuju ekonomi kreatif mandiri, khususnya UMKM di Kota Bandung, terutama untuk ibu-ibu,” katanya. Bentuk pelatihan meliputi tata rias, memasak, menjahit, serta pembuatan kerajinan yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Sosialisasi juga menghadirkan perwakilan IPG, Nana, yang memperkenalkan produk kesehatan sekaligus peluang kerja sama. Nana menjelaskan bahwa IPG, yang berkantor pusat di kawasan Summarecon, Bekasi, memiliki fasilitas produksi di Depok dan memasarkan sejumlah produk, salah satunya propolis. “Produk ini dapat digunakan sehari-hari oleh bapak-bapak maupun ibu-ibu. Keunggulannya adalah kualitas yang baik dengan harga relatif terjangkau,” ujarnya.
Menurut Nana, satu paket propolis IPG berisi tujuh botol masing-masing 10 mililiter dengan harga sekitar Rp500.000. Ia membandingkan dengan produk sejenis di pasaran yang umumnya berisi lebih sedikit dengan harga lebih tinggi. Penjelasan ini disampaikan sebagai bagian dari edukasi konsumen sekaligus penjajakan sinergi dengan komunitas dalam kegiatan sosial dan kesehatan.

Dari sisi kemitraan bidang jasa, Supriyadi dari PT Dwi Nawasena Jaya menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama, khususnya di sektor pengamanan. Yayasan yang diwakilinya mengelola tenaga sekuriti, petugas kebersihan, serta pengelolaan sampah. “Fokus utama kami adalah tenaga pengamanan. Kami siap bersaing dari segi kedisiplinan anggota dan etos kerja,” ujarnya. Saat ini, pihaknya mengelola ratusan personel di beberapa wilayah, dengan penempatan disesuaikan kemampuan dan kebutuhan lapangan, tanpa membedakan jenis kelamin.
Supriyadi menekankan pentingnya pembinaan dan pelatihan dasar bagi anggota sebelum diterjunkan ke lapangan. Pendekatan kekeluargaan juga dikedepankan dalam menyelesaikan kendala komunikasi dengan masyarakat. “Nilai silaturahmi hari ini sangat positif dan membuka peluang untuk saling membantu sesuai keahlian masing-masing,” katanya.

Selain paparan program dan peluang kerja sama, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menginformasikan rencana penguatan administrasi organisasi. Sari menyebutkan bahwa penyempurnaan data keanggotaan, termasuk Kartu Tanda Anggota (KTA), menjadi salah satu prioritas. Organisasi juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk bergabung dengan persyaratan administratif yang sederhana, seperti KTP dan pas foto.
Dalam konteks pembangunan daerah, upaya pemberdayaan UMKM dan perempuan yang diusung DPD Kujang Pajajaran sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan. Pelatihan keterampilan, akses jejaring, serta pendampingan komunitas dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan daya saing usaha kecil di perkotaan.




Menutup rangkaian kegiatan, Sari mengajak seluruh anggota dan mitra untuk menjaga semangat kebersamaan. “Semoga ke depannya kita dapat saling mengisi, saling membutuhkan, dan bersama-sama membesarkan organisasi ini,” ucapnya. Bilamana membutuhkan produk tersebut di atas bisa menghubungi nomor 082263010858. Dengan sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan komunitas, diharapkan program-program yang direncanakan sepanjang 2026 dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bandung. (nk)