SMPN 3 Parongpong Rayakan Hari Guru 2025 dengan Apresiasi untuk Tenaga Pendidik

Bandung Barat Pendidikan

PARONGPONG. 24 November 2025. Semangat peringatan Hari Guru Nasional 2025 terasa kuat di lingkungan SMP Negeri 3 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah tersebut menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Di depan spanduk bertuliskan “Selamat HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025: Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, Kepala SMPN 3 Parongpong, Dra. Nani Sulyani, M.Ds., menyampaikan persiapan sekolah dalam menyambut peringatan Hari Guru yang jatuh pada 25 November.

“Terima kasih atas apresiasinya. Untuk kegiatan Hari Guru besok, tanggal 25 November, kami akan melaksanakan upacara secara nasional,” tutur Nani mengawali wawancara.

Rangkaian Acara: Doa Bersama, Penampilan Siswa, dan Penghargaan Guru

Selain upacara nasional, SMPN 3 Parongpong menyiapkan rangkaian kegiatan khusus yang ditujukan untuk membangun suasana kebersamaan dan apresiasi. Menurut Nani, pihak sekolah ingin momentum ini menjadi ruang refleksi dan penghargaan bagi para pendidik yang telah mengabdikan waktu dan tenaga demi kemajuan siswa.

“Khusus di SMPN 3 Parongpong, kami juga akan menyelenggarakan acara apresiasi untuk para guru. Kami ingin memberikan penghargaan kepada guru-guru yang telah berjasa, yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk mendidik anak-anak kami,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan motivasi baru bagi para guru. “Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat bahwa guru harus terus mengajar dengan baik, penuh dedikasi, dan berkomitmen mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Pada hari pelaksanaan, sekolah menggelar istighosah atau doa bersama, sebuah tradisi yang terus dijaga untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan para guru. “Doa ini ditujukan untuk kesehatan para guru, karena guru harus selalu sehat,” kata Nani.

Tak hanya itu, siswa juga menyiapkan berbagai penampilan sebagai bentuk penghormatan. “Ada juga persembahan penampilan kreasi dari siswa kepada para guru,” tambahnya.

Penghargaan untuk Guru: Dari Motivator hingga Guru Paling Ceria

Salah satu bagian yang paling ditunggu adalah sesi pemberian reward, yaitu penghargaan khusus dari sekolah dan siswa kepada guru-guru yang dinilai memberikan pembelajaran bermakna.

“Kami menyiapkan program pemberian reward kepada guru-guru yang dinilai memberikan pembelajaran bermakna bagi siswa. Hasil penilaian dari siswa juga menjadi salah satu dasar kami,” kata Nani.

Kategori penghargaan yang disiapkan di antaranya:

Guru Motivator
Guru Disiplin
Guru Inisiatif
Guru Ceria dan Menyenangkan saat mengajar

Untuk menjaga objektivitas penilaian, pihak sekolah menggunakan mekanisme pemungutan suara berbasis digital. “Kami membagikan tautan Google Form yang diisi oleh setiap siswa menggunakan akun masing-masing. Jadi siswa memilih guru yang mereka nilai melalui formulir tersebut,” jelas Nani.

Hasil penilaian disimpan rapat hingga acara berlangsung agar menjadi kejutan bagi para guru. “Hasilnya kami rahasiakan sampai hari pelaksanaan agar menjadi kejutan,” ujarnya sambil tersenyum.

Nani menegaskan bahwa kegiatan ini bukan lomba kompetitif, melainkan ungkapan terima kasih siswa kepada guru. “Ini bukan berupa lomba, tetapi lebih kepada bentuk apresiasi. Jadi tidak dimaknai sebagai lomba,” tegasnya.

Harapan untuk Guru: Jangan Pernah Berhenti Belajar

Di akhir wawancara, Nani menyampaikan pesan menyentuh untuk seluruh tenaga pendidik, baik di sekolahnya maupun di Indonesia pada umumnya.

“Pertama, terima kasih untuk para guru. Selamat Hari Guru untuk kita semua,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri. “Jangan lupa untuk terus belajar. Menjadi guru bukan berarti berhenti belajar, tetapi harus terus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak kita,” katanya.

Nani menyoroti perkembangan karakter dan kemampuan peserta didik yang semakin kritis dan cerdas. “Anak-anak kita sekarang semakin cerdas dan kritis. Maka guru tidak boleh berhenti sampai di sini. Semangat selalu untuk terus belajar,” ujarnya.

Menurutnya, guru yang terus berkembang akan mampu mewujudkan generasi masa depan yang berkarakter kuat sesuai Profil Pelajar Pancasila. “Harapannya, dengan guru yang semakin baik dan mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik, anak-anak kita akan menjadi lebih cerdas sesuai harapan pemerintah, yaitu memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila,” tutupnya.

Peringatan Hari Guru di SMPN 3 Parongpong kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat tekad dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Semangat apresiasi dan penghargaan ini menunjukkan bahwa guru tetap menjadi pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. (red-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *