Batujajar Barat, 18 Maret 2026. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Desa Batujajar Barat, Kabupaten Bandung Barat, saat ratusan warga berkumpul dalam kegiatan Gebyar Ramadhan 1447 Hijriah yang diisi dengan santunan bagi anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa.
Kegiatan bertajuk “Cahaya Ramadhan untuk Senyum Anak Yatim dan Dhuafa” ini dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat Asep Ismail, Camat Batujajar Andi M. Hikmat, Kepala Desa Batujajar Barat Erfan Hariawan, Ketua TP PKK Kecamatan Batujajar Marlina Sari Utami, serta unsur TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Irwan, Kepala Dusun 4, yang membacakan Surat Al-Ma’un. Pemilihan surat tersebut dinilai relevan dengan semangat kegiatan yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan kaum kurang mampu.
Ketua panitia yang diwakili oleh Karang Taruna Tumaritis, Suherman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan tradisi yang telah berlangsung selama dua dekade di Desa Batujajar Barat.
“Dana yang terkumpul sebesar Rp62 juta untuk santunan. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi sejak 20 tahun yang lalu sampai saat ini. Mohon doanya agar tradisi ini terus berkiprah dari tahun ke tahun,” ujar Suherman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari masyarakat, perangkat desa, hingga para donatur yang berkontribusi dalam pengumpulan dana.
Menurutnya, penggalangan dana dilakukan secara gotong royong oleh Karang Taruna dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Donasi dihimpun dari tingkat rukun tetangga dan rukun warga, pedagang pasar, hingga partisipasi warga di ruang publik.

Kepala Desa Batujajar Barat, Erfan Hariawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial warga.
“Dana ini diperoleh dari hasil gotong royong masyarakat, bukan dari dana desa atau anggaran pemerintah. Ini murni hasil kepedulian warga,” kata Erfan.
Ia juga menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Wakil Bupati Bandung Barat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan sosial berbasis masyarakat. Ucapan terimakasih tidak lupa disampaikan untuk Camat Batujajar yang baru Andi M. Hikmat yang menginisiasi mengundang Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, Erfan mengapresiasi peran Karang Taruna Tumaritis yang dinilai konsisten menjaga tradisi kepedulian sosial di lingkungan desa.
Ia turut menginformasikan bahwa pemerintah desa membuka layanan pengumpulan zakat fitrah melalui RT dan RW guna memudahkan warga dalam menunaikan kewajiban keagamaan selama Ramadhan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan apresiasi terhadap semangat gotong royong warga Batujajar Barat, khususnya Karang Taruna Tumaritis.
“Saya sangat mengapresiasi Karang Taruna Tumaritis. Kegiatan ini patut menjadi contoh bagi karang taruna lainnya di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Asep.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
“Saya tahun depan bersedia untuk memberi donasi juga,” katanya, yang disambut antusias warga.

Dalam kesempatan tersebut, Asep mengingatkan pentingnya memanfaatkan sisa waktu di bulan Ramadhan untuk meningkatkan ibadah dan kepedulian sosial.
“Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Mari kita isi dengan memperbanyak ibadah. Pengumpulan dana santunan ini adalah bagian dari ibadah yang berpahala tinggi,” tuturnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung Barat yang menekankan nilai agamis, maju, adaptif, nyaman, aspiratif, dan harmonis.

Menjelang waktu berbuka puasa, tausiah disampaikan oleh Ustadz Ade Mahfudin dari Pesantren Al-Tafsir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan menekankan keutamaan menyantuni anak yatim.
“Rasulullah menyampaikan bahwa siapa yang menyantuni anak yatim, kelak akan bersama beliau di surga,” ujar Ade Mahfudin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus peduli terhadap kaum dhuafa sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang telah didata sebelumnya oleh pemerintah desa. Penyaluran dilakukan secara tertib agar bantuan tepat sasaran.
Ratusan warga turut mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama yang menjadi penutup rangkaian acara. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antarwarga dan unsur pemerintahan.

Tradisi santunan yang telah berlangsung selama 20 tahun ini menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas sosial di tingkat desa tetap terjaga. Keterlibatan aktif generasi muda melalui Karang Taruna menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan tersebut.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta yang hadir. (aq-nk)