Bandung Barat, 4 April 2026. Komunitas Lendeng N D’Gank memperingati hari jadinya yang pertama melalui sebuah kegiatan bertajuk “Satu Langkah Menuju Seribu Karya”. Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah gerak organisasi dalam membangun solidaritas dan kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan serta organisasi, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Ali Rapli Rapsanjani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat Weda Wardiman, jajaran kepolisian setempat, serta para pengurus dan anggota Lendeng dari berbagai chapter wilayah.

Turut hadir Ketua Umum Lendeng Ade Lendeng, Ketua Chapter Barat Daryat Monte, Ketua Chapter Timur Edian, Sekretaris Jenderal Haji Banett, Wakil Ketua Umum Roland Tobing, serta para pendiri dan pengurus yang tergabung dalam struktur internal organisasi.
Suasana kebersamaan terasa sejak awal acara melalui yel-yel yang digaungkan bersama, “Lendeng, lendeng, lendeng, solid, ngahiji sauyunan.” Seruan tersebut menjadi simbol semangat kolektif yang dibangun komunitas, dengan menekankan bahwa soliditas tidak selalu berarti keseragaman, melainkan kebersamaan dalam perbedaan.
Ketua pelaksana kegiatan, Hendrik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan anniversary ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antaranggota. Ia menegaskan bahwa tema yang diusung mencerminkan harapan besar organisasi ke depan.

“Acara ini mempersatukan silaturahmi dan anggota. Tema satu langkah menuju seribu karya menjadi semangat kita bersama. Semua ini untuk Lendeng Bandung Barat,” ujar Hendrik.
Pernyataan tersebut menggambarkan orientasi komunitas yang tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga pada kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ketua Chapter Barat, Daryat Monte, menyoroti perjalanan komunitas yang tidak lepas dari dinamika suka dan duka. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berkontribusi dalam membangun organisasi hingga mencapai titik saat ini.
“Banyak suka duka bersama dalam membangun Lendeng N D’Gank sampai bisa seperti ini. Saya mengucapkan terima kasih. Diharapkan ke depan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” kata Daryat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi agar komunitas dapat terus berkembang dan memiliki arah yang jelas dalam jangka panjang.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Weda Wardiman, menyampaikan apresiasi atas eksistensi komunitas tersebut. Ia menilai, meskipun usia organisasi masih relatif muda, potensi untuk berkembang tetap terbuka luas selama dijalankan secara konsisten.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kami mengucapkan selamat ulang tahun yang pertama. Walaupun baru satu tahun, saya yakin dengan konsistensi, komunitas ini akan semakin besar,” ujar Weda.
Ia juga berharap Lendeng dapat terus bergerak dalam kegiatan positif yang memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, peran komunitas menjadi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan partisipatif.

“Komunitas ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan, bergerak di bidang positif, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat luas melalui kegiatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Lendeng, Ade Lendeng, dalam sambutannya menekankan aspek nilai dan perubahan arah gerakan komunitas. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperkuat peran sosial organisasi.

Ade juga menyampaikan pesan reflektif yang menjadi landasan gerakan komunitas.
“Manusia tidak diciptakan untuk sempurna, tetapi untuk berguna. Mari berbuat baik selalu,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas yang awalnya berangkat dari berbagai latar belakang kini telah bertransformasi ke arah yang lebih positif, dengan fokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Lendeng, Haji Banett, menyoroti pentingnya sinergi antara komunitas dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat kepolisian. Kehadiran unsur tersebut dalam acara anniversary dinilai sebagai bentuk pengakuan sekaligus dukungan terhadap eksistensi komunitas.
“Ini adalah bukti sinergitas antara Lendeng Bandung Barat dengan pemerintah dan kepolisian. Kami juga memiliki Lendeng Fast Rescue yang hadir dalam setiap kejadian bencana,” ungkapnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Lendeng tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga telah mengambil peran dalam respons sosial, khususnya dalam situasi darurat.
Keterlibatan dalam kegiatan penanggulangan bencana menjadi salah satu indikator berkembangnya fungsi komunitas ke arah yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperlihatkan potensi organisasi dalam mendukung agenda kemanusiaan di tingkat lokal.

Acara anniversary kemudian dilanjutkan dengan kegiatan interaktif berupa kuis yang melibatkan peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan memperkuat interaksi antaranggota dalam suasana yang lebih santai.
Secara keseluruhan, peringatan satu tahun Lendeng N D’Gank tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan organisasi. Dengan mengusung tema yang menekankan langkah kecil menuju karya besar, komunitas ini menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa komunitas berbasis solidaritas memiliki ruang untuk tumbuh sebagai kekuatan sosial, selama mampu menjaga konsistensi, arah gerakan, dan nilai kebersamaan yang menjadi fondasinya. (aq-nk)

