Haji Ramah Lansia dan Disabilitas, Bandung Barat Perkuat Bekal Manasik Jemaah 2026

Bandung Barat Blog

BANDUNG BARAT, April 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Kantor Kementerian Agama dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 Hijriah/2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah haji agar mampu menjalankan ibadah secara mandiri, tertib, serta sesuai tuntunan syariat di Tanah Suci.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ash-Shidiq ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan jemaah.

Asisten Daerah I Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, menegaskan bahwa pelaksanaan manasik haji memiliki peran strategis sebagai bekal utama bagi jemaah sebelum berangkat ke Arab Saudi.

“Ibadah haji adalah rukun Islam kelima bagi yang mampu. Pelaksanaan manasik ini sangat penting sebagai pedoman dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Kami berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan dan menjadikan momentum ini sebagai peningkatan ketakwaan,” ujar Duddy.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan pembinaan, fasilitas, dan kualitas pelayanan bagi jemaah haji di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Enjah Sugiarto, SE, menyampaikan bahwa penyelenggaraan manasik haji tahun ini menjadi yang pertama dilaksanakan secara terintegrasi di tingkat kabupaten.
“Ini pertama kalinya dilaksanakan di Masjid Ash-Shidiq. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan haji berjalan optimal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, jumlah daftar tunggu jemaah haji di Kabupaten Bandung Barat saat ini mencapai sekitar 22.000 orang, dengan masa tunggu rata-rata hingga 30 tahun. Fakta ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

“Jemaah tertua tahun ini berusia 86 tahun dari Kecamatan Cipeundeuy, sementara yang termuda berusia 18 tahun dari Kecamatan Cihampelas. Bahkan, saat ini pendaftaran haji sudah dapat dilakukan sejak usia 12 tahun,” tambahnya.

Menurut Enjah, pada tahun ini terdapat 107 jemaah yang telah melunasi biaya haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 jemaah akan diberangkatkan bersama satu pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Ia juga menjelaskan bahwa bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak lima kali, terdiri atas satu kali di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan yang telah digelar sejak Februari 2026.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Muhammad Mahdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan jemaah dari berbagai aspek, tidak hanya spiritual tetapi juga fisik dan pengetahuan.

“Pelaksanaan ibadah haji ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Persyaratan utama adalah kesehatan, finansial, dan ilmu. Ilmu untuk melaksanakan haji itu sendiri sangat penting,” kata Mahdi.
Ia juga mengingatkan bahwa pemahaman teori dalam manasik harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi kondisi nyata di lapangan.

“Teori tidak selalu berbanding lurus dengan praktik. Jemaah harus siap menghadapi kondisi di lapangan agar tidak muncul keluhan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya.

Selain itu, Mahdi memastikan DPRD akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji dari tahun ke tahun agar semakin baik.

Sementara itu, Kepala Kemenag Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun, mengingatkan bahwa ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial dan manajerial.

“Haji adalah kewajiban bagi yang mampu. Di dalamnya terdapat dimensi spiritual, sosial karena bertemu banyak orang, serta dimensi manajerial yang menuntut kepatuhan terhadap aturan dan urutan ibadah,” jelasnya.
Ia juga memberikan sejumlah imbauan praktis kepada jemaah, seperti mempelajari rute perjalanan dari hotel ke lokasi ibadah, bepergian secara berkelompok, menjaga kondisi kaki dengan penggunaan alas kaki yang tepat, serta membawa air zamzam secukupnya saat kembali ke Tanah Air.

“Semoga seluruh jemaah menjadi peserta haji yang tertib dan mandiri,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga digelar Apresiasi Haji Muda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026. Program ini bertujuan mendorong generasi muda untuk mendaftar haji sejak dini. Tahun ini, jumlah penerima apresiasi meningkat menjadi 25 orang.

Langkah ini dinilai penting mengingat panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia, termasuk di Bandung Barat, sehingga kesadaran untuk mendaftar lebih awal menjadi krusial.

Secara nasional, Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, termasuk melalui penguatan manasik berbasis praktik, layanan kesehatan terpadu, serta pendekatan berbasis kebutuhan jemaah, khususnya bagi lansia dan kelompok rentan.

Dengan pelaksanaan manasik haji terintegrasi ini, diharapkan seluruh jemaah asal Kabupaten Bandung Barat dapat menjalankan ibadah dengan lebih siap, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, serta mampu menjaga kemandirian selama berada di Tanah Suci. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *