Empat Kandidat Muncul, Muscab PKB Bandung Barat Perkuat Arah Kepemimpinan Partai

Bandung Barat

Bandung Barat, 8 April 2026. Suasana kebersamaan dan semangat konsolidasi mewarnai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung Barat yang digelar di L’Eminence Hotel Convention & Resort. Forum lima tahunan ini menjadi momentum strategis bagi partai dalam menentukan arah kepemimpinan serta memperkuat basis organisasi di tingkat daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC dan PAC dari 16 kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat, unsur Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz, serta pengurus DPW PKB Jawa Barat. Turut hadir pula anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, para ulama, kiai, pimpinan partai politik, serta Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. KH. Jazilul Fawaid, SQ, MA., hadir memimpin jalannya sidang sekaligus menyampaikan amanat dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Bandung Barat merupakan bagian dari penugasan langsung untuk menghadiri cabang-cabang yang dinilai memiliki kinerja dan prestasi.

“Saya diutus oleh Gus Muhaimin untuk hadir ke Bandung Barat. Cabang yang saya hadiri adalah cabang-cabang yang memiliki prestasi,” ujar Jazilul Fawaid di hadapan peserta Muscab.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa PKB tidak dapat dipisahkan dari peran ulama sebagai fondasi ideologis dan moral partai. Menurutnya, dinamika politik kebangsaan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kepemimpinan yang berakar kuat pada nilai-nilai keimanan.

“PKB harus siap menggunakan kepemimpinan ulama. Ulama bukan sesuatu yang bisa dipisahkan dengan PKB. Politik ulama saat ini cukup berat karena zaman semakin berubah. Saya berharap muscab ini menjadi ajang menurunkan berbagai pemikiran dan konsep ulama, dan PKB harus didasari oleh konsep tauhid dan keimanan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jazilul menyampaikan dua pesan utama dari Ketua Umum PKB kepada seluruh kader, khususnya di Bandung Barat. Pertama, kader diminta untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan.

“Hendaklah anda turun ke lapangan menjadi pelayan di samping petani, buruh, dan rakyat kecil lainnya,” katanya.

Kedua, kader didorong untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu naik kelas menjadi pemimpin di berbagai tingkatan.

“Tidak cukup anda menjadi pelayan, tetapi kader PKB harus naik kelas, yaitu memimpin di manapun levelnya,” lanjutnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan menjadi syarat utama dalam mencetak kepemimpinan yang adaptif dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Ade Wawan, menegaskan bahwa Muscab merupakan forum strategis dalam menentukan kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.

“Muscab ini adalah momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan PKB ke depan,” ujar Ade Wawan.

Dalam Muscab tersebut, muncul empat nama kandidat calon Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Barat yang direkomendasikan oleh pimpinan sidang, yaitu Asep Dedi, Unjang Asari, Sandi Supiyandi, dan Wendy Sukmawijaya. Keempatnya dinilai sebagai kader potensial yang diharapkan mampu membawa partai lebih maju.

Selain itu, tercatat sebanyak 18 calon pengurus Dewan Syuro dan 32 calon pengurus Dewan Tanfidz yang akan mengisi struktur kepengurusan DPC PKB ke depan. Komposisi tersebut diharapkan merepresentasikan berbagai unsur, mulai dari ulama dan kiai pesantren, kalangan milenial, hingga keterwakilan perempuan.
Ade Wawan berharap, kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap PKB.

“Semoga ketua terpilih nanti bisa membawa PKB Bandung Barat lebih baik, lebih solid, dan semakin dipercaya masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan kedekatan emosional antara PKB dan pemerintah daerah. Ia menilai PKB telah menjadi bagian penting dalam dinamika pembangunan daerah.

“PKB bukan rumah orang lain, melainkan sudah seperti rumah sendiri,” ujar Asep Ismail.
Ia juga menekankan adanya keselarasan visi antara PKB dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam mewujudkan visi AGAMIS (Agamis, Aman, Maju, Inovatif, dan Sejahtera).

Dalam kesempatan tersebut, Asep turut mengajak seluruh partai politik, termasuk yang berada di luar koalisi, untuk bersama-sama membangun daerah secara kolaboratif.

“Saya harap semua partai non-koalisi juga bersama-sama kompak untuk membangun Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Menutup sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas partai, terlepas dari hasil Muscab yang akan menentukan kepemimpinan ke depan.
“Siapapun nanti yang akan meneruskan kepemimpinan PKB, maka PKB akan selalu solid,” ujarnya.

Pelaksanaan Muscab PKB Kabupaten Bandung Barat berlangsung khidmat dan tertib. Forum ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga mempertegas komitmen partai dalam membangun organisasi yang berakar pada nilai keulamaan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta adaptif menghadapi perubahan zaman. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *