Bandung Barat, 13 Mei 2026. Sebanyak 29 kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat resmi dilepas dari Masjid Ash Shiddiq, Rabu pagi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang digelar di area Pusdikav, tahun ini pemberangkatan dipusatkan di masjid tersebut dengan perhatian khusus pada jemaah lanjut usia, disabilitas, dan perempuan.
Bupati Bandung Barat Jeje Richi Ismail dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi transportasi jemaah dari Bandung Barat menuju Asrama Haji di Indramayu, serta penyediaan konsumsi. “Insyaallah pada hari ini para jemaah akan memasuki Asrama Haji di Indramayu dan selanjutnya berangkat menuju Tanah Suci melalui bandara menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines,” ujarnya.

Jeje mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan karena ibadah haji memerlukan kesiapan jasmani dan rohani. Ia juga berpesan agar jemaah mengikuti tuntunan manasik dari pembimbing Kantor Kementerian Agama dan petugas pendamping.
“Saya berpesan agar selama menjalankan ibadah haji senantiasa menjaga kondisi fisik dan kesehatan, karena ibadah haji memerlukan kesiapan jasmani dan rohani,” kata Jeje.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, menurut Jeje, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sebagai amanat undang-undang. Fasilitas yang diberikan meliputi transportasi pulang-pergi dari dan ke daerah asal, serta konsumsi selama proses pemberangkatan.

Dalam wawancara terpisah, Jeje mengakui jumlah jemaah tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya. Ia tidak merinci penyebab pasti, tetapi menyebut adanya pergeseran kuota secara nasional. “Sekurang-kurangnya semuanya diberikan kesehatan, kelancaran. Saya juga mengucapkan apresiasi untuk semua pihak yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan hari ini,” ujarnya.
Jeje menambahkan bahwa tahun depan diharapkan ada penambahan kuota. Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah kembali ke Bandung Barat dalam keadaan sehat tanpa berkurang jumlahnya, mengingat banyak jemaah lanjut usia yang tergabung dalam kloter 29.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat Baiq Raehanun Ratnasari dan Ketua Panitia Haji Enjah Sugiarto turut hadir. Enjah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan, manasik, hingga pemberangkatan.
“Alhamdulillah, seluruh proses persiapan keberangkatan jemaah haji Kabupaten Bandung Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Enjah.
Enjah berharap jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta menaati arahan petugas dan pembimbing di Tanah Suci. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh jemaah kembali sebagai haji yang mabrur.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dr. Lia N. Sukandar mengatakan, pihaknya menurunkan dua tim medis dengan perlengkapan lengkap yang berangkat langsung ke Indramayu. Tim medis akan menginap di sana hingga jemaah haji take over atau diserahterimakan kepada petugas embarkasi.
“Dinas kesehatan bertugas mengawal dari mulai pemeriksaan kesehatan jemaah haji sampai nanti keluar lolos sehat tidaknya,” ujar Lia.
Untuk jemaah disabilitas, Lia mengaku belum menerima data jumlah pasti. Namun ia memastikan bahwa jemaah lanjut usia dan disabilitas menjadi prioritas penanganan. Dinas Kesehatan menurunkan tenaga haji TPHD (Tim Pembimbing Haji Daerah) sebanyak dua orang untuk urusan umum dan kesehatan, serta tiga orang TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia) yang juga berangkat.
“Penanganan yang lanjut usia, yang disabilitas tentunya dia menjadi prioritas. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita di sana,” kata Lia.

Adapun petugas TKHI yang diberangkatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat untuk Kloter 29 ini terdiri atas empat orang tenaga medis dari tiga rumah sakit daerah: Feti dari RSUD Cililin, Egi dari RSUD Lembang, serta Doni dan Gugun dari RSUD Cikawet. Sementara itu, petugas TPHD yang bertugas mendampingi jemaah berasal dari dua orang, yakni Bu Aah dan Mas Waris. Keseluruhan petugas tersebut telah menjalani pembekalan khusus dan siap mendampingi jemaah sejak keberangkatan dari Bandung Barat hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Lia menilai pemberangkatan tahun ini lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap ke depan pemberangkatan dari Kabupaten Bandung Barat dapat terus ditingkatkan kualitas pelayanannya, terutama bagi jemaah dengan kebutuhan khusus.

Keberangkatan kloter 29 ini juga dihadiri unsur Forkopimda, MUI Kabupaten Bandung Barat, camat Ngamprah, babinsa, babinkamtibmas, tokoh masyarakat, sesepuh, serta perwakilan dari embarkasi dan Kantor Kementerian Perdagangan.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi IV, Nur Djulaeha, yang hadir dalam pelepasan tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam penyelenggaraan ibadah haji kali ini. Menurutnya, Komisi IV yang membidangi urusan kesehatan memiliki perhatian khusus terhadap kesiapan medis jemaah haji, terutama lansia dan disabilitas. Dukungan tersebut, kata Nur, akan terus ia salurkan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran agar pelayanan kesehatan bagi jemaah haji di masa mendatang dapat lebih maksimal.

Bupati Jeje secara resmi melepas jemaah dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Ia atas nama pribadi dan pemerintah daerah mendoakan agar seluruh jemaah diberikan perlindungan, kesehatan, kemudahan, kelancaran, dan kembali dalam keadaan sehat walafiat.
“Saya berharap para jemaah haji Kabupaten Bandung Barat dapat menjadi teladan dan menunjukkan citra masyarakat Bandung Barat yang agamis, ramah, dan menjunjung kebersamaan,” ujar Jeje.

Seluruh jemaah kloter 29 dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Indramayu pada hari yang sama, kemudian terbang ke Tanah Suci menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines. Pemerintah daerah menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi jemaah lansia dan disabilitas sepanjang perjalanan hingga proses ibadah haji selesai. (ad-nk)