Kota Cimahi, 28 Mei 2026. Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi untuk memperkuat kegiatan sosial berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan kurban bertema “Berkurban, Berbagi, Berdaya”. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di Kota Cimahi, termasuk di kawasan Padasuka, serta sebagian proses pemotongan hewan yang dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) di Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati mengatakan, DPC PKS Cimahi Tengah pada tahun ini menyelenggarakan pemotongan enam ekor sapi kurban yang berasal dari para pekurban internal partai.
“Dagingnya kami bagikan untuk 42 mudohi atau pekurban. Semuanya anggota PKS. Daging kemudian disebarkan untuk kader, relawan, simpatisan, dan masyarakat di sekitar,” ujar Ike saat ditemui di Padasuka, Cimahi, Kamis.

Menurut Ike, tema “Berkurban, Berbagi, Berdaya” dipilih untuk menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran organisasi politik di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung.
“Harapannya PKS bisa hadir di tengah masyarakat dan memberikan arti yang lebih baik. Masyarakat pun tumbuh lebih percaya, lebih dekat, dan bisa merasakan kebermanfaatan kehadiran PKS,” katanya.

Di lokasi berbeda, Ketua DPC PKS Kota Cimahi Nuryana menjelaskan, secara keseluruhan PKS Kota Cimahi menghimpun sekitar 30 ekor sapi kurban pada Idul Adha tahun ini. Hewan kurban tersebut berasal dari kader partai maupun warga umum yang turut berpartisipasi.
“Hasilnya disebar ke seluruh kelurahan yang ada di Cimahi,” kata Nuryana saat ditemui di lokasi pemotongan hewan di Cempaka Mekar, Padalarang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ekor sapi dipotong di RPH Kabupaten Bandung Barat. Distribusi daging, kata Nuryana, diprioritaskan untuk masyarakat Kota Cimahi karena kebutuhan warga dinilai masih cukup besar.
“Distribusi kami fokus di Cimahi, karena masih banyak warga yang membutuhkan di sini. Jadi dari warga Cimahi untuk Cimahi juga,” ujarnya.
Ia juga menilai fasilitas RPH tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Area pemotongan dinilai lebih nyaman dengan fasilitas pendukung yang lebih memadai bagi panitia maupun pekurban.
“Tempatnya lebih luas dan nyaman. Para mudohi juga tersedia tempat untuk menunggu dan menyaksikan prosesnya,” kata dia.

Ketua Panitia Kurban PKS se-Kota Cimahi Suparman menambahkan, khusus untuk wilayah Cimahi Tengah terdapat peningkatan jumlah hewan kurban dibandingkan tahun lalu. Tahun ini terdapat enam ekor sapi yang dititipkan oleh 39 pekurban.
“Tahun kemarin Cimahi Tengah hanya empat ekor, sekarang menjadi enam ekor. Ada peningkatan,” ujar Suparman.
Menurut dia, distribusi daging dilakukan berdasarkan domisili kader dan anggota PKS di masing-masing wilayah agar penyaluran lebih tepat sasaran dan mudah dijangkau warga sekitar.

Selain aspek distribusi, pelaksanaan kurban tahun ini juga mendapat pengawasan kesehatan hewan dari petugas medis veteriner. Dokter hewan Anne yang bertugas di wilayah Padasuka memastikan seluruh hewan kurban yang diperiksa berada dalam kondisi sehat dan layak.
“Alhamdulillah tidak ada temuan. Hewannya sehat. Pemeriksaan post mortem juga hasilnya baik,” kata Anne.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak H-1 hingga hari pelaksanaan pemotongan. Bahkan pada beberapa lokasi, pengawasan dilanjutkan hingga H+1 karena masih terdapat proses penyembelihan tambahan.
Anne menjelaskan, pemeriksaan post mortem dilakukan terutama pada organ dalam hewan untuk memastikan tidak ada indikasi penyakit yang dapat memengaruhi kualitas daging.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam membeli hewan kurban, terutama di tengah meningkatnya transaksi pembelian secara daring.
“Kalau membeli hewan kurban sebaiknya datang langsung, melihat sendiri, supaya sesuai syarat sah berkurban. Kadang ada yang membeli lewat foto, tetapi yang datang berbeda,” ujarnya.
Menurut Anne, syarat hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah kurban. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan saat pembelian agar masyarakat tidak dirugikan.

Sementara itu, Ketua KOMDIGI PKS Kota Cimahi Fitri mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini tersebar di berbagai wilayah kelurahan dan DPC di Kota Cimahi.

Ia berharap kegiatan kurban tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan dapat terus memperluas manfaat sosial bagi masyarakat.
“Harapannya lebih banyak berbagi lagi untuk masyarakat Cimahi secara luas sesuai tagline kami, Berkurban, Berbagi, dan Berdaya,” ujarnya.

Pelaksanaan kurban yang melibatkan kader, relawan, tenaga kesehatan hewan, hingga warga sekitar tersebut menunjukkan bahwa distribusi pangan berbasis gotong royong masih menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Adha di tingkat masyarakat perkotaan. Selain sebagai ibadah, kegiatan kurban juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. (aq-nk)