PAN Bandung Barat Kurbankan Dua Ekor Sapi, Dorong RPH Jadi Penopang PAD Daerah

Bandung Barat Nasional

Padalarang, 29 Mei 2026. Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan dua ekor sapi kurban untuk perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di berbagai kecamatan di wilayah Bandung Barat.

Kunjungan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat ke Rumah Potong Hewan (RPH) dalam rangka berqurban, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti. Dalam kegiatan tersebut, Wiwin bertugas sebagai penanggung jawab pelaksanaan pemotongan hewan di RPH selama perayaan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Bandung Barat.

Sekretaris Jenderal PAN Kabupaten Bandung Barat, Asep Muslim, mengatakan dua sapi yang dikurbankan memiliki bobot berbeda, dengan total berat mencapai sekitar 750 kilogram.
“Beratnya yang satu itu sekitar 500 kilogram-an, yang satunya lagi 250 kilogram. Jadi ada potonglah sekitar 750 kilogram,” ujar Asep saat ditemui di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, hasil pemotongan diperkirakan menghasilkan lebih dari 400 kilogram daging yang akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ya, mudah-mudahan nanti dagingnya bisa tembus di atas 400 atau sekitar 450 kilogram,” katanya.

Daging kurban tersebut rencananya akan dikemas menjadi sekitar 250 hingga 300 paket untuk kemudian disalurkan ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Distribusi dilakukan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas.

“Nanti kita distribusikan. Mudah-mudahan bisa diangkat 300 bungkuslah atau 250 bungkus, sehingga bisa disebarluaskan ke masyarakat yang membutuhkan se-Kabupaten Bandung Barat,” ujar Asep.

Selain membahas kegiatan kurban, Asep juga menyoroti keberadaan RPH baru Kabupaten Bandung Barat yang kini telah beroperasi selama sekitar dua tahun. Ia menyebut fasilitas tersebut merupakan hasil relokasi atau tukar guling dengan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat yang membidangi persoalan tersebut, Asep menilai fasilitas RPH saat ini memiliki kualitas yang baik dibandingkan sejumlah RPH lain di kawasan Bandung Raya.
“Alhamdulillah, hari ini sudah dua tahun kita bisa operasi dengan RPH ini. Dan ini se-Bandung Raya, RPH terbagus, karena mungkin baru dan peralatannya juga canggih,” katanya.

RPH Kabupaten Bandung Barat saat ini dilengkapi fasilitas pemotongan yang dinilai lebih modern dan mendukung standar kebersihan pangan. Di sisi lain, keberadaan tenaga penyembelih bersertifikat juga dianggap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan higienitas proses pemotongan hewan.

Asep mengatakan, ke depan kawasan RPH direncanakan berkembang menjadi pusat aktivitas peternakan yang lebih terpadu. Salah satu rencana yang sedang didorong ialah pembangunan pasar hewan di area bekas RPH lama.
“RPH yang kemarin akan kita jadikan dengan desain yang baru menjadi sebuah pasar hewan. Jadi nanti di komplek RPH ini ada pasar hewannya, ada jagalnya,” ujarnya.

Menurut dia, lahan untuk pengembangan tersebut telah tersedia. Namun demikian, masih diperlukan sejumlah penyempurnaan, terutama terkait analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah pengunjung di kawasan itu.

Ia menilai aspek pengelolaan limbah harus menjadi perhatian utama agar operasional RPH tetap memenuhi standar lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Memang di sini harus ada perbaikan amdal supaya lebih menyeluruh, karena semakin banyak aktivitas. Amdalnya harus betul-betul bisa memfasilitasi pengolahan limbah yang berasal dari sapi,” kata Asep.

Dari sisi infrastruktur, akses menuju lokasi RPH disebut mengalami peningkatan. Jalan menuju area pemotongan kini telah diperbaiki sehingga mempermudah kendaraan pengangkut hewan untuk keluar masuk kawasan.
“Akses sekarang sudah dicor, jalannya sudah bagus. Walaupun ada tronton masuk itu sudah aman,” ujarnya.

Asep berharap keberadaan RPH baru dapat menjadi fasilitas yang semakin representatif, higienis, dan profesional. Selain mendukung kebutuhan pemotongan hewan, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bandung Barat.

“Harapannya, kita memperkuat RPH ini menjadi sebuah RPH yang betul-betul mewakili higienis. Mudah-mudahan dengan RPH yang baru ini bisa mendatangkan PAD baru dan menjadi andalan bagi Bandung Barat,” katanya. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *