Desa Mukapayung Salurkan Bantuan Pangan Dua Bulan Sekaligus untuk Ratusan Keluarga

165 Desa KBB Bandung Barat

Mukapayung, 23 Juni 2026. Pemerintah Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mulai menyalurkan bantuan pangan kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari–Maret 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap selama tiga hari guna memastikan proses distribusi berlangsung tertib, lancar, dan mudah diakses oleh warga.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Mukapayung, Firman, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan di desa tersebut masih cukup besar. Untuk hari pertama penyaluran, bantuan diberikan kepada warga dari delapan rukun warga (RW) dengan jumlah sekitar 800 kepala keluarga.
“Untuk penyaluran bantuan pangan di Desa Mukapayung dibagi menjadi tiga hari. Hari ini merupakan jadwal pertama. Dari delapan RW, jumlahnya sekitar 800 kepala keluarga,” ujar Firman.

Dalam satu kali penyaluran, setiap KPM menerima bantuan pangan yang dirapel untuk dua bulan. Bantuan tersebut terdiri atas 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng, yang merupakan akumulasi dari alokasi masing-masing 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan.

Firman menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret 2026. Skema penyaluran dua bulan sekaligus dinilai lebih efisien dari sisi distribusi sekaligus memudahkan penerima manfaat.

Menurut dia, penetapan penerima bantuan telah mengacu pada data pemerintah pusat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama bagi masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Alhamdulillah, hampir semua yang masuk ke data DTSEN, terutama di desil 1 sampai 4 atau keluarga yang kurang mampu, hampir rata-rata mendapatkan bantuan,” katanya.

Ia menuturkan, masyarakat menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Di tengah kondisi ekonomi yang masih memberikan tekanan terhadap daya beli sebagian warga, bantuan pangan dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Respon warga sangat baik. Mereka merasa bahagia dan sangat tertolong karena kebutuhan pokok mereka sedikit terbantu dan dapat terpenuhi,” ungkap Firman.

Program bantuan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga berpendapatan rendah. Penyaluran dilakukan melalui mekanisme pendataan yang terus diperbarui agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

Firman mengakui bahwa dinamika data penerima masih dapat terjadi. Beberapa nama yang tercantum dalam daftar penerima terkadang sudah meninggal dunia atau berpindah domisili sehingga diperlukan proses penyesuaian.
“Kalau ada yang sudah meninggal atau pindah, nantinya bisa dialihkan kepada warga lain yang memang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam melakukan pembaruan data sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penetapan penerima bantuan.
“Desa sekarang sudah memiliki aturan yang mengacu pada desil dari pemerintah pusat. Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk memberikan masukan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Firman berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan dukungan pemerintah, terutama ketika kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.
“Mudah-mudahan bantuan pangan ini tetap ada dan terus berlanjut karena masyarakat masih membutuhkan. Kalau bisa pelaksanaannya juga semakin baik dan semakin lancar,” ujarnya.

Ia juga berharap cakupan penerima manfaat dapat semakin tepat sasaran melalui penyempurnaan data secara berkala sehingga masyarakat yang layak namun belum terdaftar dapat memperoleh kesempatan menerima bantuan.

Dengan penyaluran bantuan pangan tersebut, Pemerintah Desa Mukapayung berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat lebih terjamin. Bantuan berupa beras dan minyak goreng diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan warga di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *