Lembang, 12 Agustus 2026. Pemerintah Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya pembangunan rabat beton pada ruas Jalan Kabupaten Maribaya-Puncak Eurad. Perbaikan jalan tersebut dinilai menjawab kebutuhan warga terhadap akses transportasi yang lebih aman dan nyaman, sekaligus menjadi bagian dari upaya melanjutkan peningkatan infrastruktur di kawasan Lembang.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Dede Yusuf, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pieter Djuandis, Kepala Desa Wangunharja Sukmara, Kepala Desa Mekarwangi Enjang Sumpena, Kepala Desa Cikidang Heri, Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya, Kepala Desa Cikole Tadjudin, perangkat Desa Wangunharja, serta para undangan lainnya.

Jalan Maribaya-Puncak Eurad merupakan salah satu ruas jalan kabupaten di Kecamatan Lembang. Dalam dokumen perencanaan daerah, ruas tersebut tercatat memiliki panjang sekitar 6,1 kilometer. Jalur ini memiliki arti penting karena menghubungkan kawasan Lembang dengan wilayah perbatasan Kabupaten Subang.
Bagi warga Wangunharja, kondisi jalan sebelum diperbaiki menjadi persoalan yang cukup lama dirasakan. Kepala Desa Wangunharja Sukmara mengatakan, sebagian kondisi jalan sebelumnya membuat perjalanan warga tidak nyaman, terutama ketika permukaan jalan rusak dan bergelombang.

“Dulu jalan bergelombang dan mancing di jalan, sekarang di beton dari Bupati Bandung Barat yang dikawal oleh Ketua Komisi III Pieter Djuandis. Terima kasih atas bantuannya,” kata Sukmara dalam sambutannya.
Pembangunan jalan tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan perbaikan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran kendaraan, tetapi juga aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses jalan. Jalan Maribaya-Puncak Eurad sejak lama menjadi jalur penghubung masyarakat di kawasan Lembang dan menuju wilayah Subang. Ruas tersebut sebelumnya juga telah dibangun sebagai akses penghubung antardaerah dan resmi digunakan sejak 2016.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pieter Djuandis mengatakan, pembangunan yang telah terealisasi saat ini masih merupakan bagian dari pekerjaan yang perlu dilanjutkan. Menurut dia, anggaran tambahan sekitar telah disiapkan untuk mendukung penyelesaian ruas jalan di Wangunharja pada tahun anggaran 2026.
“Untuk Wangunharja sudah ditambah anggaran untuk menyelesaikan ini. Bukan tahun 2027, tetapi tahun 2026,” kata Pieter.

Dalam penjelasannya setelah kegiatan, Pieter menyebut pembangunan rabat beton yang saat ini terealisasi memiliki nilai sekitar Rp2,5 miliar. Ia mengatakan, proses penganggaran jalan tersebut telah melalui tahapan perencanaan dan pembahasan sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Pieter juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, serta perangkat daerah yang berkaitan dengan infrastruktur. Ia menilai penyelesaian jalan tersebut merupakan hasil dari proses penyampaian aspirasi masyarakat yang kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran.

Menurut Pieter, aspirasi warga mengenai kondisi jalan juga berkembang melalui media sosial. Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah dan menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan ruas jalan.
“Jalan ini memang sudah direncanakan penganggarannya. Setelah dalam perjalanan ada viral dari masyarakat, kita mengambil sikap dan menganggarkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan saat ini belum menyelesaikan seluruh kebutuhan ruas Maribaya-Puncak Eurad. Karena itu, anggaran lanjutan diperlukan agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap hingga bagian jalan yang masih membutuhkan penanganan dapat diselesaikan.
Pieter juga menyebut sejumlah ruas lain di sekitar Lembang mendapat perhatian melalui penganggaran infrastruktur. Ia mencontohkan Jalan Cikidang menuju Wangunharja yang masih membutuhkan pekerjaan lanjutan. Menurut dia, tambahan anggaran telah disiapkan untuk melanjutkan pekerjaan di kawasan tersebut.

Selain perbaikan badan jalan, kebutuhan penerangan jalan umum atau PJU turut menjadi perhatian. Pieter mengatakan, penerangan diperlukan agar manfaat jalan yang telah diperbaiki dapat dirasakan masyarakat pada malam hari sekaligus mendukung aspek keselamatan pengguna jalan.
Hal tersebut juga disampaikan Dede Yusuf. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat itu mengatakan, pembangunan infrastruktur harus diikuti dengan pemeliharaan dan pengawasan masyarakat.
“Jalan ini bukan hanya jalan, tetapi ini adalah kebahagiaan masyarakat,” kata Dede Yusuf.

Dede mengingatkan agar kondisi jalan yang telah baik tidak dimanfaatkan untuk kegiatan yang membahayakan pengguna jalan, seperti balap liar. Ia juga mendukung rencana penyediaan PJU di sejumlah ruas yang telah diperbaiki.
Menurut Dede, keterbatasan anggaran menjadi tantangan yang dihadapi banyak pemerintah daerah, termasuk dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan pemerintah pusat diperlukan agar kebutuhan infrastruktur dapat ditangani secara bertahap.

Ia juga menyatakan siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperoleh dukungan anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur, termasuk melalui Dana Alokasi Khusus atau DAK sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Perwakilan warga, Wawan, berharap pembangunan Jalan Maribaya-Puncak Eurad dapat diselesaikan hingga seluruh bagian yang masih membutuhkan perbaikan. Ia mengatakan warga telah cukup lama menantikan kondisi jalan yang lebih baik.
“Semoga bisa beres tuntas Maribaya-Puncak Eurad. Jalan yang dulunya bisa dipakai untuk mancing karena lobangnya dalam sekarang sudah dibeton. Semoga tahun sekarang bisa direalisasikan semua dan bisa selesai dengan cepat,” ujar Wawan.

Bagi Desa Wangunharja, perbaikan jalan tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik. Setelah infrastruktur tersedia, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi jalan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Pemerintah desa berharap koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan DPRD terus berjalan sehingga kebutuhan lanjutan dapat diselesaikan sesuai kemampuan anggaran. Dengan demikian, Jalan Maribaya-Puncak Eurad dapat berfungsi secara optimal sebagai akses masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, serta memperkuat konektivitas kawasan Lembang menuju wilayah perbatasan Kabupaten Subang.

Perbaikan jalan juga perlu diikuti pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, pemeliharaan berkala, serta penggunaan jalan secara tertib. Dengan pengelolaan tersebut, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan setelah pekerjaan selesai, tetapi dapat dipertahankan untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. (aq-nk)