PWRI Bandung Barat Perkuat Peran Sosial, Aspirasikan Sekretariat Tetap kepada Pemerintah Daerah

Blog

Ngamprah, 15 Juli 2026. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut menjadi ruang memperkuat silaturahmi, mengevaluasi program organisasi, sekaligus mempertegas komitmen para purnabakti aparatur sipil negara untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat.

Acara berlangsung dengan mengusung tema “PWRI Kabupaten Bandung Barat Berdaya: Mengabdi Tanpa Henti, Menginspirasi dengan Karya serta Memperkuat Ketahanan Sosial untuk Kabupaten Bandung Barat yang Amanah.” Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir, Ketua Panitia H. Maman Sulaiman, SH, M.Si., Ketua Dewan Pembina PWRI Ernawan Natasaputra, jajaran pengurus PWRI, unsur dewan pembina dan penasihat, serta perwakilan Bank BJB.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Panca Upaya PWRI, dilanjutkan laporan panitia yang disampaikan Dadang. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memperingati hari jadi organisasi, tetapi juga mempererat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Dadang, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat hubungan antarsesama anggota, serta mewariskan semangat pengabdian kepada generasi muda. Selain pelaksanaan Rakerda, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai peluang kerja sama dengan Bank BJB sebagai salah satu mitra organisasi.
“Semoga acara ini memberi manfaat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Bank BJB atas dukungannya,” ujar Dadang.

Ketua Panitia H. Maman Sulaiman mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta mendoakan Ketua PWRI Kabupaten Bandung Barat, Drs. H. Megaharry Pujiharto, M.Si., yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit agar segera diberikan kesembuhan.

Ia menilai usia organisasi yang telah mencapai 64 tahun menjadi pengingat bahwa para anggota PWRI masih memiliki ruang untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, masa purnatugas bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk berkontribusi melalui pengalaman, keteladanan, dan kegiatan sosial.

“PWRI berkomitmen bertransformasi menjadi organisasi yang berdaya, menginspirasi dengan karya, mengabdi tanpa henti serta memperkuat ketahanan sosial untuk Kabupaten Bandung Barat yang amanah,” kata Maman.

Ia menambahkan, pengabdian setelah memasuki masa pensiun dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengalaman para anggota, menurutnya, merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan sosial di daerah.

Dalam kesempatan itu, Maman juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengenai kebutuhan sekretariat tetap bagi PWRI. Ia mengusulkan agar salah satu aset pemerintah, seperti eks Gedung DPRD atau bangunan pemerintah lainnya yang memungkinkan, dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan organisasi.

“Kami berharap memiliki tempat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan kami juga berencana membentuk koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina PWRI Kabupaten Bandung Barat, Ernawan Natasaputra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Mantan Bupati Bandung Barat pertama itu juga mengajak seluruh anggota mendoakan kesembuhan Ketua PWRI.

Ernawan berharap aspirasi mengenai keberadaan sekretariat tetap dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan sekretariat akan memudahkan koordinasi organisasi sekaligus menjadi pusat kegiatan sosial bagi para anggota PWRI.

“Kami berharap aspirasi mengenai tempat sekretariat ini dapat menjadi kenyataan sehingga organisasi memiliki ruang untuk terus berkegiatan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir mengapresiasi semangat para anggota PWRI yang tetap aktif berkarya meski telah memasuki masa purnatugas. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran dari para senior yang dinilai tetap menunjukkan semangat pengabdian.

“Selamat HUT ke-64 PWRI. Semoga semakin kuat, solid, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ade Zakir.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memandang PWRI sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan nilai-nilai sosial dan keteladanan di tengah masyarakat.

Menanggapi aspirasi mengenai sekretariat, Ade Zakir menjelaskan bahwa usulan tersebut akan diteruskan kepada Bupati Bandung Barat. Namun, ia menerangkan bahwa sejumlah aset pemerintah saat ini juga dibutuhkan oleh berbagai lembaga, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Selain itu, pemerintah daerah memiliki rencana agar sebagian aset tersebut dapat difungsikan sebagai pusat pelayanan publik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Meski demikian, Ade Zakir menyatakan pemerintah akan tetap mencari alternatif agar PWRI memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai sekretariat organisasi pada masa mendatang.

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan. Mudah-mudahan ke depan ada tempat di lingkungan pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai sekretariat PWRI,” katanya.

Ade Zakir juga mengingatkan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Bandung Barat saat ini masih memerlukan penguatan sehingga sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ia berharap kondisi tersebut semakin membaik sehingga ruang pembangunan, termasuk dukungan terhadap organisasi kemasyarakatan, dapat lebih optimal.

Menutup sambutannya, Ade Zakir mengajak PWRI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi salah satu modal penting dalam membangun Kabupaten Bandung Barat yang amanah, adaptif, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, ia secara resmi membuka pelaksanaan Rakerda PWRI Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026. (nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *