Gending Amarta, Menjaga Cerita Leluhur di Selembar Batik

Bandung Barat UMKM

Di antara kain-kain bermotif yang dipajang, Poppy Sri Hendriani memperhatikan satu per satu detail karya Batik Gending Amarta. Ada batik tulis, batik cap, ecoprint, hingga karya kriya batik yang lahir dari ketekunan tangan. Bagi Poppy, setiap lembar kain bukan hanya benda pakai, melainkan ruang untuk menyimpan cerita tentang kebudayaan Indonesia.

Pemilik PT Gending Amarta itu membawa karya-karyanya dalam sebuah kegiatan UMKM di Kabupaten Bandung Barat. Kehadirannya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik kepada pengunjung sekaligus memperluas jejaring usaha. Poppy diundang oleh Ketua Baznas Kabupaten Bandung Barat, Saiful, dalam kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dan masyarakat.

Gending Amarta tumbuh dari kegelisahan Poppy melihat warisan batik berhadapan dengan perubahan zaman. Batik tetap dikenal luas, tetapi pengetahuan mengenai proses, filosofi, dan cerita di balik motifnya tidak selalu ikut diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, Poppy memilih menjadikan usaha sebagai jalan untuk merawat tradisi. Ia tidak hanya memproduksi kain batik tulis dan batik cap, tetapi juga mengembangkan fashion serta lukisan batik tulis. Motif yang diangkat kerap mengambil inspirasi dari legenda Indonesia, termasuk kisah Prabu Siliwangi yang menjadi salah satu karya yang mendapat perhatian.
“Tujuan saya membuat usaha batik ini supaya generasi penerus tidak melupakan warisan leluhur Indonesia,” kata Poppy.

Perhatian itu tidak berhenti pada produk. Poppy mengajak anak-anak muda dan siswa sekolah luar biasa untuk belajar membatik. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal kemandirian sekaligus membuka peluang pendapatan bagi mereka.

Dalam proses produksi, ketelitian menjadi bagian penting. Pada batik tulis, canting digunakan untuk menorehkan malam secara manual. Setiap garis membutuhkan konsentrasi karena kesalahan kecil dapat memengaruhi komposisi motif. Sementara batik cap menawarkan proses yang lebih cepat dengan penggunaan cap, tanpa meninggalkan karakter visual khas batik.

Perjalanan Gending Amarta juga tidak lepas dari pengakuan. Dalam program Inotak Foundation di bawah Yayasan Pasang Daga UNO, usaha tersebut meraih penghargaan sebagai salah satu dari lima UMKM terbaik. Bagi Poppy, penghargaan itu bukan garis akhir.
“Bangga tentu ada, bersyukur juga. Tetapi penghargaan itu justru menjadi semangat untuk lebih inovatif dan menciptakan desain-desain baru,” ujarnya.

Kini Gending Amarta ingin memperluas pasar tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitasnya. Poppy berharap dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pembinaan, tetapi berlanjut pada pembukaan akses pasar hingga mancanegara.

Bagi yang ingin mengenal atau memesan karya Gending Amarta, produk dapat diperoleh dengan menghubungi Poppy Sri Hendriani melalui WhatsApp 0812 6651 4606 atau Instagram @gendingamarta_batik. Di tangan Gending Amarta, selembar batik mendapat tugas lebih panjang: membawa cerita lama agar tetap hidup di tengah generasi baru.(aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *