Pelantikan IKA PMII KBB, Alumni Didorong Perkuat Sinergi Pembangunan

Bandung Barat

Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, 25 Agustus 2026 Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat periode 2026–2031 resmi dilantik di Gedung HBS Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. Kepengurusan baru tersebut membawa tema “Akselerasi Ekonomi Berbasis Umat; Sinergi Alumni Menuju Bandung Barat Amanah”, dengan agenda yang diarahkan pada penguatan organisasi, ekonomi kader, serta kontribusi alumni terhadap pembangunan daerah.

Pelantikan itu dihadiri unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, penyelenggara pemilu, legislatif, tokoh agama, pengusaha, serta jajaran IKA PMII dari tingkat Jawa Barat dan nasional. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Koperasi Kader Mandiri Nusantara, dialog interaktif, rapat kerja, serta pemberian santunan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Wakil Bupati Bandung Barat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapan agar IKA PMII dapat mengambil peran sebagai mitra pemerintah daerah. Menurut dia, keberadaan alumni PMII memiliki potensi untuk ikut memperkuat pembangunan, terutama melalui kontribusi generasi muda dan pengembangan kepemimpinan.

“Pemda berharap IKA PMII ini menjadi mitra strategis dalam mendukung pemerintah KBB dalam pekerjaannya sesuai dengan visi misi amanah,” kata Wakil Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang disiplin dan mampu mempersiapkan diri sebagai pemimpin. Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial.

Pesan tersebut menjadi penting karena peran organisasi alumni tidak berhenti pada hubungan antaranggota. Alumni memiliki pengalaman yang dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan, jejaring, dan program yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks itu, IKA PMII KBB diharapkan mampu menghubungkan pengalaman kader dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Wakil Bupati juga menyinggung pentingnya kesinambungan kepemimpinan di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama. Generasi muda dinilai perlu disiapkan untuk meneruskan peran para tokoh dan ulama yang secara bertahap memasuki usia lanjut.
Selain kepemimpinan, disiplin menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan waktu merupakan bagian dari etos kerja yang perlu diperkuat. “Untuk sukses kita harus menaati waktu,” ujarnya.

Setelah pelantikan, para pengurus IKA PMII KBB diharapkan segera menerjemahkan amanah organisasi ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat. Harapan tersebut sejalan dengan posisi organisasi alumni yang memiliki sumber daya manusia dari berbagai latar belakang profesi.

Pengurus IKA PMII KBB periode 2026–2031 diketuai H. Saiful Rachman, M.Ag. Struktur organisasi tersebut berada dalam jejaring IKA PMII tingkat Jawa Barat dan nasional. Drs. H. Nu’man Abdul Hakim tercatat sebagai Ketua PW IKA PMII Jawa Barat, sedangkan Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P. menjadi Ketua Umum PB IKA PMII.
Ketua IKA PMII KBB, Saiful Rachman, menyampaikan bahwa perjalanan kader PMII tidak terbatas pada ruang lokal. Menurut dia, alumni PMII telah berkiprah dalam berbagai bidang dan jenjang kepemimpinan.

Ia mengajak seluruh alumni dan kader menjaga kekompakan serta memperkuat kerja bersama. “Yang terakhir kita kompak, bersatu, gas pol dalam bekerja,” kata Saiful.
Pelantikan itu juga ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bernuansa keagamaan yang dikaitkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saiful mengajak peserta memperkuat nilai-nilai keislaman dan hubungan dengan tradisi Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Ketua panitia Sandi Supyandi menegaskan bahwa IKA PMII KBB diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan para alumni. Ia menyebut organisasi tersebut perlu memiliki agenda yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Sandi, konsolidasi alumni menjadi salah satu dasar untuk memperkuat kontribusi organisasi. Ia juga menyampaikan bahwa kader PMII tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal sosial untuk membangun jejaring yang lebih luas.

Sandi juga menyinggung pentingnya keterlibatan kader dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan kehidupan politik daerah. Namun, keterlibatan tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka kontribusi terhadap kepentingan masyarakat serta pembangunan Kabupaten Bandung Barat.

Rangkaian kegiatan dibagi dalam beberapa sesi, yakni pelantikan, peluncuran Koperasi Kader Mandiri Nusantara, dialog interaktif, dan rapat kerja. Pembagian agenda itu menunjukkan upaya pengurus baru menyusun organisasi dengan kombinasi antara konsolidasi internal dan program yang berorientasi pada masyarakat.

Peluncuran Koperasi Kader Mandiri Nusantara menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Koperasi tersebut dirancang sebagai wadah penguatan ekonomi kader dan alumni PMII Bandung Barat dengan kegiatan yang mencakup simpanan dan pinjaman, usaha bersama, pendidikan dan pelatihan, kesejahteraan anggota, serta musyawarah anggota.

Gagasan tersebut relevan dengan tema pelantikan yang menempatkan akselerasi ekonomi berbasis umat sebagai salah satu fokus. Koperasi dapat menjadi instrumen organisasi apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan anggota. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada tata kelola, kapasitas pengurus, kepatuhan terhadap ketentuan perkoperasian, dan manfaat ekonomi yang benar-benar diterima anggota.

Dalam acara itu, nilai-nilai keislaman juga menjadi bagian dari pengucapan sumpah pengurus. Para pengurus menyatakan komitmen menjalankan tugas sesuai fungsi organisasi, memegang nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, bekerja dengan keteguhan, serta menaati ketentuan organisasi.

Komitmen tersebut memberi dasar moral bagi kepengurusan baru. Namun, ukuran keberhasilan organisasi pada akhirnya akan terlihat dari kemampuan mengubah komitmen menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.

Pelantikan IKA PMII KBB berlangsung ketika organisasi PMII di Kabupaten Bandung Barat juga memasuki fase penguatan struktur. Sebelumnya, PC PMII Kabupaten Bandung Barat telah mendeklarasikan keberadaan organisasi dan melaksanakan Konferensi Cabang pertama pada Juli 2026. Perkembangan itu memperlihatkan adanya proses konsolidasi antara kader aktif dan jaringan alumni di tingkat daerah.

Dengan struktur alumni yang berasal dari berbagai profesi, IKA PMII memiliki ruang kontribusi yang cukup luas. Pendidikan kader, penguatan ekonomi, kegiatan sosial, peningkatan kapasitas pemuda, hingga pengembangan gagasan kebijakan publik dapat menjadi bidang kerja yang saling melengkapi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan organisasi tidak berhenti pada pergantian kepengurusan. Rencana kerja perlu disusun dengan indikator yang jelas, pembagian tanggung jawab yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang terbuka bagi anggota.

Bagi Kabupaten Bandung Barat, keterlibatan organisasi masyarakat dan jaringan alumni dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial dalam pembangunan. Namun, hubungan dengan pemerintah daerah tetap perlu dibangun secara proporsional, dengan menjaga independensi organisasi sekaligus membuka ruang kerja sama pada program yang memiliki manfaat publik.

Pelantikan pengurus IKA PMII KBB periode 2026–2031 karena itu menjadi awal bagi pelaksanaan agenda yang telah disampaikan. Tantangan terpenting bukan pada pembentukan struktur, melainkan bagaimana kepengurusan baru menghadirkan kerja nyata, memperkuat kapasitas kader, dan memastikan program ekonomi maupun sosial dapat dirasakan masyarakat.

Jika arah tersebut dapat dijalankan secara konsisten, keberadaan IKA PMII KBB dapat berkembang sebagai jaringan alumni yang tidak hanya menjaga hubungan antarkader, tetapi juga memberikan kontribusi konstruktif bagi pembangunan Kabupaten Bandung Barat. (aq-nk)

Advertorial :

Dalam acara pelantikan IKA PMII Kabupaten Bandung Barat, UMKM Batik Gending Amarta turut hadir memperkenalkan beragam produk kerajinan batik kepada para tamu dan undangan. Poppy Sri Hendriani, SE, pemilik PT Gending Amarta, mengatakan kehadirannya atas undangan Ketua IKA PMII KBB, H. Saiful Rachman. Gending Amarta memproduksi batik tulis, batik cap, ecoprint, fashion batik, hingga lukisan batik tulis dengan mengangkat cerita dan legenda Indonesia sebagai bagian dari desain produknya.

Poppy mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas silaturahmi dengan masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda, termasuk anak-anak sekolah luar biasa, untuk belajar membatik agar memiliki keterampilan dan peluang ekonomi. Atas kiprahnya, Gending Amarta sebelumnya meraih penghargaan sebagai salah satu dari lima UMKM terbaik dalam program Inotak Foundation di bawah Yayasan Pasang Daga UNO. Bagi masyarakat yang ingin melihat atau memesan produk Batik Gending Amarta, dapat menghubungi Poppy Sri Hendriani melalui WhatsApp 0812 6651 4606 atau Instagram @gendingamarta_batik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *