​Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pasar Murah Diadakan di Cihanjuang Rahayu

Bandung Barat Nasional

​Cihanjuang, 12 Sept 2026 Upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok serta memelihara daya beli masyarakat terus dilakukan di tingkat lokal. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengadakan kegiatan Gerakan Pangan Murah bertajuk “Gapura Amanah” di Lapangan Voli RW 06, Kampung Tutugan, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Sabtu pagi.

​Pelaksanaan kegiatan pangan murah ini ditujukan untuk mengendalikan tingkat inflasi daerah sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan komoditas strategis tetap terjangkau bagi warga. Program ini terselenggara atas kerja sama lintas sektor, melibatkan Kepengurusan RW 06 Kampung Tutugan, Yayasan Putra Sinar Kencana, serta dukungan dari Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kios Pangan, dan Bank Indonesia.

​Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Agus Hendarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan intervensi pasar ini difokuskan pada penyediaan bahan pokok dengan harga di bawah pasar maupun di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga kebutuhan harian masyarakat di wilayah perkampungan.

​”Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat melaksanakan Gerakan Pangan Murah Gapura Amanah berkolaborasi dengan Yayasan Putra Sinar Kencana dan Kepengurusan RW 06 Kampung Tutugan dalam rangka pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban masyarakat sekitar,” ujar Agus Hendarsyah.

​Dalam kegiatan ini, terdapat 12 komoditas pangan strategis yang disediakan bagi warga. Komoditas tersebut meliputi beras premium, beras SPHP, minyak goreng subsidi maupun kemasan, gula pasir, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai keriting, hingga cabai rawit. Seluruh barang kebutuhan harian dijual dengan kisaran harga yang terkontrol.

​Sebagai rincian harga komoditas yang dijual, beras SPHP dipatok seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) dijual seharga Rp15.500 per liter. Selain itu, daging sapi dijual Rp110.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000 per ekor, telur ayam Rp24.500 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta komoditas bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai keriting, dan cabai rawit ditawarkan Rp10.000 per paket.

​Penjualan komoditas Minyakita di bawah HET nasional sebesar Rp15.700 per liter menjadi salah satu poin prioritas untuk menjaga daya beli pasca-fluktuasi harga pasar yang sempat menyentuh angka lebih tinggi di beberapa penjual eceran. Pasokan beras dan minyak goreng murah tersebut diperoleh melalui skema kerja sama distribusi langsung dari Perum Bulog.

​Mengenai potensi pelanggaran harga eceran di tingkat pedagang pasar, pihak dinas menyatakan koordinasi tetap berjalan bersama Satuan Tugas Pangan Kepolisian Resor setempat, Badan Pangan Nasional, serta pemerintah provinsi. Pemantauan dan evaluasi berkala terus dilakuakan di pasar-pasar tradisional. Apabila ditemukan pedagang yang menjual komoditas bersubsidi melebihi batas batas ketentuan resmi, tindakan berupa peringatan dan pembinaan akan diberikan.

​Respons dan antusiasme warga di Desa Cihanjuang Rahayu terlihat sejak dibuka pada pukul 08.00 WIB. Warga yang hadir diimbau membawa kantong belanja mandiri guna mendukung pengurangan sampah plastik selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pasar murah ini diintegrasikan pula dengan peringatan hari besar keagamaan dan kemasyarakatan yang diinisiasi oleh warga setempat.

​Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mencatat jangkauan pelayanan pasar murah telah menyasar berbagai kecamatan. Pembukaan akses permohonan kegiatan serupa dibuka seluas-luasnya bagi tingkatan pemerintahan desa, pengurus RW, RT, maupun organisasi kepemudaan. Selama alokasi anggaran dan kuota komoditas mencukupi, fasilitasi intervensi pangan murah akan terus dialokasikan secara merata untuk menjaga stabilitas perekonomian warga di seluruh wilayah Bandung Barat. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *