Paguyuban Sepak Bola Pemda KBB Pererat Silaturahmi Lewat Laga Persahabatan VS Persita All Star Legend

Bandung Barat

Bandung Barat, 17 Juli 2026. Semangat kebersamaan mewarnai pertandingan persahabatan antara FC Paguyuban Sepak Bola Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Persita All Star Legend di Lapangan Kopassus Batujajar, Jumat (17/7/2026). Pertemuan yang mempertemukan aparatur sipil negara, mantan pesepak bola, dan pegiat olahraga itu tidak semata menjadi ajang adu kemampuan di lapangan, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah melalui olahraga yang sehat dan penuh sportivitas.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edi Syafrudin, M.Pd., yang juga mantan wasit nasional sekaligus Ketua Paguyuban Sepak Bola KBB, mengatakan pertandingan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga silaturahmi dengan para mantan pemain Persita Tangerang yang kini sebagian besar juga berstatus aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Hari ini kami melaksanakan pertandingan sepak bola persahabatan melawan Persita Tangerang Legend. Tim kami merupakan Paguyuban Sepak Bola KBB. Disebut paguyuban karena anggotanya berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kami bisa menjalin silaturahmi dengan para mantan pemain Persita Tangerang sekaligus berolahraga bersama,” ujar Edi.

Menurut Edi, hubungan antara kedua tim sebenarnya telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir. Pertemuan dalam berbagai kesempatan membuat komunikasi terus terbangun hingga akhirnya laga persahabatan kembali terlaksana ketika Persita Tangerang Legend melakukan tur ke wilayah Bandung.

Ia menjelaskan bahwa pertandingan tersebut lahir dari kesamaan minat terhadap sepak bola. Tidak ada target khusus selain menjaga kebugaran, memperkuat persaudaraan, dan memberikan ruang bagi para anggota untuk tetap aktif berolahraga di tengah kesibukan pekerjaan masing-masing.

Laga berlangsung dalam empat babak dengan durasi masing-masing 30 menit. Format tersebut dipilih agar seluruh pemain memperoleh kesempatan bermain sekaligus menyesuaikan kondisi fisik para peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia.

Pada babak pertama, Persita All Star Legend tampil cukup dominan meski pertandingan berlangsung relatif berimbang. Memasuki babak kedua, tim Paguyuban Sepak Bola Pemda KBB mulai meningkatkan intensitas permainan dan mampu memberikan perlawanan yang lebih baik.

Memasuki babak ketiga, stamina kedua tim mulai menurun sehingga pergantian pemain dilakukan lebih sering. Sementara pada babak keempat, pertandingan berlangsung dalam suasana yang lebih santai. Para pemain menikmati permainan dengan irama yang lebih ringan sebagai penutup laga persahabatan yang penuh keakraban.

Sejumlah pemain berhasil mencatatkan namanya sebagai pencetak gol bagi tim Paguyuban Sepak Bola Pemda KBB, yakni Agus Dadan, Deden Diana, Eded Horison, dan Riki. Meski skor akhir tidak menjadi perhatian utama, kontribusi mereka memberi warna tersendiri dalam jalannya pertandingan.

Persiapan tim dilakukan sekitar satu pekan sebelum pertandingan. Sebelumnya, para anggota terakhir kali bermain bersama sekitar tiga bulan lalu sehingga latihan singkat dimanfaatkan untuk mengembalikan kekompakan tim.

Keunikan Paguyuban Sepak Bola KBB juga terlihat dari rentang usia para pemain. Anggota termuda berusia sekitar 25 tahun, sedangkan pemain paling senior adalah M. Bonang yang usianya mendekati 60 tahun. Perbedaan usia tersebut justru menjadi kekuatan karena seluruh anggota dapat saling berbagi pengalaman dan semangat dalam berolahraga.

Edi menjelaskan, Paguyuban Sepak Bola KBB telah berdiri sekitar dua tahun. Selama itu, tim telah mengikuti berbagai pertandingan persahabatan maupun turnamen. Salah satu pencapaian yang pernah diraih adalah menempati posisi ketiga dalam sebuah turnamen di Kota Cimahi.
“Paguyuban ini sudah terbentuk sekitar dua tahun yang lalu. Selama itu kami sudah beberapa kali mengikuti pertandingan, baik kompetisi maupun laga persahabatan. Kami juga pernah mengikuti turnamen di Cimahi dan berhasil meraih juara tiga,” katanya.

Saat ini paguyuban memiliki sekitar 40 anggota yang berasal dari berbagai perangkat daerah dan unsur masyarakat. Namun, karena sebagian besar pertandingan berlangsung pada sesi akhir waktu hari kerja, jumlah pemain yang hadir biasanya berkisar 20 hingga 30 orang.

Dalam pertandingan melawan Persita All Star Legend, para pemain yang memperkuat tim Paguyuban Sepak Bola Pemda KBB antara lain Edi Syafrudin, M. Bonang, Deni, Asdan, Deden Diana, Megatruh, Asep dari BKAD, Edson dari Kecamatan Cipongkor, Gandjar, A. Rosi, Ujang Kusmiadi, Asol, Supri, Yadi, Herman, Mulyadi, Sahrudin Walsh, Juli, Abdulrahman, Riki, Ucox, Tanto, serta Yusup dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi ruang pertemuan lintas profesi dalam suasana yang setara.

Mengenai kondisi fisik, Edi mengingatkan pentingnya berolahraga sesuai kemampuan masing-masing. Ia menilai sepak bola pada usia dewasa bukan lagi soal mengejar kemenangan, melainkan menjaga kesehatan sekaligus memperoleh kebahagiaan melalui aktivitas bersama.
“Alhamdulillah, walaupun terasa capek, tidak apa-apa. Namanya juga olahraga, khususnya sepak bola, jangan dipaksakan. Yang penting kita menikmati permainan sebagai hiburan sekaligus menjaga kebugaran. Bermainlah sesuai kemampuan masing-masing,” tuturnya.

Ke depan, Paguyuban Sepak Bola KBB berencana melakukan laga balasan ke Kabupaten Tangerang apabila waktu memungkinkan. Selain itu, tim juga tengah mempersiapkan diri mengikuti turnamen kategori U-50 yang diperuntukkan bagi pemain berusia di atas 50 tahun.

Edi berharap kegiatan olahraga seperti ini terus berlangsung secara rutin karena memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar hasil pertandingan. Selain menjaga kesehatan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarpemerintah daerah, membangun komunikasi, serta menumbuhkan semangat sportivitas yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

“Harapan saya, kegiatan sepak bola ini terus berlanjut. Bukan hanya pertandingan hari ini saja, tetapi ke depannya kami tetap bisa rutin berlatih dan mengadakan pertandingan persahabatan. Mudah-mudahan silaturahmi antardaerah melalui olahraga juga semakin erat,” ujar Edi. (aq-nk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *